Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
171. TERBONGKAR


__ADS_3

Pak Hasan yang penasaran dengan isi kartu memori itu mencoba memasangnya di ponselnya. Saat kartu memori itu terpasang, Pak Hasan melihat file rekaman suara berdurasi 5 menit.


"Ada rekaman suara didalamnya," ucap Pak Hasan


"Bapak coba putar saja rekaman suara itu," jawab Galih


"Baiklah akan aku putar," ucap Pak Hasan


Pak Hasan memutar isi rekaman suara itu terkejut mendengar suara percakapan antara Ratih dan Jauza. Pak Hasan tidak menyangka istri yang baru dinikahinya dua tahun yang lalu memilki niat jahat kepadanya.


"Ma, papa tidak menyangka mama memiliki niat jelek kepada papa," ucap Pak Hasan


"Pa, itu..itu editan, itu juga bukan suara mama. percayalah sama mama," jawab Bu Jauza


"Pa, wanita itu licik. dan asal papa tahu wanita itu juga melakukan korupsi di Gunadharma Group," ucap Fiona


"Pak Hasan, saya mau meluruskan apa yang dikatakan Fiona, memang benar terdapat aliran dana mencurigakan di rekening atas nama Gunadharma Hasan. awalnya saya tekejut kalau bapak adalah dalang dibalik semua ini, tapi Fiona membantah rekening itu bukan milik Bapak. akhirnya tim suruhan kami menemukan buku tabungan atas nama Gunadharma Hasan di kamar bapak, saat kami mencoba melakukan penyadapan terhadap buku tabungan itu menghubungkan dengan nomer ponsel mobile bangking rekening itu, akhirnya terbongkar sudah Bu Jauza dalang dibalik semua ini," ucap Galih


Pak Hasan mengusap wajahnya secara kasar tidak menyangka pelaku korupsi di Gunadharma Group adalah istrinya sendiri


"Ma, apa yang kurang dari papa? papa selalu menuruti apapun keinginan mama. tapi apa yang mama lakukan sekarang? mama telah menyakiti hati papa. papa sunggu kecewa sama mama," ucap Pak Hasan


"Pa, mama tidak bersalah, ini...ini...akal akalan mereka saja, percayalah sama mama," jawab Bu Jauza

__ADS_1


"Cukup Ma !!! jangan bersandiwara. papa merasa dihianati. papa sangat benci dengan penghianatan," saut Pak Hasan


"Pa, mereka semua yang penipu, bukan mama," ucap Bu Jauza


"Ma, stop jangan menutupi kesalahan mama, aku adalah saksi percakapan mama dengan Kak Ratih," saut Fiona


Bu Jauza sangat syok dengan pengakuan dari Fiona. Bu Jauza tidak menyangka pertemuanya dengan Ratih adalah jebakan.


"Jadi kamu diam diam ikut menjebak mama, mama padahal sangat menyanyagimu tapi balasanmu seperti ini sama mama," ucap Bu Jauza


"Maaf Ma, aku melakukan ini karena ingin melindungi papaku, dan asal mama tahu aku dari dulu sudah curiga sama mama. jadi aku bersama keluarga Haidar bekerja sama untuk membongkar kejahatan mama," jawab Fiona


"Dasar anak tidak tahu diri, aku menyesal telah menyayangimu," ucap Bu Jauza


Fiona berlari ke arah ayahnya lalu memeluknya dengan erat. Fiona saat itu menangis di pelukan Pak Hasan.


"Pa, maafin Fiona sudah bikin papa sedih, Fiona tidak ingin papa dimanfaatkan oleh wanita itu," ucap Fiona


"Fi, papa gak apa apa kok," jawab Pak Hasan


Pak Hasan kemudian menatap Bu Jauza lalu mengatakan sesuatu.


"Ini adalah keputusan yang sangat berat bagi papa. tapi papa harus mengambil keputusan ini. hari ini papa memberikan talak pada mama dan secepat mungkin papa akan segera urus surat percerainya," ucap Pak Hasan

__ADS_1


"Pa, mama cinta sama papa, mama akan bertobat, jangan ceraikan mama," jawab Bu Jauza menangis


"Sekarang jangan panggil aku papa, dan aku tidak akan memanggilmu mama. aku sudah menalak dirimu, kamu bisa pergi jauh dari keluargaku," saut Pak Hasan


Tak lama kemudian, polisi datang untuk menangkap Jauza. Bu Jauza saat itu hanya bisa menangis dan memohon pada suaminya.


"Pa, tolong mama. mama tidak mau dipenjara. Ratih pasti sedih Pa," ucap Bu Jauza


"Aku memang menceraikanmu, kamu tenang saja menjalani hukumanmu. karena kamu pantas mendapat hukuman itu. Masalah Ratih , aku yang akan menjaganya," jawab Pak Hasan


"Pa....tolong mama....mama tidak mau dipenjara," teriak Bu Jauza


Polisi tak menggubris teriak Jauza langsung membawanya ke mobil. Ditengah perjalanan menuju mobil Bu Jauza berteriak dan menertawakan keluarga Haidar.


"Hai keluarga Haidar, kalian pikir aku sedih di penjara? hahaha...aku puas, sampai kapan pun kalian tidak akan menemukan Purnama hahaha...karena hanya aku yang tahu keberadaanya," teriak Bu Jauza


Tak lama kemudian, polisi membaws Bu Jauza pergi ke kantor polisi.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2