
--- Di Rumah Sakit ---
Di rumah sakit, dokter memeriksa kondisi Bu Halimah setelah memeriksa Dokter menyampaikan hasil pemeriksaanya.
"Bu Halimah sedang mengalami gejala tipes, untuk sementara Bu Halimah harus dirawat inap minimal 3 hari disini," ucap Dokter
"Oh baik dok," jawab Hesti
Dokter meninggalkan ruangan setelah memeriksa Bu Halimah. Di ruang tempat Bu Halimah dirawat hanya tinggal Hesti dan Fiona. Fiona saat itu bertanya pada Hesti tentang keluarga Bu Halimah.
"Hes, Bu Halimah ada keluarga?" tanya Fiona
"Ada, Bu Halimah punya suami yang dirawat disini juga karena leukimia, dan satu anak laki laki. Chintia barusan udah ngabarin anak laki laki Bu Halimah kalau Bu Halimah di rumah sakit," jawab Hesti
"Kasihan sekali anak Bu Halimah," ucap Fiona
"Iya Fi, pas Bu Halimah cerita saja semua orang nangis. anak Bu Halimah sudah jadi tulang punggung keluarga di usianya yang masih 20 tahun, pagi siang jualan ikan hiad keliling, sorenya ngajar TPQ, malam harinya sampek shubuh jadi petugas pom bensin," jawab Hesti
Mendengar cerita Hesti, Fiona terdiam membayangkan nasib kurang beruntung anak laki laki Bu Halimah. Namun tiba tiba juga dalam pikiranya terlintas seorang pria yang ditabraknya kemarin.
"Mengapa aku kepikiran pria itu tiba tiba ya?" batin Fiona
10 menit kemudian, anak Bu Halimah masuk ke ruangan menghampiri ibunya.
"Ibuk," ucap pria itu
Fiona dan Hesti saat itu terkejut melihat pria yang masuk kedalam ruangan. Khususnya Fiona yang tidak menyangka kalau dirinya bakal bertemu lagi dengan pria.
"Mas, bukanya Mas yang kemarin saya tabrak dan juga malamnya bertemu saya di pom bensin?" tanya Fiona
"Iya Mbak, jadi Mbak majikan ibu saya?" tanya balik pria itu
"Bukan, aku teman majikan ibumu," jawab Fiona
Pria itu kemudian menatap Hesti.
"Berati Mbaknya yang ini majikan ibu saya?" tanya pria itu menunjuk Hesti
"Iya, tapi ibu Halimah bekerja menjadi baby sister adik ipar saya. dan saya mau memberi tahu kalau ibu Halimah terkena gejala tipes harus dirawat tiga hari disini," jawab Hesti
__ADS_1
"Tiga hari?" tanya pria itu
Hesti paham apa yang dipikiran pria itu sekarang. Hesti yakin pria itu memikirkan biaya rumah sakit. Dengan tenang, Hesti langsung menjawab pertanyaan pria itu.
"Masalah biaya kamu tenang saja, keluarga kami yang menanggungnya," jawab Hesti
"Terima kasih banyak Mbak, eh maksud saya terima kasih banyak Nona," ucap pria itu
"Panggil aku Hesti saja, aku lagian juga seumuran sama kamu," jawab Hesti
Ponsel Hesti saat itu tiba tiba berbunyi. Hesti sontak membuka ponselnya melihat dosen memajukan jam kuliah tiba tiba.
"Fi, aku berangkat kuliah dulu ya? dosenku tiba tiba memajukan jadwalnya dan ini 40 menit lagi aku masuk. aku tinggal dulu ya," ucap Hesti
"Perlu aku antar? kamu kan gak bawa mobil," tawar Fiona
"Gak usah, kamu disini saja dulu jaga Bu Halimah bareng Mas nya, aku pergi dulu bye..." saut Hesti.
Hesti pergi meninggalkan ruangan, hanya tersisa pria itu dan Fiona dalam ruangan. Suasaja sedikit hening tanpa pembicaraan, akhirnya Fiona saat itu memulai pembicaraanya.
"Mas, maaf kalau boleh tahu namanya siapa?" tanya Fiona
"Oh iya Mas, salam kenal saya Fiona," ucap Fiona
"Iya Mbak," saut Ihsan
Ihsan saat itu merogoh saku bajunya lalu memberikan sesuatu pada Fiona.
"Mbak, ini kembalian bensin kemarin 23.000," ucap Ihsan
"Mas tidak usah, saya ikhlas. anggap saja ganti rugi kemarin, kalau kurang bisa saya tambahin Mas ganti ruginya," jawab Fiona
"Gak apa apa Mbak, saya juga salah waktu itu. ini Mbak uangnya harus Mbak terima," saut Ihsan
Fiona saat itu akhirnya mau menerima uang itu tapi dirinya mengajukan syarat.
"Mas, aku mau menerimanya tapi ada syaratnya," ucap Fiona
"Syaratnya apa Mbak?" tanya Ihsan
__ADS_1
"Aku mau membeli ikan hias," jawab Fiona
Sebenarnya Fiona ingin membeli ikan hias Ihsan karena ingin membantunya karena merasa tidak enak dengan kejadian kemarin.
"Iya Mbak, tapi saya bisanya besok. karena hari ini saya sudah langsung setoran ke bos saya karena tahu ibu saya sakit," ucap Ihsan
"Oh bisanya besok ya? jadwal kuliah saya besok padat. gak apa apa kapan kapan saja," jawab Fiona
Melihat raut wajah Fiona sedikit murung, Ihsan akhirnya menemukan jalan keluarnya.
"Mbak, kalau Mbak mau sekarang kebetulan bos saya adalah tetangga saya sendiri. Mbak. bisa langsung ke rumah bos saya," ucap Ihsan
"Benarkah? ya sudah saya ingin Mas antar saya kesana," jawab Fiona
"Sekarang Mbak? tapi ibu saya siapa yang jaga?" tanya Ihsan
Tak lama kemudian, Nenek Irah datang ke ruangan tempat Bu Halimah dirawat bersama supirnya.
"Kalian pergi saja dulu gak apa apa. biar nenek yang jaga," ucap Nenek Irah
"Tapi..." jawab Ihsan terpotong
"Gak apa apa, bukanya sekalian kamu siap siap berangkat kerja. kamu tenang saja. Ibu Halimah sudah saya anggap bagian dari keluarga saya," saut Nenek Irah
"Terima kasih banyak Nek," jawab Ihsan
"Iya sama sama," saut Nenek Irah
"Baik Nek, saya dan Mas Ihsan mau pergi sebentar. saya mau beli ikan hias, assalamualakum," ucap Fiona
"Iya, waalaikumsalam," jawab Nenek Irah
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1