
Zeva mengajak ayahnya turun dari mobil menuju taman dekat sekolah. Zeva menarik tangan ayahnya dengan kasar karena terlalu bersemangat. Yasir yang melihat tingkah lucu anaknya hanya bisa menuruti arah jalan anaknya yang sangat bersemangat hendak menemui temanya.
Sementara Daniel dan Galih masih memakai kostum badut donal dan desy tapi penutup kepalanya dilepas. Mereka berdua sangat gerah karena kostum yang dipakainya. Galih yang sudah tidak tahan dengan gerah ditubuhnya memakai kostum mengeluh pada Daniel.
"Nil, kamu yakin Zeva mau ketemuan disini sama kita? jangan jangan kamu di kibulin sama anak kecil," ucap Galih
"Tunggu aja, mungkin Zeva lagi cari cara mau menemui kita, Zeva bukan anak yang pandai seperti itu," jawab Daniel
"Aku gerah banget Nil, bajuku sudah basah dengan keringat karena kostum ini," saut Galih
"Kamu pikir aku gak gerah pakai ini, seharusnya kamu yang salah dalam hal ini. kamu sendiri kan yang pilih kostum," jawab Daniel
"Eh, kamu itu ya, cerewet banget. emang bener kamu itu kadal ceriwis," ucap Galih
"Daripada kamu komodo lapuk, sampai sekarang belum jebol goal," jawab Daniel
"Eh dasar, ngomongmu gak bisa di rem. malam ini pasti goal. lihat saja," saut Galih
5 menit kemudian Daniel dan Galih melihat teriakan Zeva
"Paman...." teriak Zeva
Zeva berlari menghampiri Daniel dan Galih. Namun disaat itu juga, Daniel sangat terkejut melihat Yasir yang bergandengan tangan bersama Zeva. Tanpa disengaja, pandangan Daniel tertuju pada Yasir.
"Paman," ucap Daniel
"Daniel," jawab Yasir
"Ayah sudah mengenal paman? dan mengapa paman memanggil ayahku paman," ucap Zeva
__ADS_1
"Iya sayang, paman mengenalnya," jawab Yasir
"Wah, makanya ayah beberapa hari yang lalu paman ini masuk dalam rumah mau bertemu denga ayah, tapi diusir sama kakek," ucap Zeva
"Mencari ayah? dan diusir kakek?" tanya Yasir
"Iya ayah," jawab Zeva
Yasir dan Daniel saling menatap saat itu. Yasir penasaran dengan alasan Daniel mau menemuinya.
"Kamu mencariku?" tanya Yasir
"Iya paman, ada suatu hal yang ingin aku tanyakan pada paman," jawab Daniel
Yasir menatap Zeva kemudian menyuruh Zeva bermain dengan Galih.
"Sayangnya ayah, main sama paman yang itu ya? ayah mau ngomong bentar sama paman ini," ucap Yasir
Galih yang paham kode dari Yasir mengajak Zeva bermain di ayunan taman.Semantara Yasir dan Daniel masih tak bergeming ditempatnya. Lama tak bertemu membuat keduanya saling canggung. Daniel saat itu yang memulai pembicaraaan
"Paman, apa kabar," ucap Daniel
"Aku baik, kamu gimana kabarnya," jawab Yasir
"Alhamdulillah baik, aku baru tahu kalau paman punya anak. anak paman cantik," ucap Daniel
"Iya Nil, paman dan bibimu ini perlu pengorbanan besar untuk memiliki Zeva. Dulu paman dan bibimu 13 tahun menikah belum dikaruniai anak. kami memutuskan mengikuti progam bayi tabung yang biayanya fantantis. kehadiran Zeva benar benar menghidupi keluarga Mahardika setelah ayahmu tiada," jawab Yasir
"Iya paman, alhamdulillah perjuangan paman dan bibi berhasil," ucap Daniel
__ADS_1
"Iya Nil, sekarang kamu tinggal dimana pasca musibah kebakaran dulu?" tanya Yasir
"Aku bersama istriku paman. kami tinggal dikontrakan." jawab Daniel
Mendengar kabar keponakan sudah menikah tentu saja Yasir sangat terkejut
"Kamu sudah menikah? berapa bulan? mengapa tidak mengundang keluarga Mahardika. setidaknya paman pasti hadir walau kakek dan nenek membencimu," tanya Yasir
"Hampir 11 bulan paman, maaf paman kami sebenarnya juga karena kesalahpahaman yang sekarang menjadi cinta," jawan Daniel
Daniel menceritakan keharmonisan rumah tangganya pada Yasir saat itu. Yasir senang melihat keponakanya kini sudah bahagia. Di tengah tengah saat bercerita, Daniel mulai masuk bertanya tentang asal usul diirnya.
"Mumpung paman disini, aku mau bertanya pada paman," ucap Daniel
"Bertanyalah," jawab Yasir
"Paman, aku mohon dengan jujur, apakah Yazid ayahku itu bukan ayahku?" tanya Daniel
"Tentu saja Yazid adalah ayahmu, mengapa kamu bertanya seperti itu," jawab Yasir
"Aku mohon paman. paman tolong jujur kepadaku tentang masa laluku. aku bahkan penasaran mengapa kakek nenek membenciku sejak kecil. namaku juga tidak ada marga mahardika" ucap Daniel
"Jika itu maumu, baiklah paman akan bercerita tentang masa lalu ayahmu," jawab Yasir
Degg
---------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga