Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
97. RENCANA 5


__ADS_3

"Bukti apa yang kau miliki? aku yakin kau hanya menggertaku saja. Haha..." jawab Niken


"Bukti pesan tulis, bukti pesan suara, bukti transaksi, dua saksi preman, dan terakhir kau pasti mengenal benda ini," saut Daniel


Degg...


Niken membelakan matanya saat melihat gelang dengan ukiran nama Niken terjatuh. Daniel menemukan bukti gelang Niken lalu menaruhnya dengan sapu tangan dan memasukanya dalam plastik.


Daniel yakin gelang temuanya itu memjadi bukti kuat untuk menjerat Niken. Sebelum mengambilnya Daniel sempat memotret gelang Niken di tempat saat ditemukanya. Sementara untuk bukti bukti yang lain, Daniel mendapatkanya dari Martin dan Gerry yang sekarang masih terkapar tak berdaya pasca pertengkaran tadi.


Niken terlihat panik dan ketakutan. Banyak keringat bercucuran membasahi wajah dan tubuh Niken. Namun tetap saja, Niken masih bersikukuh mengelak kalau gelang itu miliknya.


"Itu bukan miliku, kau pasti menjebaku," ucap Niken


"Yakin ini gelang bukan punyamu? apa kamu tidak ingat sosial mediamu?" tanya Daniel


"Apa maksudmu? aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan," saut Niken


"Apakah kamu takut?" tanya Daniel


"Aku? Aku sama sekali tidak takut. gelang itu bukan miliku. kalian tidak memiliki bukti yang kuat," jawab Niken


"Apa kau yakin kami berdua tidak memiliki bukti kuat kalau itu gelangmu?" tanya Galih


"Aku yakin gelang itu bukan miliku, kalian berdia memfitnahku," jawab Niken


"Memfitnahmu? aku rasa ini bukti cukup mengingatkan gelang milikmu itu, dan tentunya akan ada sidik jarimu di gelang itu," ucap Galih


Galih saat itu menghampiri Niken lalu memperlihatkan ponselnya. Di layar ponsenya, Niken melihat foto dirinya bersama Zaka dan Bu Hartatik. Dalam fotonya Niken terlihat tersenyum sumringah memakai gelang dengan ukiran namanya. Foto itu adalah foto ulang tahun Niken setahun yang lalu. Niken sangat kesal saat mengetahui ternyata Galih cukup cerdik. Galih mendapatkan foto itu dari akun instagram Niken.

__ADS_1


"Sial, mereka berdua menjebaku. sumpah, hari ini aku apes banget." batin Niken


Melihat Niken yang terdiam, Daniel kembali mengintrogasi Niken agar mengakui kepemilikan gelang ukiran itu.


"Bagaimana? sudah melihatnya?" tanya Daniel


"Gelang ukiran itu mungkin sama persis saja," jawab Niken


"Sama persis saja? atau memang gelang ini milikmu?" tanya Daniel


"Memang hanya sama persis. gelang itu bukan punyaku. sekarang lepaskan aku. aku tidak ada urusan dengan kalian berdua," jawab Niken


"Semudah itukah kami berdua harus melepaskanmu? kau ingin kabur dari permainanmu?" tanya Daniel


"Gelang itu memang bukan punyaku," ucap Niken


Niken kembali terdiam karena tak bisa membuktikanya. Sebenarnya gelang Niken memanh hilang. Tapi Niken tidak menyadari kalau gelangnya sudah ditemukan Daniel di gedung tua ini.


Daniel melihat Niken kembali terdiam sontak menertawai Niken dan menyindirnya.


"Hahaha....mana gelangmu itu? tidak ada kan?" tanya Daniel


"Ada di rumah, aku menyimpanya," jawab Niken bohong


"Kau pikir aku bodoh? jangan harap bisa lepas dariku. keluargamu telah mengusik rumah tanggaku. mereka akan menanggung akibatnya termasuk dirimu," saut Daniel


"Urusanmu dengan Kak Zaka, bukan dengan diriku. aku tidak tahu apa apa tentang acara pertunangan itu," jawab Niken


"Iya kau memang tidak tahu apa apa soal lamaran itu. tapi kau yang memulai permainan ini. jadi kaulah yang harus mengakhirinya." saut Daniel

__ADS_1


"Apa maksudmu? tolong lepakan aku," teriak Niken


"Semua sudah terungkap. jangan mengelak," saut Daniel


Setelah mengintrogasi Niken, Daniel mengajak Galih untuk menjalankan rencana selanjutnya.


"Galih, sepertinya semuanya sudah terungkap jelas. sekarang kita akan membawanya ke rumah Chintia," ucap Daniel


"Iya kita akan berangkat naik mobilku saja. aku rasa kita masih memiliki 20 jam lagi untuk mengacaukan pesta itu," jawab Galih


"Butuh waktu 9 sampai 10 jam disana," ucap Daniel


"Semoga saja tidak macet. karena besok hari minggu," jawab Galih


"Iya sepertinya kita harus berangkat sekarang, tapi bagaimana dengan sepupumu itu? apakah semuanya sudah selesai? " tanya Daniel


"Kita tunggu saja," jawan Galih


"Hmm...baiklah," saut Daniel


"Chintia, aku sudah menjalankan rencanaku. tunggu aku Chintia, aku berjanji akan segera menyusulmu disana. Chintia, kamu adalah miliku dan aku adalah milikmu. tidak akan aku biarkan laki laki lain merebutmu dariku. aku mencintaimu Chintia." batin Daniel


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2