
Setelah belanja di supermarket, Dalam mobil, Chintia iseng iseng melihat story whatsapp Hesti dan Melati. Story Hesti dan Melati hanya tulisan link film drama korea. Chintia kepo dengan film tersebut mencoba menekan link itu lalu menonton film drama korea. Chintia menonton filmnya dengan serius. Daniel yang melirik keseriusan Chintia menonton film drama korea hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sangat aneh, dulu Chintia tidak menyukai film drama korea justru malah saat hamil Chintia tiba tiba menyukai film drama korea.
Dalam filmnya, Chintia melihat makanan namanya kimci. Chintia yang tidak pernah memakan kimci tiba tiba ingin sekali makan kimci. Tanpa ragu, Chintia meminta Daniel membelikan kimci untuk dirinya.
"Mas, aku ingin makan kimci," ucap Chintia
"Apa? sate kelinci?" tanya Daniel
"Bukan Mas, namanya kimci," jawab Chintia
"Kimci? Mas sangat asing mendengarnya. apa kamu tahu makanan seperti apa itu kimci?" tanya Daniel
"Di film ini Mas, kelihatanya enak. aku ingin makan ini Mas," jawab Chintia
"Jadi belinya di korea?" tanya Daniel
"Nggak tahu Mas, ayo Mas cari itu makanan yang namanya kimci," jawab Chintia
"Chintia, bukanya Mas menolak permintaanmu, ini Mas sama sekali tidak tahu dimana kita membeli kimci," ucap Daniel
Chintia cemberut karena keinginanya tidak dikabulkan. Daniel saat itu berpikir Chintia ngidam. Jika tidak dituruti keinginanya anaknya akan ileran. Daniel mencegah hal itu terjadi, dengan tanggap Daniel mencari tahu tentang makanan kimci dan restoran jakarta yang menjual makanan kimci.
__ADS_1
"Oh, jadi ini namanya kimci, keliatanya pedas. di jakarta ini ada yang jual dan bisa order. ya sudah deh aku pesan saja buat keluarga di rumah sekalian," batin Daniel
Daniel memesan Kimci melalui ojek online dan hanya menunggu kurir sampai rumah. Setelah memesan kimci lewat ojek online, Daniel melanjutkan kemudinya menuju rumah.
15 menit kemudian, Daniel dan Chintia yang sudah sampai rumah dikejutkan dengan Hesti yang menyiapkan hidangan kimci di meja makan. Chintia yang sangat senang saat itu tak henti hentinya memuji Hesti.
"Wah, Hesti kamu sangat peka sekali sih, tahu aja aku ingin kimci, tadi Mas Daniel gak mau beliin aku kimci," ucap Chintia
"Oh jadi yang ingin kimci kamu Chin, ini yang pesan Mas Daniel untuk kita semua. aku aja kaget lho, pas kurir bilang Mas Daniel pesan kimci. lagian kamu emang pernah makan kimci?" tanya Hesti
"Apa Mas Daniel yang pesan?" tanya Chintia
"Kamu bisa lihat struknya kalau nggak percaya," jawab Hesti
Chintia melihat struknya dan benar saja Daniel yang memesanya. Tapi Chintia saat itu heran kapan Daniel memesan kimci padahal seharian ini bersamanya.
"Pas di mobil, tadi Mas diam diam pesan kimci ketika kamu lagi cemberut, Mas tadi mikir mungkin kamu ngidam," jawab Daniel
"Wah, ternyata bener kata nenek, kamu hamil, selamat ya Chin, aku ikut senang dengarnya," saut Hesti
"Iya Hes, alhamdulillah. sekarang aku dan bayiku lapar ingin kimci," jawab Chintia
"Semua sudah siap Nyi Ratu, monggo dimakan, aku akan membawa nenek kemari" ucap Hesti
Chintia dan Daniel saat itu duduk bersama di meja makan. Tak lama kemudian Hesti dan Nenek Irah ikut bergabung di meja makan. Semetara Galih tidak ikut bergabung karena masih berkerja di kantor.
__ADS_1
Daniel, Chintia, Hesti dan Nenek Irah bersiap menikmati kimcinya. Namun saat makan kimci, hanya semua merasa aneh dengan rasa kimci kecuali Hesti.
"Aihh....ini makanan apa yang kamu beli. ini masam dan pahit sekali," ucap Nenek Irah
"Nek, ini Chintia ngidam makanan ini jadi aku membelikanya. aku tak menyangka rasanya kaya gini diluar ekspetasiku," jawab Daniel
"Padahal kayaknya enak lo, kok gini sih rasanya. jangan jangan ini bukan kimci yang dimakan orang orang di film tadi," ucap Chintia
"Kimci ini rasanya memang gini. ini enak lo. kok kalian pada gak suka sih, aku mah sering banget makan kimci," jawab Hesti
"Enak katamu? ini masam banget, pahit, pedas. lidahmu mungkin bermasalah Hes," ucap Nenek Irah
"Kimci memiliki ciri khas rasanya yang masam, pedes, asin, manis dan juga agak pahit. ini masakan khas korea. rasanya yang kaya gitu justru memberi sensasi yang nikmat dan segar," jawab Hesti
"Ah, kalau gitu kamu makan saja sendiri, lidah nenek gak cocok sama makanan itu," saut Nenek Irah
"Aku menyesal menginginkan ini tadi, rasanya gak enak sama sekali," jawab Chintia
"Ya sudah Hes, kamu habiskan semuanya.kayaknya hanya lidahmu yang cocok dengan kimci ini," saut Daniel
Hesti hanya tersenyum melihat keluarganya yang tidak menyukai kimci.
---------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga