
Setelah mereka bertiga duduk bersama. Galih, Daniel dan Ihsan saat itu mulai berbincang. Perbincangan diawali dari Galih yang ingin mengetahui latar belakang Ihsan.
"Ihsan, apakah benar dulu kamu tidak menuntaskan pendidikanmu?" tanya Galih
"Iya Pak, saya tidak tamat SMA. karena dulu keluarga kami hidup dalam keterbatasan ekonomi, bapak juga kena PHK di kantornya," jawab Ihsan gugup
"Sejak berhenti sekolah saat itu juga kamu bekerja?" tanya Galih
"Iya Pak, semenjak bapak habis di PHK. saya kerja bantu bapak. tapi pas bapak mulai sakit saya menjadi tulang punggung keluarga, bahkan karena penghasilan saya gak cukup buat obat bapak, akhirnya ibuk mau melamar jadi baby sisternya anak Pak Daniel," jawab Ihsan
Mendengar kata PHK, Galih penasaran dengan perusahaan yang memecat Pak Hendro.
"Kamu tahu dimana perusahaan dulu ayahmu bekerja?" tanya Galih
"Saya tidak tahu, tapi insyallah berkasnya ada di laci rumah," jawab Ihsan
"Laci rumah? berkas itu apa sudah kamu baca?" tanya Galih
"Saya mah gak tahu apa apa Pak, tapi bapak pernah bilang sama saya dan Ibuk, suatu hari nanti bapak akan mengajaku ke istananya." jawab Ihsan
Galih dan Daniel sontak terkejut dengan apa yang dikatakan Ihsan. Tanpa berpikir panjang, Galih langsung bertanya maksud ucapan Ihsan
"Apakah ayahmu punya keluarga? atau dulu kaya raya memiliki istana?" tanya Galih
"Bapak hanya pernah cerita kalau ibuk adalah malaikat penyelamatnya saat kecelakaan," jawab Ihsan
"Jadi ayah dan ibumu pertama kali bertemu saat kejadian kecelakaan itu?" tanya Galih
Ihsan hanya mengangguk
Galih saat itu menatap Daniel sejenak kemudian memberikan isyarat kedipan mata agar Daniel melanjutkan perbincanganya. Daniel mengangguk paham dengan isyarat Galih langsung melanjutkan perbincanganya
"Ihsan, bapak kamu sakit sejak kapan?" tanya Daniel
"Sudah dua tahun ini, Pak," jawab Ihsan
__ADS_1
"Eh...Ihsan tadi kamu bilang bapak kamu di PHK itu karena apa ya?" tanya Daniel
"Nggak tahu kalau itu, tapi bapak merasa ada oknum yang menjatuhkanya saat itu. bapak di PHK secara sepihak tanpa pesangon, disitulah kehidupan kami mulai susah," jawab Ihsan
"Tadi kamu bilang di laci kan?" tanya Daniel
"Maksud bapak? berkas PHK itu?" tanya balik Ihsan
"Iya benar," jawab Daniel
Ihsan terdiam sejenak mengerutkan dahinya karena merasa ada sesuatu yang aneh. Tanpa berpikir panjang, Ihsan bertanya maksud dari pertanyaan Daniel.
"Maaf, buat apa Pak Daniel dan Pak Galih mencari berkas itu?" tanya Ihsan
"Emm..sebenarnya..." jawab Daniel terpotong
"Sebenarnya kita hanya ingin tahu saja," saut Galih
Ihsan kemudian mengangguk dan memilih diam. Namun dalam pikiranya Ihsan mulai menaruh kecurigaan pada Daniel dan Galih
Galih dan Daniel saat itu menyadari Ihsan mulai mencurigainya. Galih saat itu mengambil ahli dengan membicarakan topik lainya.
"Emm..Ihsan, apakah kamu masih berjualan ikan hias?" tanya Galih
"Tidak Pak, semenjak berkerja jadi asistenya Pak Daniel saya sudah gak jualan ikan hias keliling," jawab Ihsan
"Hmm...syukurlah kehidupanmu lebih baik sekarang. semoga kamu nyaman bekerja di kantor," ucap Galih
"Iya Pak," jawab Ihsan.
Setelah itu tidak ada perbincangan dari mereka. Daniel dan Galih saat itu fokus memakan buah pir yang dikupaskan Ihsan. Sementara Ihsan tanganya terus memijit kaki ayahnya yang masih terbaring lemah.Hingga tak lama kemudian, tangan Pak Hendro mulai bergerak dan tentunya membuat Ihsan senang.
"Pak, tangan bapak bergerak," ucap Ihsan
"Ayahmu sudah sadar?" tanya Galih
__ADS_1
"Iya, saya panggil dokter dulu. tolong Pak Daniel dan Pak Galih jaga bapak saya sebentar," jawab Ihsan
Ihsan kemudian bergegas keluar memanggil dokter. Sementara Galih dan Daniel yang masih dalam ruangan mencoba mendekati Pak Hendro. Terlihat sangat jelas, tangan Pak Hendro sudah mulai bergerak. Galih saat itu mengenggamnya kemudian tak lama kemudian Pak Hendro sadar.
"Bapak sudah sadar?" tanya Galih
Pak Hendor perlahan lahan membuka matanya kemudian tersenyum memanggil nama Galih.
"Galih...kamu Galih kan?" tanya Pak Hendro lirih
Degg...
Galih saat itu yang terkejut hanya bisa mengangguk. Anggukan Galih dibalas senyuman oleh Pak Hendro. Kemudian tatapan Hendro beralih ke Daniel..l
"Kamu siapa?" ucap Pak Hendro
"Saya Daniel Pak," jawab Daniel
"Kau mirip sekali Putra, dia adiknya Galih yang dibawa pergi mantan istriku," saut Pak Hendro
Galih dan Daniel hanya terdiam mendengarkan ucapan Pak Hendro. Namun disaat yang bersamaan, Ihsan dan dokter ternyata sudah masuk dalam ruangan. Dan secara tak sengaja pula Ihsan mendengar kalimat terakhir ucapan Pak Hendro.
"Maksud bapak?" tanya Ihsan
Degg..
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
nb : maaf atas keterlambatanya, author sedang sibuk tugas akhir. terima kasih semuanya.
__ADS_1