
Esok hari karena tidak ada jam kuliah Hesti ingin mengajak Melati belanja di supermarket membeli kebutuhan dapur.
"Mel, ayo kita pergi belanja ke supermarket." ucap Hesti
"Wah, maaf ya Hes, aku hari ini mau jalan jalan sama pacar aku. besok saja ya?" jawab Melati
"Iya sudah, aku bisa sendiri. aku besok nggak bisa soalnya karena mau nyari kodok buat persiapan praktikum biologi hari senin," ucap Hesti
"Ok, kalau gitu aku pamit dulu ya Hes, pacarku udah jemput di depan pagar. telepon aja ya kalau butuh sesuatu, Bye..." ucap Melati
"Bye...aku juga mau pergi," jawab Hesti
Hesti kemudian mengunci pintu kontrakanya kemudian bergegas pergi ke supermarket menggunakan mobil.
---- Di Supermarket -----
20 menit kemudian
Hesti sudah sampai di supermarket. Sesampainya di supermarket, Hesti membeli beberapa kebutuhan bahan dapur yang meliputi sayuran, buah buahan, ikan dan daging. Setelah selesai belanja, Hesti menuju kasir untuk membayar belanjaanya.
Di kasir, Hesti ikut mengantri bersama pengunjung lainya. Antrianya cukup panjang sehingga membuat Hesti merasa capek dan jenuh.
"Huh, gini nih nasib wanita jomblo. berangkat ke supermarket sendiri, belanja sendiri, bawa belanjaan sendiri, bayar belanjaan sendiri, antri sendiri, Haduh..." batin Hesti
Untuk menghilangkan kebosananya Hesti bermain permainan Hago di ponselnya sambil menunggu antrian di kasir. Namun baru saja beberapa menit bermain ponsel, tiba tiba ada seseorang yang menarik lengan Hesti lalu menanyakan kondisi Hesti.Terlihat orang yang menarik lengan Hesti mengkhawatirkan kondisi Hesti.
"Hesti, gimana keadaamu? apakah kamu baik baik saja, aku sangat khawatir dengan kondisimu semalam." ucap orang itu
Hesti terkejut lenganya dipegang oleh seseorang. Hesti kemudian mendongakan kepalanya lalu melihat orang itu. Hesti merasa orang itu sudah tidak asing baginya. Dan juga Hesti baru beberapa kali bertemu dengan orang itu. Namun heranya orang itu tiba tiba menanyakan kabarnya dan terlihat khawatir kepadanya.
"Mas Galih, ada apa ini Mas? mengapa Mas tiba tiba khawatir dan nanyain kabar saya?" tanya Hesti
"Aku melihatmu menangis semalam," jawab Galih
__ADS_1
"Saya menangis? darimana Mas tahu?" tanya Hesti
"Aku melihatmu di story instagram kamu menangis semalam. apa ada yang menyakitimu?" jawab Galih
"Haha... jangan bertindak konyol deh Mas, dan jangan khawatir berlebihan Mas, saya kemarin kepedasan makan mie samyang dan terbawa suasana nonton drama korea," saut Hesti
"Kalau kamu semalam baik baik saja, mengapa kamu tidak mengangkat teleponku dan membalas pesan dariku?" tanya Galih
Degg...
Hesti terkejut saat Galih mengatakan semalam telah berkali kali meneleponya. Hesti mengenyitkan dahinya kemudian bertanya pada Galih tentang nomor tidak dikenal semalam.
"Eits tunggu...apa nomer tidak dikenal itu yang kemarin balas pesan mengenal saya dan mengetahui nama lengkap saya adalah nomermu, Mas?" tanya Hesti
"Iya itu nomerku. mengapa tidak kamu angkat? di save dong," jawab Galih
Hesti merasa geram dengan Galih karena ternyata nomer tidak dikenal semalam yang terus menganggunya adalah nomer Galih.Tanpa ragu, Hesti memukuli lengan kekar Galih karena emosinya sudah tak tertahankan.
"uuhhh...dasar...!!!" teriak Hesti
"Mas Galih, gara gara Mas Galih saya kemarin malam merasa merinding, merasa ketakutan, saya merasa diteror," ucap Hesti
"Hehe...ampun Hes, udah dong mukulnya, aku nyerah, aku minta maaf," jawab Galih
Hesti menghentikan pukulanya kemudian berpaling menghindari Galih karena merasa kesal. Galih yang melihat Hesti marah kepadanya langsung meminta maaf pada Hesti.
"Hes, tolong maafin aku, aku kemarin cuma iseng ingin ngerjain kamu, tapi sepertinya kelewatan, aku mohon maafkan aku," ucap Galih
"Mas Galih dapat nomer ponsel saya dari mana? saya belum pernah kasih nomer saya ke Mas Galih loh? kita juga dua kali ini ketemu," jawab Hesti
"Aku tahu nomer ponselmu dari biodatamu di instagram," ucap Galih
"Oh Iya yah, pikun banget diriku, ada nomer ponselku di bio, mengapa aku tidak sadar dari kamarin, hmmm..." batin Hesti
__ADS_1
Hesti dan Galih kemudian saling terdiam menunggu antrian kasir. Galih tersenyum melihat wajah Hesti yang imut ketika cemberut. Hesti tidak sengaja sekilas melihat Galih tak berhenti menatapnya langsung menegurnya.
"Mas Galih, ada apa lihat lihat?" tanya Hesti
"Eh, tidak apa apa kok, apakah kamu sudah memaafkaku?" ucap Galih
"Belum, saya masih marah," jawab Hesti
"Jika kamu masih belum memaafkanku. apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memafkanmu? kamu ingin sesuatu? akan aku kabulkan," ucap Galih
"Benarkah?" tanya Hesti
"Iya, mintalah sesuatu padaku, anggap saja sebagai bentuk permintaan maafku kepadamu," jawab Galih
Mendengar ucapan Galih, Hesti teringat besok minggu harus mencari kodok untuk persiapan praktikum biologi hari senin. Tanpa ragu dan berpikir panjang, Hesti memanfaatkan momentum ini dengan mengajak Galih mencari kodok besok minggu.
"Baiklah saya akan memaafkan Mas Galih tapi ada syaratnya," ucap Hesti
"Apa syaratnya?" tanya Galih
"Besok aku mau mengajak Mas Galih ke rumah budheku di Depok mencari kodok," jawab Hesti
"Hah? Ke Depok mencari Kodok?" ucap Galih
"Iya, kodoknya nanti buat praktikum biologi hari senin besok," jawab Hesti
"Hmm...baiklah aku setuju, aku akan ikut bersamamu mencari kodok," saut Galih bergidik ngeri
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga