Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
90. HANYA KARENA UANG


__ADS_3

Setelah membeli cincin lamaran dan baju pengantin, Zaka mengajak Chintia makan malam di restoran. Sesampainya di restoran, terlihat semua menu hidangan sudah tersaji dengan desain romantis. Dan didalam restoran, tidak ada pengunjung lain selain Chintia dan Zaka. Chintia curiga semua ini pasti adalah rencana Zaka. Tanpa berpikir panjang Chintia bersihkeras tidak mau menikmati makan malam romantis bersama Zaka.


"Mas Zaka, aku tidak mau makan disini," ucap Chintia


"Sayangnya aku terlanjur ingin makan disini, semua sudah aku desain romantis," jawab Zaka


"Aku merasa tidak lapar, jadi aku menemanimu saja," ucap Chintia


"Kapan kamu makan? sejak siang tadi kita sibuk mencari cincin lamaran dan gaun pengantin untukmu," jawab Zaka


"Tapi aku tidak mau makan malam dengan suasana seperti ini," ucap Chintia


"Ini adalah makan malam romantis kita. jadi jangan menolak. aku adalah calon suamimu. masih ingatkah kamu apa yang terjadi jika kamu membantahku? tanamkan itu di otakmu," jawab Daniel


Chintia akhirnya dengan terpaksa luluh karena ancama dari Zaka. Chintia ikut makan malam bersama dengan nuansa romantis yang di desain Zaka. Dalam pikiranya, Chintia merasa bersalah dengan Daniel karena melakukan hal romantis dengan pqksa bersama pria lain. Zaka yang terus mengancam membuat Chintia harus takluk dan tidak bisa berbuat apa apa.


Penderitaan Chintia tidak hanya hal itu saja. Saat makan malam Zaka menyuruhnya menyuapinya.


"Suapi aku sekarang," ucap Zaka


"Mas Zaka bisa makan sendiri," jawab Chintia


"Aku bilang suapi aku sekarang. tidak ada penolakan," saut Zaka


Chintia menuruti ucapan Zaka dengan langsung memakai sendok. Namun baru saja menyendokan sendoknya ke makananya, Zaka menegur Chintia dengan nada sedikit membentak.


"Lama sekali. kalau tidak bisa pakai sendok, suapi aku dengan tanganmu. Cepetan !" tegas Zaka


"Maaf Mas, aku akan menyuapimu dengan sendok," jawab Chintia


"Mengapa tidak pakai tangamu? kamu jijik? aku tidak mau tahu suapi aku dengan tanganmu," saut Zaka

__ADS_1


"Mas Zaka, aku tidak bisa melakukan ini selain kepada suamiku" ucap Chintia


"Kamu ingin keluargamu hancur? sekali lagi kamu menyebut kata suami untuk preman itu. aku akan menghancurkan keluargamu," jawab Zaka


"Baik Mas, aku akan menyuapimu," saut Chintia


Chintia akhirnya dengan terpaksa menyuapi Zaka dengan tanganya. 15 menit kemudian, Zaka dan Chintia sudah selesai menyantap makananya. Selesai makan, Zaka mengatarkan Chintia ke rumahnya dan beranjak pergi.


--- Di Rumah ---


Sesampainya di rumah, Chintia sangat kesal dengan ayahnya. Chintia tidak terima di jodohkan dengan Zaka. Belum sah menjadi suami istri aja Zaka sudah terus mengancamnya apalagi jika sudah sah menjadi suami istri. Chintia pasti bakal tidak kuat menjalaninya.


Di ruang tamu, Pak Bariq dan Bu Rahma melihat Chintia sangat kesal hari ini. Pak Bariq saat itu merasa pasti Chintia habis ribut dengan Zaka. Tidak ingin anaknya dan calon menantunya terus ribut tanpa berpikir panjang Pak Bariq menghampiri Chintia di kamar.


"Chintia, kamu habis ribut dengan Zaka?" tanya Pak Bariq


"Pak, aku mau tanya sesuatu pada Bapak," saut Chintia


"Apa benar Bapak meminta uang 300 juta ke Mas Zaka saat melamarku?" tanya Chintia


"Iya benar, karena saat itu sawah di lahan saudara Bapak habis gagal panen," jawab Pak Bariq


"Hanya demi uang Bapak menjodohkanku dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai. apa Bapak pikir aku bahagia? itu membuatku tertekan Pak, Mas Zaka terus mengancamku," saut Chintia


"Lupakan suamimu itu dan belajarlah mencintai Zaka, maka Zaka akan luluh kepadamu dan tidak terus mengancamu.Zaka pasti mengancamu karena kami terus memikirkan suami premanmu itu," ucap Pak Bariq


"Pak, aku mohon bebaskan aku. aku tidak mau menikah dengan Mas Zaka," jawab Chintia


"Mudah saja, jika kamu ingin membatalkan acara lamaran besok dan memilih hidup bersama suami premanmu itu.tinggalkan rumah ini dan jangan kembali lagi. dan juga jangan akui Bapak dan Ibumu sebagai orang tuamu," saut Pak Bariq


"Tapi pak..." ucap Chintia terpotong

__ADS_1


"Semua keputusan ada pada dirimu anaku," jawab Pak Bariq kesal


Pak Bariq meninggalkan Chintia di kamar. Sementara Chintia hanya bisa menangis didalam kamar.


Chintia tak habis pikir dengan ayahnya yang rela menukarnya dengan uang. Chintia yang hatinya tak tenang menelpon Daniel.


📞 "Hallo, assalamualaikum Mas," ucap Chintia


📞 "Waalaikumsalam, ada apa? kamu menangis?" tanya Daniel


📞"Mas, aku tertekan Mas, aku tidak tenang," jawab Chintia


📞"Chintia, ceritakan sama Mas apa yang terjadi?" tanya Daniel


📞 "Mas, Bapak ternyata menjualku Mas, Mas Zaka memberi Bapak uang 300 juta agar bisa melamarku. aku hancur Mas, aku mau melarikan diri, aku benci bapak," jawab Chintia


📞"Chintia, nggak boleh ngomong gitu. Bapak mungkin ada sebab mengapa meminta 300 juta itu. Sampai kapan pun Bapak adalah orangtuamu. kamu harus berbakti pada Bapak yang sudah menafkahi kamu dan Ibu. Mas tidak mau kamu membenci Bapak," ucap Daniel


📞 "Mas, apakah aku harus menerima laki laki pilihan bapak jika aku harus berbakti pada Bapak?" tanya Chintia


📞 " Chintia, maksud Mas kamu gak boleh benci ayah. urusan lamaranmu besok biar Mas yang akan mengurus semuanya. doain Mas ya, kamu yakinlah sama Mas. Mas akan berusaha mempertahankan pernikahan kita. ini cobaab rumah tangga kita. kita harus kuat," jawab Daniel


📞"Iya Mas, aku sudah mulai tenang, aku tutup ya Mas, assalamualaikum," ucap Chintia


📞 "Waalaikumsalam," jawab Daniel


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2