
Dalam perjalananya menuju kota jakarta, Hesti melihat wajah pucat Galih saat mengemudi. Galih terlihat menggigil kedinginan mungkin karena efek demanya. Hesti tidak ingin mengambil resiko kecelakaan lalu lintas, akhirnya menyuruh Galih berhenti di pinggir jalan.
"Mas, berhentilah dulu menepi. aku tidak mau kecelakaan karena kondisimu yang sakit memaksakan mengemudi." ucap Hesti
Galih menuruti ucapan Hesti kemudian memakirkan mobilnya di pinggir jalan. Saat mobil berhenti Galih meminta izin beristirahat sebentar pada Hesti.
"Hes, kita istirahat bentar ya? maaf pulangmu nanti kemalaman." ucap Galih
"Tidak apa apa Mas, aku yang harusnya minta maaf." jawab Hesti
Hesti khawatir dengan keadaan Galih yang masih sakit. Hesti teringat Galih tadi belum makan. Tanpa berpikir panjang Hesti menyuruh Galih makan dan minum obat penurun panas dari Budhe Munaroh.
"Mas, kamu makan dulu setelah itu minum obat." ucap Hesti
"aku nggak lapar. cuma agak pusing dan hawanya dingin." jawab Galih
"Makanya Mas makan dulu, terus minum obat biar kembali seger," saut Hesti
"Aku gak butuh obat penurun panas. obat penurun panas itu tidak bisa membuatku sembuh sekarang." ucap Galih
"Terus obat apa, Mas?" tanya Hesti
"Obatnya misterius" jawab Galih
"Kita cari ke apotek ya, Mas? soalnya aku gak tahu obatnya." saut Hesti
"Gak perlu ke apotek. aku akan jelasin obat misterius itu. tapi sekarang suapi aku makan." ucap Galih
Hesti menggaruk bagian kepalanya yang tidak gatal benar benar merasa heran. Hesti tidak tahu obat misterius yang dimaksud Galih. Galih yang saat itu melihat Hesti terdiam kebingungan kembali menyuruhnya menyuapinya
__ADS_1
"Hei, kok malah diam aja? suapin dong," ucap Galih
"Eh, Iya Mas," jawa Hesti
Hesti membuka bungkusan kertas minyak yang berisi nasi dan ayam penyet di warung makan tadi. Hesti menyuapi Galih dengan tanganya dan Galih menerimanya. Sebenarnya Galih masih tidak berselera makan tapi karena dirinya disuapi Hesti entah mengapa nafsu makanya bertambah.
10 menit kemudian, Hesti sudah selesai menyupu Galih makan. Setelah menyuapi makan, Hesti menyuruh Galih meminum obat penurun panas.
"Mas, sekarang minum obatmu. setelah itu kita lanjutin perjalananan kita nyari obat misterius itu lalu pulang." ucap Hesti
"Iya baiklah," jawab Galih
Galih meminum obatnya kemudian melanjutkan perjalananya pulang. Di dalam mobil, Hesti melihat apotek di pinggir jalan langsung menyuruh Galih berhenti.
"Mas berhenti, disana ada apotek. siapa tahu di apotek sana ada obat misterius yang kamu maksud." ucap Hesti
"Tidak perlu, tidak ada apotek didunia yang menjual obat misterius itu." jawan Galih
"Kamu khawatir ya sama aku?" tanya balik Galih
"Iya jelaslah, Mas sakit kan karena permintaan konyolku berburu kodok." jawab Hesti
"Aku mau mengatakan sesuatu kepadamu, tapi sekarang aku akan menepi sebentar." ucap Galih
"Hah? apa yang mau Mas Galih katakan padaku? jantungku kok berdebar gini ya?" batin Hesti
Galih menghentikan mobilnya dipinggir jalan kemudian mengatakan sesuatu pada Hesti.
"Hesti, aku mau mengatakan sesuatu padamu," ucap Galih
__ADS_1
"Iya ada apa, Mas?" tanya Hesti
"Masalah obat misterius itu sebenarnya obatnya adalah dirimu yang aku maksud." ucap Gallih
"Maksudnya? ada apa denganku?" jawab Hesti
"Hes, jujur aku tidak mau egois. aku menyatakan bahwa aku sudah jatuh cinta padamu. semenjak pertemuan pertama kita, aku merasa kamu adalah gadis yang satu satunya bisa mengisi kekosongan hatiku. aku bahagia jika ada disampingmu. aku sedih jika kamu menangis. aku merasa marah jika kamu dekat dengan pria lain. aku ingin kamu menjadi pacarku. apakah kamu bersedia?" ucap Galih
Degg
Hesti terdiam saat Galih mengungkapkan cinta dan mengajaknya berpacaran. Tapi jujur saja Hesti sebenarnya bingung dengan perasaanya. Entah dirinya masih memiliki perasaan pada Joshua atau sekarang sudah memiliki perasaan pada Galih.
Galih melihat Hesti terdiam menyadari kalau Hesti bingung menjawabnya. Galih tidak ingin Hesti terbebani pikiranya apalagi besok Hesti harus fokus praktikum biologi. Akhirnya Galih memutuskan memberikan waktu pada Hesti untuk menjawabnya.
"Kalau kamu tidak siap menjawabnya, aku memberikanmu waktu untuk menjawabnya. jangan merasa terbebani dengn ucapanku ini, fokuslah kuliahmu." ucap Galih
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
NB : Hari ini spesial author up banyak episode biar cepet lebih ngenal Hesti dan Galih. karena setelah ini drama Chintia dan Daniel yang melibatkan pemeran pendukung akan segera dimulai...
Bagaimana masa lalu Daniel?
Bagaimana reaksi orangtua Chintia?
__ADS_1
next di tunggu ya