Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
55. MEMILIH PRIORITAS


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 04.00 pagi menandakan waktu sesi malam berjaga Daniel sudah selesai. Sebelum pulang ke kontrakan Daniel memutuskan shalat shubuh terlebih dahulu di masjid. Setelah shalat, Daniel bergegas pulang ke kontrakan untuk beristirahat. Hari ini Daniel merasa cuaca pagi sangat dingin, bahkan kepalanya juga pusing.


"Hari ini dingin sekali, badanku mengigil, kepalaku juga pusing, semoga dengan beristirahat aku akan kembali segar, " batin Daniel


Sesampainya di kontrakan, Daniel langsung menuju kamar karena ingin segera merebahkan tubuhnya. Namun saat di kamar, Daniel melihat Chintia tertidur pulas menguasai ranjang. Daniel tidak tega membangunkan Chintia yang tertidur pulas, akhirnya dirinya mengambil sarung di lemari dan berinisiatif tidur di ruang tamu.


15 menit kemudian, Chintia terbangun dari tidurnya bergegas mandi kemudian memasak menu sarapan pagi di dapur. Setelah memasak sarapan, Chintia teringat dirinya tidak melihat keberadaan Daniel di kamar. Chintia mencoba menyusuri kontrakan mencari keberadaan Daniel. Namun saat Chintia menginjakan kakinya di ruang tamu. dirinya terkejut melihat Daniel yang tidur meringkup dengan sarung.


"Mas Daniel," ucap Chintia


Chintia menghampiri Daniel mencoba membangunkanya.


"Mas, bangun Mas, ayo sarapan," ucap Chintia


Chintia yang tidak melihat respon dari Daniel mencoba menepuk nepuk pelan lengan Daniel dan berusaha membangunkanya. Daniel saat itu langsung terbangun dan memegangi kepalanya. Daniel tidak ingin Chintia mengkhawatirkan dirinya, akhirnya Daniel memaksakan dirinya berjalan menuju meja makan.


Di meja makan, tidak sepeti biasanya Daniel hanya mengaduk aduk makananya karena dirinya tidak selera makan. Chintia melihat Daniel yang tidak nafsu makan mencoba menanyainya.


"Mas, kamu nggak suka ya sarapanya? Mas mau makan apa? aku akan memasak lagi untuk Mas," tanya Chintia


"Mas suka kok, Mas hanya mengantuk," jawab Daniel

__ADS_1


"Oh, ya sudah Mas lanjutkan makanya," saut Chintia


Chintia lagi lagi terus memperhatikan Daniel yang tidak berselera makan. Menurut Chintia kalau makananya tidak enak,tidak mungkin dirinya memakanya. Menu sarapan hari ini adalah sayur kunci dan perkedel jagung. Menu sayur kunci dan perkedel jagung merupakan menu yang sering Chintia sajikan untuk suaminya.



Chintia merasa wajah Daniel sedikit pucat mencurigai kalau hari ini sakit. Tanpa berpikir panjang Chintia menghampiri Daniel kemudian menyentuh kening Daniel menggunakan punggung tanganya.


"Mas, badanmu panas," ucap Chintia


"Mas tidak apa apa. Mas cuma kurang istirahat. sebaiknya kamu berangkat kuliah aja sekarang," jawab Daniel


"Mas, hari ini kamu sakit. aku mau merawatmu Mas," saut Chintia


Degg...


Chintia terkejut mendengar ucapan suaminya yang bersikukuh menyuruhnya kuliah. Chintia terharu Daniel masih memikirkan kuliahnya disaat masih sakit. Bahkan Daniel tidak ingin menjadi penghambat kehidupan kuliah.


"Mas, aku bisa izin kuliah. aku ingin merawat Mas yang sedang sakit," ucap Chintia


"Chintia, Mas tidak apa apa?" jawab Daniel

__ADS_1


Beberapa saat kemudian. Daniel merasakan mual di perutnya langsung bergegas pergi ke kamar mandi. Chintia membuntuti suaminya karena sepertinya ada yang tidak beres. Sesampainya di kamar mandi, Chintia melihat Daniel muntah muntah.


"Huwek...Huwek..."(Daniel muntah)


Chintia memijat tengkuk suaminya yang terus muntah muntah. Setelah mengeluarkan isi perutnya, Chintia merangkulkan tangan Daniel ke pundaknya kemudian memapahnya menuju kamar. Di kamar, walaupun kondisinya terlihat lemas Daniel memaksa Chintia tetap masuk kuliah hari ini.


"Chintia, kamu bisa kuliah sekarang. Mas nggak apa apa," ucap Daniel


"Mas, aku ini istrimu. kuliah memang menjadi prioritasku disini, tapi Mas adalah suamiku, Mas juga prioritasku," jawab Chintia


"Chintia, lebih baik kamu pilih prioritas kuliahmu. Mas bisa jaga diri dan istirahat sebentar. nanti juga sembuh," ucap Daniel


"Mas dibanding kuliahku kamu lebih prioritas. Mas harus cepat sembuh. jangan bikin aku sedih Mas. aku tidak mau kehilanganmu," saut Chintia


Degg...


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2