
Esok hari, demi agar bisa mendekati Zeva, Galih dan Daniel terpaksa harus menyamar menjadi donal dan desy. Hari ini kebetulan Zeva ada acara jumat bersih. Zeva dan teman temanya saat itu sedang mencabuti rumput di dekat pagar sekolah.
Daniel dan Galih yang sudah memakai kostum badut saat itu melihat Zeva sedang mencabuti rumput memberi kode kalau menepati janjinya datang ke sekolah. Zeva yang melihat Daniel dan Galih memakai kostum badut berteriak dan berlari meninggalkan teman temanya menghampiri Daniel dan Galih.
"Donall...Desy..." ucap Zeva
Teman teman Zeva yang melihat Zeva berteriak ada donal dan desy langsung ikut berlari menghampiri Zeva. Daniel dan Galih melihat segerumbulan teman teman Zeva panik.
"Hah, mengapa jadi seperti ini? Zeva, seharusnya kamu jangan berteriak," batin Daniel
"Kalau gini ceritanya, lebih baik aku pilih kabur. ya tuhan, selamatkan aku dari bocil bocil ini..." batin Galih
Cara Daniel dan Galih untuk bertemu Zeva tidak berjalan mulus. Daniel dan Galih terpaksa harus meladeni teman teman Zeva yang meneriakinya dan memeluknya. Bahkan Zeva saat itu meminta Galih dan Daniel senam pinguin.
"Donal, Desy, ayo kita senam pinguin sama sama, habis ini mumpung waktunya olahraga ada senam," ucap Zeva
"Iya, Zeva benar. kalian ikutlah senam pinguin bersama kami," saut teman Zeva
"Ayo...Ayo...Ayo..." bujuk Zeva dan teman temanya.
Daniel yang memakai kostum Desi saat itu berjongkok mendekati Zeva lalu bicara sesuatu.
"Paman mau ikut Zeva senam tapi nanti pulang sekolah harus ikut paman ya? Zeva kemarin sudah janji mau ketemuan sama paman asal paman pakai kostum badut. ingat, bohong itu dosa lo.. " bisik Daniel
"Siap paman," jawab Zeva
"Nanti datang ke taman dekat sekolah, jangan lupa," bisik Daniel
__ADS_1
"Iya paman," jawab Zeva
Galih saat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ulah Daniel. Galih yang tidak tahu bisikan Daniel kepada Zeva saat itu mengira Daniel pasti menyuap anak kecil dengan jurusnya memberi permen atau boneka barbie.
20 menit kemudian, senam pinguin sudah selesai. Terlihat Daniel dan Galih sangat kelelahan. Senam biasa aja melelahkan apalagi harus menompang beratnya kostum badut. Daniel dan Galih masih harus menunggu Zeva bubar dari kelasnya karena setelal mapel olahraga ada masih ada mapel bahasa indonesia.
Tak butuh waktu lama, Zeva keluar dari kelasnya setelah pelajaran selesai. Di depan pagar terlihat seorang laki laki didalam mobil hendak menjemput Zeva. Zeva berlari kearah mobil itu dan berteriak.
"Ayah...." teriak Zeva
Zeva sangat bahagia sekali saat itu bisa dijemput ayahnya. Kepadatan ayahnya dikantor membuat Zeva jarang dijemput oleh ayahnya. Ayah Zeva tak lain adalah Yasir alias CEO Mahardika Group.
"Sayangnya ayah sudah pulang?" tanya Yasir
"Sudah ayah, tapi Zeva mau bertemu dengan seseorang dulu habis ini," jawab Zeva
"Bertemu dengan siapa sayang? apakah temanmu?" tanya Yasir
"Siapa temanmu itu? apa teman kelasmu?" tanya Yasir
"Bukan ayah, aku tidak mengenalnya, tapi aku memanggilnya paman.paman itu menjadi donal dan desy disekolahku," jawab Zeva
Yasir mengerutkan dahinya saat anaknya mengatakan temanya adalah bukan teman kelasnya. apalagi Yasir terkejut saat Zeva memanggil temanya paman. Takut hal buruk menimpa putrinya, Yasir melarang putrinya menemui temanya itu.
"Ayah tidak mengizinkan, sebaiknya kita pulang," ucap Yasir
"Ayah, tapi aku sudah janji sama paman. kata paman nanti aku dosa kalau bohong," jawab Zeva
__ADS_1
"Tapi sayang, kamu tidak mengenalnya. kamu harus hati hati. ayah tidak mau ada hal buruk menimpa dirimu nanti," saut Yasir
"Tapi ayah..." ucap Zeva terpotong
"Tidak ada tapi tapian," saut Yasir
Zeva sedih tidak diizinkan ayahnya bertemu dengan Galih dan Daniel. Zeva hanya bisa murung dan terlihat seperti mau menangis. Yasir yang melihat anaknya mendadak murung saat itu bingung harus berbuat apa pada anak kesayanganya. Yasir tidak tega melihat anaknya bersedih, hingga akhirnya Yasir mengizinkan Zeva pergi menemui temanya dengan suatu syarat.
"Sayangnya ayah, jangan sedih gitu dong. gini aja deh, ayah izinin tapi ada syaratnya," ucap Yasir
"Apa syaratnya ayah?" tanya Zeva
"Ayah harus ikut denganmu untuk mengawasimu," jawab Yasir
"Iya ayah, aku setuju. hore....," saut Zeva senang
"Sayangnya ayah udah gak sedih dong," ucap Yasir
"Nggak ayah, Zeva senang banget ayah ngizinin Zeva. terima kasih ayah. aku sayang sama ayah," jawab Zeva memeluk ayahnya
"Iya sayang, ayah juga menyayangimu," saut Yasir
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
nb : teman teman author semuanya, maaf kemarin author vakum mendadak, android author sempet ngeblank. dan pas udah gak ngeblank, author instal lagi noveltoon. eh tapi author lupa sandi author. tapi beruntung ada teman author yang bantuin pulihkan akun author. terima kasih bagi teman teman yg masih setia baca novel ini.