Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
190. TERCIDUK


__ADS_3

Sesuai kesepakatan kemarin, Fiona mengajak Ihsan melakukan pacaran sandiwara saat makan malam. Makan malam saat itu dimulai, Pak Hasan menyambut baik kedatangan Fiona di rumahnya. Sementara Fiona dan Ihsan juga memulai sandiwaranya.


"Papa senang akhirnya kita bisa makan ramai," ucap Pak Hasan


"Iya Pa, kami juga senang," jawab Fiona


Pak Hasan saat menatap Ihsan sepertinya sedang gugup. Tanpa ragu, Pak Hasan berusaha membuat Ihsan nyaman saat makan malam.


"Nak, dari tadi kamu diam saja, tidak usah sungkan sungkan. namamu siapa, Nak?" tanya Pak Hasan


"Nama saya Ihsan Pak," jawab Ihsan


"Nama yang bagus, sebenarnya kemarin Fiona hampir saya jodohkan. tapi melihat kamu saya percaya kamu bisa menjaga Fiona," ucap Pak Hasan


"Iya Pa, insyallah," jawab Ihsan


"Kamu kerja apa, Nak?" tanya Pak Hasan


Ihsan saat itu terdiam saat Pak Hasan menanyakan pekerjaanya. Dalam pikiran Ihsan, Ihsan takut Fiona kecewa jika jujur. Begitu juga dengan Fiona yang takut mengarang hal yang tidak tidak seputar pekerjaan Ihsan.


Untungnya saat itu ponsel Pak Hasan berdering menandakan ada yang meneleponya. Pak Hasan berbicara sejenak dengan orang yang diteleponya lalu melanjutkan makan malamnya.


"Silahkan dimakan, kebetulan nanti tambah ramai karena ada tamu lagi," ucap Pak Hasan


"Siapa Pa?" tanya Fiona panik


"Nanti kamu juga tahu," jawab Pak Hasan


10 menit kemudian, tamu dari Pak Hasan datang.


"Assalamualaikum," ucap orang itu


"Waalaikumsalam Pak Daniel maaf saya tidak menyambutmu menyuruh pembantu saya menyuruhmu langsung ke meja makan," jawab Pak Hasan


"Iya Pak, santai saja kebetulan saya belum makan," saut orang itu


Tamu dari Pak Hasan adalah Daniel. Ihsan dan Fiona tentu sangat terkejut dengan kedatangan Daniel. Berbeda dengan Daniel yang terlihat santai dan malah menyapa Ihsan dan Fiona.


"Ihsan, Fiona, kalian saling kenal?" tanya Daniel


"Iya Pak," jawab Ihsan dan Fiona


"Kalian berdua pacaran? Eh maaf keceplosan, jiwa kepoku kumat soalnya," tanya Daniel


Ihsan dan Fiona seperti pasangan yang terciduk saat kencan. Mereka berdua tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Daniel karena malu. Lagian pacaran hari ini hanya sandiwara. Fiona dan Ihsan terus menunduk merasa malu dengan kondisi seperti ini.


"Ah, gimana ini? kalau Pak Daniel bilang ke keluarganya tentang hubunganku dengan Mas Ihsan. Bagaimana kalau Hesti tahu ini? bisa bisa Hesti jiwa ghibahnya kumat bakal ngarang judul FTV mahasiswi manajemen bisnis kepincut cinta penjual ikan hias," batin Hesti


"Wah gawat? mengapa harus ada Pak Daniel disini ? bakal panjang ini urusanya. batin Ihsan

__ADS_1


Sementara Daniel dengan jahilnya malah terus menggoda Fiona dan Ihsan


"Kalian berdua serasi loh, iya kan Pak Hasan?" goda Daniel


"Mereka memang sudah pacaran, saya juga sebenarnya kaget anak saya diam diam punya pacar. padahal rencana saya mau menjodohkan Fiona dengan Aldi anaknya Pak Rusdi. tapi syukurlah sepertinya pilihan anak saya tepat," ucap Pak Hasan


"Iya Pak Hasan, saya yakin Ihsan itu pria baik," jawab Daniel


"Kamu sudah lama mengenal Ihsan?" tanya Pak Hasan


"Baru saja sebenarnya," ucap Daniel


"Sekarang habiskan makananya, habis ini kita lanjutkan ngobrol lagi," jawab Pak Hasan


Setelah makan malam selesai, Pak Hasan saat itu teringat pertanyaanya tadi belum dijawab oleh Ihsan.


"Oh iya Nak, saya lupa. kerja kamu apa. Nak? bapak harap kamu segeralah lamar dan menikah dengan Fiona, jangan lama lama pacaran," tanya Pak Hasan


"Anu Pak, sebenarnya...." jawab Ihsan terpotong


"Dia asisten saya Pak Hasan," saut Daniel


Fiona dan Ihsan tentu terkejut dengan apa yang dikatakan Daniel. Sementara Daniel hanya tersenyum senyum melihat ekspresi keterkejutan Fiona dan Ihsan.


"Kalian pasti terkejut aku ada disini? teka teki satu telah tuntas. mungkin Ihsan akan bertanya tanya kepadaku nanti," batin Daniel


----- Flashback On -------


"Pak, mau nyari Ihsan?" tanya Pak Karman


"Iya Pak, dimana anaknya?" tanya balik Daniel


"Masih jualan Pak, nanti sore pulang," jawab Pak Karman


"Baik Pak, terima kasih informasinya. saya boleh minta nomer bapak? kalau Ihsan datang atau ada apa apa bapak bisa hubungi saya," ucap Daniel


"Bapak siapanya Ihsan ya?" tanya Pak Karman


"Saya Daniel, majikan ibu Halimah," jawab Daniel


"Oh iya bisa," jawab Pak Karman


Pak Karman mendiktekan nomer ponselnya kemudian Daniel mengetikan nomer Pak Karman ke ponselnya.


"Bapak namanya siapa?" tanya Daniel


"Pak Karman juragan ikan hias," jawab Pak Karman


"Ok, sudah saya miscall, tolong di simpan nomer saya," ucap Daniel

__ADS_1


"Iya Pak siap," jawab Pak Karman


"Saya pamit, assalamualaikum," ucap Daniel


"Waalaikumsalam," saut Pak Karman


Sore hari, seperti biasa Ihsan selesai jualan dan menyetorkan hasil jualanya. Pak Karman saat itu melakukan tugas dari Daniel


📩 "Pak, Ihsan sudah pulang habis jualan ikan, biasanya ngajar ke TPQ habis ini," pesan Pak Karman


📩 "Ok, terima kasih Pak, saya dengar Ihsan izin gak kerja di pom bensin hari ini. nanti malam bapak kabari kalau ada apa apa dengan Ihsan," pesan Daniel


📩 "Siap Pak," balas Pak Karman


Malam hari, Ihsan saat itu keluar dengan penampilan rapi seperti hendak mau keluar. Ihsan berjalan keluar menghampiri mobil yang ada depan toko. Diam diam saat itu Pak Karman membuntutinya. Pak Karman saat itu terkejut melihat gadis yang sudah tak asing baginya.


"Eh, gadis itu bukanya namanya Fiona? gadis yang cari Ihsan kemarin?" batin Pak Karman


Melihat Fiona dan Ihsan pergi saat itu Pak Karman langsung memberi pesan kepada Daniel.


📩 "Pak, Ihsan pergi dengan seorang gadis naik mobil," pesan Pak Karman


📩 "Apa? Pak Karman mengenal gadis itu?" balas Daniel


📩 "Dia temanya Ihsan, kalau gak salah namanya Fiona," pesan Pak Karman


📩 "Baik Pak, saya sepertinya mengenal gadis itu. bapak punya nomer rekening?"balas Daniel


📩 "Ada apa Pak?" pesan Pak Karman


📩 "Kirim saja. saya ada hadiah," balas Daniel


Pak Karman mengirimkan nomer rekeningnya kepada Daniel. Tak lama kemudian, di sms mobile bangking terdapat di ponsel Pak Karman. Pak Karman melihat pemberitahuan pengiriman uang sebesar Rp.700.000 atas nama Daniel.


"Hah, ngimpi apa aku? tiba tiba dapat 700 ribu dari Pak Daniel" batin Pak Karman


Tak lama kemudian, Pak Karman mendapat pesan dari Daniel


📩 "Itu hadiah untuk Bapak, terima kasih telah membantu saya," pesan Daniel


📩 "Sama sama Pak," balas Pak Karman


--- Flashback Off ---


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


Baca juga karya author lainya ya.....


__ADS_2