Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
167. KOLABORASI KAKAK ADIK


__ADS_3

3 hari kemudian, setelah Chintia pulang dari rumah sakit, Galih dan Daniel memulai untuk menjalankan rencana dalam melakukan penyelidikan.


"Nil, aku ada informasi dari suruhanku yang ahli informartika. dia berhasil mendeteksi siapa itu Nindy yang mengenalnya," ucap Galih


"Siapa Nindy? kamu mengenalnya" tanya Daniel


"Kita mengenalnya, kita akan mengajak Ratih dan Fiona untuk menyelidiki kasus ini, karena ini ada hubunganya juga sama mereka. aku yakin peran mereka sangat dibutuhkan," jawab Galih


"Baiklah, sekarang berarti kita harus mengadakan pertemuan dengan Ratih dan Fiona dalam menyelidiki kasus ini," ucap Daniel


Mendengar ucapan Daniel, Galih tersenyum sinis pikiranya bisa ditebak oleh Daniel. Daniel juga membalas tatapan sinis Galih lalu mengatakan sesuatu.


"Sepertinya kamu terkejut dengan arah pikiranku, apakah aku benar? kamu bisa menebak pikiranku," ucap Daniel


"Dan juga kamu pasti juga paham maksudku. kamu juga bisa membaca pikiranku tanpa aku jelaskan," jawab Galih


"Iya benar, tanpa kamu jelaskan siapa orangnya aku sudah tahu," saut Daniel


"Baiklah sekarang kita bagi tugas, aku akan ke kampus Fiona bersama Hesti kebetulan sekampus soalnya, sementara kamu boleh ajak Chintia untuk menemui Ratih, siapa tahu kan Chintia pingin batagor," jawab Galih


"Iya, tapi sepertinya sebaiknya aku sendirian, aku takut dia kecapekan, aku akan mengabarinya nanti, biar gak salah paham," saut Daniel


"Baiklah terserah kamu. aku akan membuat janji sama Fiona, ini aku barusan sudah dapat nomernya dari Pak Hasan" jawab Galih


Galih lalu mengetikan sesuatu di ponselnya lalu mengirimkanya pada Fiona.


📩 "Selamat siang, saya Galih Haidar Kusuma direktur Haidar Group, bisakah kita bertemu? ada suatu hal yang mau saya bicarakan," pesan Galih


5 menit kemudian


📩 "Selamat Siang, iya saya mengenal anda. ada suatu hal apa yang mau bapak bicarakan sama saya," balas Fiona


📩 "Ini berkaitan dengan hidup keluargaku dan hidup keluargamu. kamu jangan mikir macam macam. soalnya saya juga ngajak istri saya," pesan Galih

__ADS_1


📩 "Baiklah, kita ketemuan dimana? mumpung hari ini saya kuliah hanya di jam pagi," balas Fiona


📩 " jam 14.00 di restoran deket kampusmu saja, sekalian saya jemput istri saya, istri saya satu kampus sama kamu" pesan Galih


📩 "Ok," balas Fiona


----- Di Restoran -----


Galih, Hesti dan Fiona saling bertemu di restoran. Merek bertiga menyantap makanan di restoran terlebih dahulu. Setelah makan, Galih saat itu memulai pembicaraanya kepada Fiona.


"Aku mulai pembicaraanya. begini, 3 hari yang lalu istriku dan istri adiku disekap, dan aku mau menunjukan ini kepadamu," ucap Galih


Galih menunjukan hasil telusuranya yang didapatkan oleh ahli informatika suruhanya. Fiona membelak terkejut melihatya.


"Hah, astaga..." ucap Fiona terkejut


"Kamu tahu siapa Nindi yang menyekap istriku dan istri adiku bukan?" jawab Galih


"Aku sudah menebaknya, dia memang bukan wanita baik baik untuk papaku, tapi apa alasan wanita itu menyakiti keluarga kalian?" tanya Fiona


"Iya benar, aku juga merasa aneh dengan wanita itu setelah aku dan papaku mau membawa Kak Ratih ke rumah. Kak Ratih sudah cerita semuanya ke aku dan papaku. aku sekarang hanya berpikir bagaimana cata papaku tidak berhubungan lagi dengan wanita itu," ucap Fiona


"Baiklah kita bisa bekerja sama. besok aku akan mempertemukan kamu bersama adiku dan Ratih. kita akan susun rencana bersama sama untuk menjebak wanita itu," jawab Galih


"Siap, aku setuju," jawab Fiona


Galih dan Hesti berjabat tangan dengan Fiona lalu pergi meninggalkan restoran.


---- Di Taman Menteng ----


Daniel kembali menyusuri taman menteng mencari keberadaan stan batagor Ratih. Sesampainya di stand batagor Ratih, Daniel saat itu memakai masker hitam agar Ratih tidak terkejut mengetahui keberadaan saat melayani pelanggan. Setalah pelanggan hanya tersisa Daniel saja, Daniel memulai aksinya.


"Mbak saya batagornya satu gerobak," ucap Daniel

__ADS_1


"Hah maksudnya?" jawab Ratih


Daniel membuka maskernya sontak Ratih terkejut.


"Nil, mengapa kamu disini? kamu mengejutkanku saja," ucap Ratih


"Aku butuh bantuanmu," jawab Daniel


"Bantuan? kamu ada masalah?" tanya Ratih


"Aku ingin memperlihatkan ini sebelumnya sama kamu," jawab Daniel


Ratih melihat bukti telusuran ahli informatika perusahaan sontak membelakan matanya. Sungguh, Ratih tak menduga wanita yang pernah disayanginya melakukan hal yang nekat.


"Nil, dia..." ucap Ratih


"Iya aku sudah tahu, makanya aku minta bantuanmu. Galih juga minta bantuan kok sama Fiona, kita berempat akan berkolaborasi menjebak wanita itu," jawab Daniel


"Aku bisa bantu apa?" tanya Ratih


"Besok pagi, aku akan member informasi padamu, boleh aku minta nomer ponselmu, besok aku kabari," jawab Daniel


"Ok, 0812 xxxx xxxx," saut Ratih


Daniel mengetik nomor yang diucapkan lalu mengiriminya pesan.


📩"Save ini nomerku," pesan Daniel


Ratih kemudian menyimpam nomer Daniel. Setelah berbincang, Daniel membeli 5 porsi batagor dibungkus lalu berpamitan pulang.


--------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2