Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
70. MARAH MARAH TIDAK JELAS


__ADS_3

1 jam pejalanan akhirnya mobil yang dikemudi Galih sudah sampai tujuan. Menurut tulisan di goggle maps sudah menyatakan sampai tujuan. Tetapi Galih bingung dimana rumah budhenya Hesti. Galih yang sebenarnya tidak tega membagunkan Hesti terpaksa harus membangunkan Hesti.


"Hes, Hes, bangun..." ucap Galih


Hesti membuka matanya kemudian bertanya pada Galih.


"Udah sampai, Mas?" tanya Hesti


"Iya ini di Goggle Maps seharusnya kita sudah sampai. Tapi aku tidak tahu dimana letak rumah Budhemu." jawa Galih


Hesti kemudian membuka kaca jendelanya melihat ke arah kanan dan ke kiri. Hanya membutuhkan waktu bebera detik saja, Hesti menyuruh Galih mengikuti arahanya.


"Mas, sekarang ikuti arahan saya." ucap Hesti


"Hmm..." jawab Galih


"Kita lurus dikit Mas pelan pelan," ucap Hesti


Galih menuruti ucapan Hesti, Namun saat sudah ke arah tujuanya Hesti memberi intruksi lagi.


"Mas, terus dikit Mas, habis ini belok kanan." ucap Hesti


Galih mengikuti intruksi dari Hesti tapi kali ini lurusnya kelewatan. Hesti yang sadar Galih menyetirnya kebablasan langsung menegurnya.


"Mas, kita kebablasan. seharusnya disana tadi belok kanan." ucap Hesti


"Lha yang salah kamu lah, kamu harusnya bilang belok kanan," jawab Galih kesal


"Kok salah saya? Tapi tadi sudah saya arahkan belok kanan? Dan saya juga pas mau belok udah bilang. tapi Mas Galih malah terus aja." ucap Hesti


"Lho kok aku disalahin? kamu ngarahinya nggak bener. Kalau gini jadi repot mau putar balik." jawab Galih kesal


"Saya ngarahinya udah bener." saut Hesti


"Nggak usah ngegas. lihat nih, aku udah mau putar balik," ucap Galih


"Yang dari tadi ngegas bukanya Mas Galih sendiri? Aneh banget tiba tiba marah marah tidak jelas." jawab Hesti


"Apa maksudmu? Kamu bilang aku aneh? berani ya kamu menghinaku." saut Galih kesal


Hesti melihat Galih terlihat berbeda dari biasanya. Galih tiba tiba menjadi pemarah yang tidak jelas. Hesti lebih baik memilih diam daripada berdebat dengan Galih yang urusanya nanti bakal panjang.


5 menit kemudian

__ADS_1


Galih dan Hesti sampai di rumah Budhe Munaroh. Budhe Munaroh adalah kakak dari ibunya Hesti yang sekarang tinggal di Depok. Semenjak kuliah di jakarta, Hesti sering berkomunikasi dengan Budhe Munaroh jika membutuhkan sesuatu. Salah satunya adalah saat ini Hesti mencari kodok.Kebetulan dibelakang rumah Budhe Munaroh, terdapat danau buatan bekas budidaya ikan lele yang sekarang dihuni kumpulan eceng gondok dan kodok .


Saat sampai dirumah, Budhe Munaroh sangat antusias menyambut kedatangan keponakanya.


"Wah, keponakan budhe sudah datang," ucap Budhe Munaroh


"Iya Budhe, hari ini aku mau nyari kodok di kolam belakang rumah Budhe." jawab Hesti


"Iya Hes, nanti cari aja dan ambil aja yang banyak lagi musim sekarang." ucap Budhe Munaro"


"Iya Budhe." jawab Hesti


"Oh iya, itu apa laki laki yang kamu dulu ceritain ke Budhe ya? Namanya Joshua ya?" ucap Budhe Munaroh menunjuk Galih


"Bukan Budhe, ini temanku namanya Mas Galih." jawab Hesti


"Oh, Budhe kira si Joshua pacar kamu itu. Maaf Galih, Budhe kira tadi Joshua," ucap Budhe Munaroh


"Tidak apa apa Bu," jawab Galih


"Lha temanmu Chintia sama Melati gak diajak?" tanya Budhe Munaroh


"Beda jurusan Budhe," jawan Hesti


"Iya Budhe," jawab Hesti


Budhe Munaroh pergi kedapur untuk membuat minuman. Sementara Hesti mengajak Galih masuk dalam rumah.


"Mas, ayo masuk," ucap Hesti


"Hmm..." jawab Galih


Galih membuntuti Hesti berjalan kemudian duduk di ruang tamu. Jujur saja, Galih merasa tidak nyaman saat Budhe Munaroh tadi menyinggung Joshua. Tanpa ragu, Galih mencoba bertanya pada Hesti tentang Joshua.


"Joshua dekat banget ya sama keluargamu?" tanya Galih


"Iya Mas, dulu Joshua sering antar jemput saya pas sekolah. Saya dan Joshua berpacaran sejak kelas 10 SMA. Tapi baru baru ini semenjak saya kuliah di jakarta saya putus denganya." jawab Hesti


"Mengapa putus? " tanya Galih datar


"Maaf, itu privasi saya. Mas Galih tidak perlu tahu." jawab Hesti


"Mengapa saya tidak boleh tahu?" tanya Galih

__ADS_1


"Iya karena privasi aja. Dan tidak ada gunanya Mas Galih mengetahuinya." jawab Hesti


"Itu ada gunanya bagiku. awas saja, aku akan terus mencari tahu tentang hidupmu. tunggu saja waktunya." batin Galih


Pembicaaraan kemudian terhenti sejenak saat Budhe Munaroh membawakan minuman pop ice rasa taro kesukaan Hesti.


"Hes, ini minumanya, temanya suruh minum juga ya? Budhe mau ke dapur," ucap Budhe Munaroh


"Iya Budhe," jawab Hesti


Setelah kepergian Budhe Munaroh, Galih teringat ucapan Joshua di telepon ingin kembali menjalin hubungan dengan Hesti. Tanpa ragu Galih bertanya pada Hesti tentang seandainya joshua meminta balikan.


"Hes, kalau misalnya Joshua minta balikan kamu terima nggak?" tanya Galih


"Saya tidak tahu." jawab Hesti


"Apa kamu masih mencintainya?" tanya Galih


"Bukan urusanmu Mas, mengapa sih Mas Galih kepo banget tanya mulu tentang Joshua? " jawab Hesti


"Lha kan kamu temanku? Apa salahnya jika aku bertanya? Tidak usah marah marah gak jelas gitu kalau nggak mau cerita." ucap Galih


"Makanya tidak usah tanya tanya masa lalu saya. Mas Galih juga pasti terusik kan jika saya tanya tanya masa lalu?" tanya Hesti


"Boleh saja, mengapa harus terusik? Justru aku nggak keberatan sama sekali. Kamu itu temanku. Kalau itu permintaanmu, aku akan cerita masa laluku kepadamu." jawab Galih


"Beneran?" tanya Hesti


"Iya beneran, tapi dengan syarat setelah aku cerita masa laluku kepadamu, kamu harus cerita juga masa lalumu kepadaku." jawab Galih


"Hmm...Mas Galih tidak perlu cerita. karena saya tidak tertarik mendengar cerita masa lalu Maa Galih. Dan tidak ada gunanya juga untuk saya." saut Hesti


"Terserah," jawab Galih


"Sial !!! Lihat saja nanti, aku akan berusaha membuatmu semakin dekat denganku dan semakin terbuka denganku. aku juga akan membuatmu meninggalkan mantanmu si Joshua itu, aku tidak akan membiarkanmu menjadi milik pria lain karena aku mulai mencintaimu." batin Galih


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2