Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
135. OLIVIA DAN PURNAMA


__ADS_3

---- Flashback On ----


25 tahun yang lalu


Hendro Purnama Haidar Kusuma dan Olivia Marwah Indiyah adalah pasangan suami istri yang menikah karena dijodohkan. Butuh waktu berbulan bulan lamanya Purnama dan Olivia bisa saling mencintai. Kedua pasangan suami istri ini adalah keluarga yang sangat harmonis. Tidak ada isu isu miring yang membuat rumah tangganya hancur. Purnama dan Olivia dikaruniai dua anak laki laki tampan bernama Galih Haidar Kusuma(4 tahun) dan Saputra Haidar Kusuma (1 tahun).


Permasalahan diantara mereka terjadi ketika Olivia berubah bertransformasi mendadak seperti ibu ibu sosialita. Setiap bulan sekali, Olivia bisa menghabiskan 500 juta untuk keperluan bulananya. Tentunya, Purnama tidak suka melihat Olivia yang dulunya dikenal gadis polos menjadi gadis yang gila uang.


"Olivia, mengapa kamu berubah? kamu bukan Olivia yang dulu," ucap Purnama


"Mas, apa maksudmu? aku tidak berubah," tanya Olivia


"Mengapa setiap bulan pengeluaranmu semakin meningkat? bahkan satu bulan ini kamu menghabiskan uang 500 juta," jawab Purnama


"Iya tentunya untuk kebutuhan keluarga kita, dan kamu tahu sendiri kan biaya sekolahnya Galih," saut Olivia terbata bata


"Baiklah, aku sekarang mau mandi. tolong kamu siapkan air hangat ya," ucap Purnama


"Iya Mas," jawab Olivia


author : 500 juta sebulan, kalau setahun berapa tuh? buat keliling eropa bisa nggak ya? author pingin pegang dan belanja pakai uang euro wkwk😅


Malam hari sudah menunjukan pukul 23.30. Purnama, Olivia bersama anak anaknya tertidur pulas dalam satu ranjang. Namun saat itu Olivia terbangun dari tidurnya mengendap ngendap seperti pencuri. Bu Irah saat itu kebetulan belum tidur melihat gerak gerik Olivia. Karena merasa penasaran Bu Irah menghampiri Olivia dan bertanya.


"Olivia, mengapa kamu mengendap ngendap di malam hari kaya pencuri?," tanya Bu Irah


"Oh itu Bu, saya mau ke kulkas ambil air minum. saya haus," jawab Olivia


"Lalu mengapa kamu bawa tas itu?" tanya Bu Irah


"Oh, ini saya mau mencuci tas nya bu, besok mau saya pakai," jawab Olivia gugup


"Kamu pakai buat apa?" tanya Bu Irah


"Anu Bu, besok saya datang ke sekolahnya Galih ada pertemuan walimurid. saya mau bawa tas ini bu, soalnya Galih pasti banyak minta jajan dan susu," jawab Olivia


"Baiklah, ibu mau ke kamar," ucap Bu Irah


"Iya Bu," ucap Olivia


Bu Irah saat itu tidak berjalan menuju kamarnya, melainkan berjalan menuju ke kamar Purnama. Bu Irah ingin memastikan anak dan cucunya di dalam kamar. Di kamar Purnama, terlihat Purnama tertidur pulas bersama kedua anaknya. Bu Irah saat itu tersenyum melihat kedekatan Purnama dan anak anaknya.


"Anaku dan cucu cucuku memang tampan, aku sangat bahagia anaku bisa mencintai Olivia dan anak anaknya," batin Bu Irah


Bu Irah lalu menutup pintu kamar Purnaa kemudian berjalan menuju kamarnya. Namun saat hendak berjalan ke kamarnya, Bu Irah melihat Olivia belum kembali dari dapur. Bu Irah nampak khawatir dengan Olivia. Tanpa berpikir panjang Bu Irah berjalan menuju dapur. Sesampainya di dapur kekhawatiran Bu Irah semakin bertambah dengan tidak ditemukanya Olivia di dapur.


"Dimana Olivia ?" gumam Bu Irah

__ADS_1


Bu Irah yang panik saat itu berlari mengelilingi rumahnya mencari Olivia. Namun hasilnya nihil, Bu Irah tidak menemukan Olivia. Bu Irah kemudian berlari ke kamar Purnama untuk membangunkan Purnama.


"Pur, bangun Pur," ucap Bu Irah


"Iya Bu, ada apa?" tanya Purnama


"Olivia tidak ada dirumah, tadi barusan ketemu ibu di dapur tapi pas ibu cek lagi Olivia tidak ada diirumah," jawab Bu Irah


"Hah? maksud ibu?" tanya Purnama


"Ayo jangan banyak tanya, kita harus mencari Olivia. Ibu sangat khawatit," jawab Bu Irah


"Baik bu, aku akan melacak ponsel Olivia lalu akan kususul dia," ucap Purnama


"Ibu mau ikut, Ibu sangat tidak tenang dirumah," jawab Bu Irah


"Iya bu, ayo kita masuk mobil," saut Purnama


Purnama dan Bu Irah berlari ke garasi kemudian masuk dalam mobil. Dalam lacakan ponsel yang dilakukan Purnama, Olivia berada di hotel HFC.


--- Hotel HFC ----


15 menit kemudian, Purnama dan Bu Irah sudah sampai di Hotel HFC. Purnama saat itu langsung berlari menuju resepsionis menanyakan keberadaan Olivia. Kebetulan Hotel HFC adalah naungan milik Perusahaan Kusuma. Jadi Purnama bisa mencari keberadaan Olivia dengan mudah


Setelah mendapat informasi tentang Olivia, Purnama dan Bu Irah langsung berlari menuju kamar yang dihuni Olivia. Awalnya Purnama mengira Olivia diculik. Namun saat dibukanya pintu kamar, Purnama sangat terkejut melihat Olivia didalam kamar. Bu Irah yang berada disamping Purmana juga sangat terkejut.


"Olivia !!! jadi ini yang kamu lakukan dibelakangku !!!" teriak Purnama


"Mas Purnama, Ibu, aku bisa jelaskan semuanya, aku tidak melakukan apapun dengan Mas Yazid," jawab Olivia


"Munafik !!! kamu masih bisa mengelak dengan semua ini !!!" teriak Purnama


"Purnama, aku bisa jelasin semuanya. aku mohon jangan sakiti Olivia. aku yang menyuruhnya kesini. tapi sumpah aku dan Olivia tidak berbuat apapun," ucap seorang pria


Saat itu Olivia yang masih berpakaian duduk bersama seorang pria yang bernama Yazid. Yazid adalah musuh Purnama dalam dunia bisnis. Yazid yang bersama Olivia saat itu kondisi hanya memakai kaos kotang singlet. Purnama sangat marah saat itu, apalagi melihat tas hitam berisi uang miliknya juga terlihat di kursi yang diduduki Yazid dan Olivia.


"Jadi selama ini, kamu gunakan uangku untuk berselingkuh dengan laki laki itu?" tanya Purnama


"Mas, aku bisa jelasin semuanya. aku mohon beri aku kesempatan," jawab Olivia


"Sudah cukup !!! kamu harus menerima hukumanku," ucap Purnama


Purnama membawa Olivia pergi dari hotel HFC. Bu Irah yang melihat kemarahan putranya hanya bisa terdiam dan membuntuti Putra yang membawa Olivia.


------------


Didalam mobil, Purnama melajukan mobilnya dengan kencang. Olivia hanya bisa menangis, sementara Bu Irah takut akan terjadi sesuatu yang buruk langsunv menegur Purnama.

__ADS_1


"Pur, kontrol emosimu pur, kamu bisa membahayakan kita semua," ucap Bu Irah


Purnama bukanya mengurangi kecepatan kemudinya malah semakin cepat. Hingga akhirnya mobil yang dikendarai Purnama menabrak mobil yang juga melintas.


"Bruakk !!!" (tabrakan mobil)


-- Di Rumah Sakit ---


Korban kecelakaan mobil dibawa ke rumah sakit. Pak Kusuma saat itu yang mendapat kabar istri, anaknya dan menantunya kecelakaan langsung menemui dokter. Saat menemui Dokter, Pak Kusuma bertanya keadaan keluarganya.


"Bagaimana kondisi istri, anak, dan menantu saya?" tanya Pak Kusuma


"Berdasarkan hasil pemeriksaan, Ibu Irah mengalami kelumpuhan tidak bisa berjalan karena benturan di lutut kakinya membuat syarafnya putus. dan untuk bapak Purnama hanya mengalami luka ringan benturan di kepala dan tanganya patah. terakhir untuk ibu Olivia terpaksa kami harus mengangkat rahimnya karena mengalami cidera. jika tidak diangkat akan berakibat buruk." jawab Dokter


"Baik dok, terima kasih informasinya," saut Pak Kusuma


Pak Kusuma dengan raut wajah sedih berjalan menuju ruang tempat keluarganya di rawat. Kebetulan semuanya sudah tersadarkan diri kecuali Olivia. Pak Kusuma menceritakan hasil pemeriksaan dokter tentunya Bu Irah dan Purnama terkejut.


"Jadi, Olivia tidak bisa memberiku anak lagi?" tanya Purnama


"Iya Pur, kamu yang sabar," jawab Pak Kusuma


Purnama saat itu mengutuk perbuatanya sangat menyesal. Penyesalan Purnama semakin menumpuk ketika mendengar ucapan Olivia yang tersadar.


"Aku mau kita berpisah, aku mau kita cerai," ucap Olivia


"Aku minta maaf atas kejadian ini. tapi jujur aku masih sangat marah dengan dirimu karena telah mempermainkan aku. namun demi anak anak maaf, aku menolak permintaanmu," jawab Purnama


"Aku tetap mau kita bercerai, setelah aku keluar dari rumah sakit, aku akan mengajukan cerai ke pengadilan. dan urusan hak asuh anak kita bisa membaginya. aku akan merawat Putra dan dirimu merawat Galih," ucap Olivia


"Tidak bisa !!! kamu tidak bisa membawa Putra. berapa uang yang kamu inginkan? anaku syukur syukur masih ingin bertahan dengan dirimu demi Galih dan Putra. tapi jika kamu ingin tetap berpisah jangan bawa pergi cucuku," saut Bu Irah


"Bu, biarlah terserah dia mau melakukan apa, kita hanya menunggu saja keputusanya di pengadilan," jawab Purnama


--- 3 bulan kemudian ----


Keputusan pengadilan berpihak kepada Olivia. Olivia yang sudah mantap bercerai saat itu membawa Putra dari gendongan Purnama. Purnama, Bu Irah, dan Pak Kusuma menangis saat Putra dibawa pergi Olivia. Apalagi Galih yang saat itu masih kecil hanya bisa menangis kencang ditinggal ibu dan adiknya pergi.


--- Flashback Off ----


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


nb :


Bu Irah adalah Nenek Irah yang sekarang, Sementara Pak Kusuma adalah Kakek Kusuma atau suami dari Nenek Irah yang sekarang sudah meninggal.


__ADS_2