Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
84. SATU GERBANG


__ADS_3

30 menit kemudian, kereta yang ditunggu tunggu akhirnya sudah datang. Daniel dan Chintia memasuki kereta di gerbang tiga. Saat masuk di gerbang tiga, Chintia terkejut ada seseroang yang tak asing baginya ikut masuk di gerbang tiga. Chintia tidak mau melihat orang itu sontak menggeret Daniel untuk segera mencari tempat duduknya. Chintia menggeret Daniel kurang hati hati. Berkali kali Daniel hampir terjatuh kehilangan keseimbangan saat digeret Chintia. Daniel merasa Chintia sangar agresif kepadanya tanpa sebab. Daniel menduga sikap agresif Chintia karena nasib apesnya hari ini.Tidak ingin Chintua terus terusan bersikap agresif, Daniel mencoba mengajaknya bicara.


"Chintia, kamu agresif sekali geret tangan Mas. Mas tadi hampir jatuh kehilangan keseimbangan karena kamu geret. sebenarnya ada apa sih?" tanya Daniel


"Maaf Mas. aku tadi takut keretanya udah jalan duluan pas kita belum duduk," jawab Chintia.


"Kamu yakin?" tanya Daniel


"Iya Mas,"jawab Chintia


Namun baru saja menjawab tiba tiba ada seseorang yang duduk di kursi seberang menyapa Daniel dan Chintia


"Hai Daniel, Hai Chintia.apa kabar?" tanya orang itu


Daniel dan Chintia sontak menoleh kearah seberang saat namanya dipanggil. Mereka berdua terkejut melihat seseorang yang memanggilnya adalah Zaka. Melihat Zaka duduk kursi diseberang, Daniel merasa ingin sekali menonjok wajah Zaka tapi dirinya menahanya. Daniel berusaha bersikap setenang mungkin dihadapan Zaka dengan menjawab ucapan Zaka.


"Kami baik baik saja," jawab Daniel


"Wah, kebetulan kita satu gerbang. tadi aku juga ketemu Chintia di market stasiun. Chintia bilang kalian mau pergi pulang kampung. apa itu benar?" tanya Zaka


"Iya benar," jawab Daniel


"Oh, jadi tadi Chintia habis bertemu dengan Zaka. Makanya tadi dia murung dan cemberut. apakah penganggu itu Zaka? apakah Zaka mengatakan sesuatu pada Chintia," batin Daniel

__ADS_1


Chintia yang mengetahui Daniel mendadak diam menjadi semakin geram dengan Zaka. Chintia tahu Zaka sedang ingin memanas manasi Daniel supaya cemburu. Chintia tidak bisa membiarkan Zaka terus terusan membuat Daniel cemburu. Tanpa berpikit panjang, Chintia mengeluarkan uang 30 ribu dari dompetnya kemudian memberikanya untuk Zaka.


"Mas Zaka, sebaiknya Mas jangan mengusik hidup kami. Mas disini mau nagih uang Pop Mie tadi kan? ini Mas uangnya terima kasih. tadi sebenarnya tanpa Mas utangi dulu. aku bisa megambil dompetku sebentar di tas," ucap Chintia


"Hei, aku ikhlas kok membayarimu tadi. aku tidak mau menerimanya. kamu tidak usah sungkan kepadaku," jawab Zaka


"Tidak apa apa, terima saja Zaka. lagian kami masih punya uang dan tidak perlu dikasihani," saut Daniel


"Ok baiklah, tapi asal kalian tahu aku tidak bermaksud seperti itu." jawab Zaka


Mereka bertiga kemudian terdiam tidak ada pembicaraan. Zaka sebenarnya tidak suka melihat keharmonisan hubungan Chintia dan Daniel. Zaka tidak ingin melihat pemandangan Chintia dan Daniel terus bermesraan. Tanpa berpikir panjang, Zaka lagi lagi ingin terus mengajak bicara Daniel dan Chintia.


"Hei Daniel, kata Chintia kalian pulang kampung maksudnya mau di Tulungagung?" tanya Zaka


"Kebetulan aku juga turun di Tulungagung. jadi sering sering ketemu nih kita bertiga," saut Zaka


"Iya, terima kasih. sebaiknya kamu mencari pendamping disana untuk menemani kesendirianmu," sindir Daniel


"Aku sebenarnya sudah mendapat calon pendampingku disini. tapi sayangnya ada seseorang yang merebutnya dengan perampokan dan penyekapan," jawab Zaka


Daniel yang merasa balik tersindir memilih untuk diam dan menahan amarahnya. Chintia yang mengetahui Zaka yang terus terusan memanas manasi Daniel memiliki ide. Chintia ingin membalas perlakuan Zaka dengan bermesraan dengan Daniel.


"Cup" (Chintia mencium Daniel)

__ADS_1


"Mas, aku mengantuk tapi kepalaku pusing," ucap Chintia


"Mas pijitin aja gimana?" tanya Daniel


"Nggak usah Mas, kepalaku pusing bersandar di kursi. aku bersandar aja di dadamu," jawab Chintia


"Iya baiklah, yang penting kamu merasa nyaman. bersandarlan di dada Mas," saut Daniel


"Iya Mas, terima kasih," ucap Chintia


"Sama sama Princes Imutku," jawab Daniel


Melihat adegan romantis Chintia dan Daniel tanpa skip membuat Zaka sangat geram.


"Sial..." batin Zaka


Entah sampai kapan pemandahan diseberangnya itu berakhir, melihatnya saja otaknya merasa mendidih. Ingin menganggu suasana romantis itu tapi Zaka merasa hasilnya akam sia sia menghabiskan tenaga dan waktunya. Tidak ada pilihan lain yang dipilih Zaka, akhirnya Zaka memilih mendengarkan lagu meggunakan handseat nya sambil tiduran.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2