
Siang hari, Daniel dan Galih sudah sampai di kantor. Sesampainya di kantor, Galih dan Daniel membicarakan rencananya mempertemukan Pak Hendro dan Nenek Irah.
"Menurutmu apa kita harus katakan kalau ayah kita ada di rumah sakit?" tanya Daniel
"Tapi nenek masih bingung dengan perasaanya. aku takut nenek tidak bisa menerimanya," jawab Galih
"Dengan berjalanya waktu aku yakin nenek akan menerima kenyataan tentang ayah kita," ucap Daniel
"Lalu apa kamu memikirkan dampak terburuknya nanti? kita tidak tahu bagaimana Ihsan dan Bu Halimah nanti saat nenek tidak menerima ini," jawab Galih
"Kita harus memastikan tanggapan Ihsan dan Bu Halimah setelah mengetahui rahasia besar ini dulu," ucap Daniel
"Nah kamu benar, apa Ihsan sudah datang ke ruanganmu?" tanya Galih
"Aku tidak tahu, aku akan ke ruanganku sekarang. dan mencoba bertanya tanggapanya terkait terbongkarnya rahasia besar ini," jawab Daniel
"Hmm...baiklah kamu boleh pergi kembali ke ruanganmu," ucap Galih
"Hmm..." jawab Daniel
Daniel kemudian keluar dari ruangan Galih kemudian berjalan masuk menuju ruanganya. Sesampainya di ruangan, Daniel saat itu melihat sosok Ihsan lalu menyapanya.
"Ihsan, kamu sudah datang," ucap Daniel
"Iya Pak," jawab Ihsan
"Dirimun sudah sarapan?" tanya Daniel
"Sudah Pak," jawab Ihsan
"Oh iya, bagaimana kondisi bapakmu?" tanya Daniel
"Bapak sudah baik," jawab Ihsan
"Baiklah, aku dan Galih akan kesana pulang kerja nanti," ucap Daniel
"Tidak perlu repot repot Pak, saya dan ibuk saya yang akan menjaganya," jawab Ihsan
"Loh, ada apa emang?" tanya Daniel
__ADS_1
"Tidak apa apa Pak, sekarang dokter membatasi kunjungan demi kenyamanan pasien," jawab Ihsan bohong.
"Maaf Pak, aku terpaksa melakukan ini," batin Ihsan
Daniel hanya menggelengkan kepalanya menaruh kecurigaan pada sikap Ihsan yang mendadak tertutup. Andai saja pekerjaanya tidak numpuk, Daniel mungkin akan terus mencecar dan mengintrogasi Ihsan.
---- Flashback On ----
Pagi hari, Ihsan sedang sarapan bersama Pak Hendro dan Bu Halimah. Namun saat sarapan Bu Halimah izin ke kamar mandi sebentar
"Pak, Ihsan, ibuk mau ke kamar mandi sebentar," ucap Bu Halimah
"Iya Buk," jawab Ihsan dan Pak Hendro
Saat Bu Halimah ke kamar mandi, Pak Hendro saat itu meminta Ihsan agar tidak cerita maslaah rahasia besarnya kepada Bu Halimah.
"Nak, kamu ingat ya, jangan sampai beritahu hal kemarin sama ibukmu," ucap Pak Hendro
"Pak, tapi menurut Ihsan ibuk harus tahu ini. Ihsan takut ibuk akan kecewa jika tahu dari orang lain," jawab Ihsan
"Nak, tolong beri bapak waktu untuk menjelaskan pada ibukmu. bapak gak siap," ucap Pak Hendro
"Baiklah Pak, jika itu kemauan bapak," ucap Ihsan
"Iya Nak, bapak janji sama kamu akan segera meceritakan rahasia besar ini pada ibukmu," jawab Pak Hendro
"Rahasia besar apa, Pak?" tanya Bu Halimah
Degg...
Pak Hendro dan Ihsan terkejut saat tahu tiba tiba Bu Halimah mendengar obrolanya. Ihsan memilih diam tak bicara karena menurutnya ayahnya pasti menjelaskanya. Sementara Pak Hendro saat itu berusaha menenangkan istrinya.
"Gak ada apa apa buk, ibuk saja salah denger," ucap Pak Hendro
"Pak, ibuk gak tuli. ibuk mendengar dengan jelas kalau bapak bilang ke Ihsan akan menceritakan rahasia besar bapak ke ibuk. sebaiknya bapak ceritakan saja sama ibuk," jawab Bu Halimah
Pak Hendro kemudian menatap Ihsan, lalu Ihsan memberikan keyakinan pada ayahnya dengan kode anggukan.
"Baiklah, bapak akan cerita. tapi bapak minta maaf sebelumnya jika ibuk sakit hati dan kecewa sama bapak, semua itu berhubungan masa lalu bapak," ucap Pak Hendro
__ADS_1
"Ceritakan saja Pak, ibuk insyallah akan menerimanya," jawab Bu Halimah
Pak Hendro saat itu menceritakan rahasia besarnya kepada Bu Halimah. Tidak ada yang dikurangi dan ditambahi dalam ceritanya. Semuanya lengkap mulai dari latar belakamg keluarganya, pengusiran keluarganya terhadapnya, hingga sampai pertemuan awalnya dengan Bu Halimah.
Bu Halimah yang mendegarnya sungguh terkejut dan tidak menyangka.
"Ya Allah Pak, jadi majikan ibuk itu anak bapak? dan bosnya Ihsan juga anak bapak?" tanya Bu Halimah
"Iya Bu, Galih dan Putra adalah anak bapak. bapak minta maaf karena baru cerita," jawab Pak Hendro
"Apa kedua anak bapak sudah tahu akan hal ini?" tanya Bu Halimah
"Sudah buk," jawab Pak Hendro
"Lalu keluarga bapak, khusunya Nyonya besar apa mengetahuinya?" tanya Bu Halimah
"Nyonya besarmu itu ibu mertua kamu. dia adalah ibuku. tapi sekarang ibu pasti membenciku dan tidak menerimaku buk. aku yang menyebabkan ayahku dulu serangan jantung. jadi bapak mohon ibuk jangan cerita kebenaran ini dulu kepada ibu," jawab Pak Hendro
"Maksud bapak, merahasiakan tentang keluarga kecil kita ini Pak?" tanya Bu Halimah
"Iya Buk," jawab Pak Hendro
Bu Halimah kemudian menatap Ihsan kemudian mengatakan sesuatu.
"Ihsan, kamu juga sudah tahu ini kan? jika kamu ke kantor nanti jangan sampai kamu menjawab apapun terkait hal ini sama bos kamu. ibuk takut suatu saat nanti Nyonya besar akan mengambilmu dari bapak dan ibuk," ucap Bu Halimah
"Iya Buk," jawab Ihsan
Ihsan berpikir ucapan Bu Halima ada benarnya. Bisa jadi jika rahasia ini terungkap, Ihsan akan dibenci oleh keluarga Kusuma dan juga bisa saja dirinya akan terpisah dari Pak Hendro dan Bu Halimah. Terpaksa, mau tidak mau Ihsan harus tertutup dan menjauhkan dirinya dan keluarganya dari Daniel dan Galih.
"Aku harus menjaga keutuhan keluargaku, aku tidak ingin hal buruk terjadi pada keluargaku. Pak Daniel, Pak Galih maaf jika aku harus tertutup kepada kalian," batin Ihsan
---- Flashback Off -----
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga