Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
181. DRAMA PERJALANAN


__ADS_3

Ihsan dan Fiona keluar dari rumah sakit menuju parkiran. Sesampainya di parkiran, Fiona melihat Ihsan mengambil sepeda onthel yang biasa digunakan berjualan. Fiona ingin Ihsan ikut berangkat dalam mobilnya. Tanpa ragu Fiona berteriak memanggil Ihsan.


"Mas Ihsan !!!" teriak Fiona


"Iya Mbak, ada apa?" jawab Ihsan


"Bareng saya aja naik mobil biar cepat," ucap Fiona


"Nggak usah Mbak, Mbak Fiona saja yang naik mobil," jawab Ihsan


Tiba tiba suara gemeruh awan mengangetkan Ihsan dan Fiona pertanda akan turun hujan. Fiona tidak mau Ihsan kehujanan bersikukuh terus memaksanya ikut naik mobil.


"Gak usah sungkan, bentar lagi hujan Mas Ihsan nanti sakit," ucap Fiona


"Tapi Mbak..." jawab Ihsan terpotong


"Gak apa apa Mas, ayo cepetan keburu hujan," saut Fiona


"Baik Mbak, kalau tidak merepotkan," jawab Ihsan


Ihsan mau tidak mau akhirnya berangkat pulang ke rumahnya diantar mobil Fiona. Ihsan terlihat gugup saat masuk dalam mobil. Pertama kali dalam hidupnya Ihsan bisa merasakan naik mobil. Fiona yang menyadari kegugupan Ihsan berusaha membuat Ihsan agar tidak gugup.


"Mas Ihsan, gak apa apa tidak perlu gugup. santai aja kalau sama saya," ucap Fiona


"Iya Mbak, terima kasih mau membarengi saya," jawab Ihsan


"Iya Mas, emm..umur Mas Ihsan 20 tahun ya?" tanya Fiona

__ADS_1


"Iya Mbak, bentar lagi 21," jawab Ihsan


"Wah selisih satu tahun aku masih 19 tahun bentar lagi 20," ucap Fiona


"Berarti Mbak Fiona mau ulang tahun?" tanya Ihsan


"Iya Mas aku tanggal 4 April, kalau Mas kapan?" tanya Fiona balik


"Sama Mbak, saya juga 4 april," jawab Ihsan


"Wah, kebetulan banget dong, Mas mau nggak jadi teman aku? nanti pas ulang tahun kita saling tukar kado?" ucap Fiona


Ihsan berpikir Fiona adalah orang kaya yang tentunya hadiahnya harus mewah. Ihsan menyadari statusnya yang jauh dari Fiona tidak bisa menjanjikan hadia pada Fiona.


"Iya Mbak, saya mau jadi temanya Mbak, tapi masalah hadiah saya sepertinya gak bisa beri yang mewah mewah, saya gak pernah kok Mbak yang namaya ngadain pesta, mungkin saya hanya berbagi dan ngadain syukuran kecil kecil sama anak anak," jawan Ihsan


"Baik Mbak," jawab Ihsan


Ihsan kemudian menatap jalan rumahnya sebentar lagi sampai.


"Mbak Fiona, nanti belok kanan terus ada gang kecil masuk, tapi mobil Mbak gak bisa masuk, Mbak berhenti saja di depan toko, biar saya ambilkan ikanya," ucap Ihsan


"Iya aku akan parkirkan mobilnya di depan toko. aku mau Ikut Mas masuk kedalam aja gak apa apa," jawab Fiona


"Tapi Mbak, jalanan masuk gang becek. gak apa apa Mbak tunggu di mobil saja," ucap Ihsan


"Saya tetap mau ikut, gak apa apa saya ikut saja," jawab Fiona

__ADS_1


"Baik Mbak," saut Ihsan


Ihsan dan Fiona turun dari mobil lalu berjalan memasuki gang kecil untuk menuju rumah Ihsan. Benar saja, jalanan tanah yang banjir dan berlumpur. Fiona sudah berhati hati saat berjalan tapi tetap saja Fiona kepleset.


"Aaah..."teriak Fiona


Fiona memejamkan matanya berpikir pakaianya akan terkena lumpur karena terjatuh. Tapi lama dirinya memejamkan mata merasa ada yang menyangga tubuhnya. Dirinya baru membuka matanya saat mendengar suara Ihsan.


"Mbak Fiona gak apa apa?" tanya Ihsan


"Iya saya tidak apa apa, bisa turunkan saya," jawab Fiona


"Maaf Mbak, saya lancang. karena tadi saya refleks," ucap Ihsan


Ihsan menurunkan Fiona dengan hati hati.


"Gak apa apa Mas, saya juga minta maaf karena merepotkan. terima kasih telah menolong saya," jawab Fiona


"Iya Mbak, sekarang mari saya antar ke rumah tetangga saya untuk beli ikan hias," ucap Ihsan


"Iya ayo," jawab Fiona


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2