Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
205. IRAHWATI, SE (2)


__ADS_3

"Hah !!!" saut Galih dan Daniel terkejut


"Ayo !!! kalian takut !!!" ucap Nenek Irah


Galih dan Daniel saat itu bingung bagaimana menghadapi neneknya. Galih dan Daniel tidak berniat menyinggung. Hanya saja, Nenek Irah sangat sensitif menganggap ucapan kedua cucunya adalah singgungan.


Galih yang bergelar magister manajemen bisnis pada namanya sebenarnya bisa saja menghadapi neneknya. Begitu juga dengan Daniel yang memiliki segudang prestasi di bidang ekonomi semasa SMA. Namun, apa daya mereka tidak mau urusan makin panjang. Hingga akhirnya mau tidak mau, Galih dan Daniel mengalah.


"Nek, kami berdua minta maaf. kami gak bermaksud menyinggung Nenek. jadi kami mohon Nenek jangan marah ya," bujuk Galih


"Iya Nek, tadi beneran Daniel gak niat nyinggung. Daniel baru tahu dan tidak menyangka kalau ternyata nenek sungguh luar biasa memiliki gelas SE di namanya. aku saja kalah hanya lulusan SMA," saut Daniel


"Kalian memohon pada Nenek biar cepat lepas dari Nenek kan? bisa segera lolos menghindari nenek?" tanya Nenek Irah


Galih dan Daniel saat itu hanya bisa pasrah dengan ucapan neneknya. Dalam hati kecilnya semua yang dikatakan neneknya benar.


"Waduh yang dikatakan nenek kok bener ya, wah, tamat nih gak bakal bisa kabur," batin Galih


"Ya ampun, pasrah wae lah...susah wes susah lek ngehadap ibunda Irahwati, SE." batin Daniel


Galih saat itu menatap Danie sejenak kemudian menjawab apa yang dikatakan Nenek Irah.


"Nek, kami berdua sungguh tidak ada waktu untuk main debat ekonomi sama Nenek. dua jam lagi kami berdua ada meeting. bener kan Nil, jadwalnya ada meeting dua jam lagi?" tanya Galih


"Iya bener, dua jam lagi kita ada meeting Nek," jawab Daniel


"Benarkah? kalian tidak membohongi Nenek?" tanya Nenek Irah

__ADS_1


Galih dan Daniel menggelengkan kepalanya.


"Nenekmu tidak sebodoh itu. Nenekmu Irahwati, SE akan melepaskan kalian jika kalian menyerahkan bukti dua jam lagi kalian meeting," ucap Nenek Irah


"Hah !!!' kejut Daniel dan Galih


"Apa? kalian cuma ngibulin nenek saja kan biar bisa kabur?" tanya Nenek Irah


"Nek, bukan begitu Nek..." jawab Galih terpotong


"Hei, kalian mau bohong apalagi? nenekmu ini sudah tahu isi Haidar group. kamu tahu kakekmu Kusuma? kita berdua dipertemukan di acara reuni ulang tahun SMA. kakekmu adalah kakak kelas nenek. kakekmu melamar dan menikahi nenek saat nenekmu baru sarjana," ucap Nenek Irah


Mendengar cerita Nenek Irah, saat itu Galih dan Daniel ingin mengorek lebih dalam tentang masa lalu neneknya.


"Jadi nenek cinlok sama kakek?" tanya Galih


"Dasar anak muda, kamu ini kepo sekali. haha tidak apa apa. yang kamu katakan benar. Abiyaksa Haidar Kusuma M.B.A telah mempersunting Irahwati, SE selesai wisuda," jawab Nenek Irah


"Kamu tahu, nenekmu ini menjadi saksi peresmian awal Kusuma Group. kakekmu sangat jenius. dulu Kusuma Group itu perusahaan kecil yang baru merintis. Nenekmu ini pernah menjadi HRD disana, namun sebulan bekerja nenek hamil, kakekmu menyuruh nenek berhenti," jawab Nenek Irah


"Nek, jujur sumpah Galih baru ngerti ini," ucal Galih


"Hei dasar anak muda, kamu kira nenekmu ini terlalu ndeso dan kejawen? asal kamu tahu ya, nenekmu marah marah nyidak karyawan dulu ada alasanya. nenekmu adalah istri pendiri Kusuma Group. Nenek merasa diacuhkan dan tak dikenal saat di sana. Edukasi sejarah perusahaan itu penting dketahui karyawan karyawanmu agar paham etika," jawab Nenek Irah


Galih saat itu baru tahu alasan yang sebenarnya ketika neneknya marah marah di perusahaan. Dulu pas kejadian Nenek Irah heboh di perusahaan, memang Galih menganggap neneknya terlalu ndeso kejawen yang selalu menekankan tata krama budayanya.


"Wah, Galih beneran baru tahu. nenek hebat," ucap Galih

__ADS_1


"Nenekmu Irahwati, SE ini memang hebat. jadi jangan coba coba ngibulin nenekmu ini," jawab Nenek Irah


"Iya Nek," jawab Galih dan Daniel bersamaan


"Udah ah, nenek gak mau tahu. mumpung nenek lagi mood debat ekonomi mikro. sekarang kita mulai pertandinganya," ucap Nenek Irah


Duarr....


Galih dan Daniel tak bisa mengelak dan terpaksa meladeni neneknya yang ingin debat ekonomi.


35 menit kemudian, Nenek Irah sudah puas dan mulai merasa puas dengan debatnya hari ini. Debat memang berlangsung cepat, karena Galih dan Daniel terpaksa mengalah agar neneknya senang. Setelah debat saat itu, Nenek Irah mengenang seseorang.


"Kalian tahu, ayah kalian dulu sangat menyukai debat. Nenek dulu bangga kepadanya karena sering juara. dan Nenek bersyukur kalian anak anak Purnama mewarisi kepintaranya sehingga dapat memimpin perusahaan," ucap Nenek Irah


Galih dan Daniel saat itu saling menatap saat Nenek Irah membicarakan Purnama. Galih saat itu mencoba bertanya apakah Nenek Irah membenci Purnama atau tidak.


"Nek, aku mau tanya sesuatu tentang ayah," ucap Galih


"Tanyakan," jawab Nenek Irah


"Apakah sekarang Nenek masih membenci ayah karena kejadian tempo dulu kakek mengusir ayah?" tanya Galih


Degg...


---------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2