
Di dalam kamar saat itu Galih sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya. Saat mengerjakan tugas kantornya, Galih merasa haus. Galih meletakan sejenak laptopnya di pinggir sofa lalu mengambil air putih yang ada di meja. Namun saat Galih baru saja duduk di sofa hendak menikmati air putih yang dibawanya, tiba tiba gelas yang dipegangnya jatuh dan tumpah membasahi sofa. Untung saja laptop yang ada dipinggir sofa tidak ikut basah
"Sial..." ucap Galih
Galih berdecak kesal mengambil banyak tisue untuk mengeringkan sofa. Saat itu juga kebetulan Hesti masuk kedalam kamar.
"Ceklek" (Hesti membuka pintu kamar)
Saat masuk dalam kamar, Hesti melihat aktivitas Galih mengambil banyak tisue yang diletakan di sofa. Hesti menggelengkan kepalanya melihat Galih yang ternyata meghabiskan setengah box tisue. Tanpa ragu, Hesti langsung menegur Galih.
"Mas, kamu menghabiskan setengah box tisue. bentar lagi sekalian Mas habisin aja setengah box sisanya," ucap Hesti
Galih yang menyadari Hesti ada dibelakangnya langsung menolehkan kepalanya dan menjawab ocehan Hesti.
"Oh ini Hes, tadi Mas tidak sengaja numpahin segelas air di sofa dan sofanya basah. makanya Mas keringin sofanya pakai tisue," ucap Galih
"Ya gak bakal kering Mas, yang ada tisuenya ikut basah. lagian cuma air putih. Mas tunggu minimal setengah jam sofanya nanti akan kembali kering," jawab Hesti
"Tapi Mas ngantuk banget Hes, Mas tidur dimana kalau sofanya gak kering," ucap Galih
Hesti melihat jam di dinding sudah menunjukan pukul 23.00. Hesti merasa kasihan dengan Galih jika harus rela menahan kantuknya karena menunggu sofanya kering. Tanpa berpikir panjang, akhirnya Hesti menyuruh Galih tidur di ranjang.
"Mas tidur di ranjang saja," ucap Hesti
Degg....
Jantung Galih rasanya berdebar debar mendengar ucapan Hesti. Galih hanya terdiam, melongo, tak berkedip. Hesti yang melihat raut wajah Galih saat itu langsung mengagetkanya.
"Mas, kok diem?" ucap Hesti
"Eh, iya maaf," jawab Galih
"Mas tidur aja di ranjang," ucap Hesti
"Kamu beneran mau tidur seranjang dengan Mas?" tanya Galih
"Iya Mas, tapi dengan syarat harus ada pembatasnya," jawab Hesti
Hesti menaruh guling di tengah ranjang lalu mengatakan sesuatu kepada Galih..
__ADS_1
"Ini ada pembatasnya, kalau dari kita yang melewati batas ini akan dijatuhi hukuman," ucap Hesti
Galih menahan tawanya melihat kelakuan konyol Hesti. Galih saat itu juga penasaran hukuman konyol apa yang diberikan Hesti kepadanya jika melanggar.
"Hukumanya apa kalau dari kita ada yang melewati batas?" tanya Galih
"Hukumanya, Mas Galih kalau melanggar harus bantu aku masak sarapan pagi bagian ngupas bawang merah, potong potong sayuran, dan ngulek sambal," jawab Hesti
Gaih hanya tersenyum mendengar hukuman yang diucapkan Hesti jika dirinya melanggar. Hukuman yang sangat mudah menurutnya. Tapi yang bikin Galih heran mengapa sambal yang dibuat tidak di blender.
"Mengapa gak di blender aja sambalnya? bukanya lebih cepet kalau di blender?" tanya Galih
"Kalau di blender kurang nikmat, enakan di ulek sambalnya," jawab Hesti
"Oh...okelah, Mas setuju. Mas juga mau mengatakan hukumanmu jika kamu melanggar. hukumanmu jika kamu melanggar adalah harus memberikanku ciuman selamat pagi," ucap Galih
"Hah?" kejut Hesti
"Mengapa? kamu keberatan? Mas kan menerima hukuman darimu juga jika Mas melanggar," jawab Galih
Hesti saat itu yakin ditirinya tidak akan melanggar langsung menyetujuinya.
"Baiklah, sekarang Mas ngantuk mau tidur. kamu juga tidurlah," jawab Galih
"Iya, aku juga akan tidur," ucap Hesti
Tak lama kemudian jam sudah menunjukan pukul 23.20. Galih dan Hesti sudah tidur terlelap. Namun saat tertidur, Galih saat itu ternyata belum tidur. Ada rencana licik dari Galih saat itu. Galih membuang guling pembatas diantara dirinya dam Hesti. Tentunya saja, Hesti tidak sadar karena sudah tertidur pulas.
Galih menarik perlahan tubuh Hesti hingga akhirnya Galih berhasil membuat Hesti memeluk dirinya saat tidur. Jelas saja, Galih merasa sangat bahagia. Rasa hangat, damai dan tenang menyelimuti hati Galih saat ini. Tentunya Galih tidak mau kalah, dirinya juga ikut memeluk Hesti tanpa memikirkan hukuman besok pagi. Malam itu mereka berdua tidur saling berpelukan dan berhadapan. Dan kejadian malam itu adalah memang tujuan rencana Galih biar dirinya dan Hesti sama sama mendapat hukuman.
-------------
Esok hari, jam sudah menujukan pukul 04.45. Hesti terbangun lebih dulu karena hendak mau menunaikan shalat shubuh. Namun ada yang aneh saat Hesti bangun tidur. Hesti merasakan tanganya memegang guling yang tak biasa baginya. Dan juga Hesti merasakan ada sesuatu yang menindih perutnya saat itu. Serta, Hesti juga merasakan hembusan nafas hangat mendarat di lehermya. Hesti tanpa ragu menoleh kearah sumber hembusan nafas tesebut. Saat melihat kondisinya terbangun, Betapa terkejutnya Hesti melihat Galih memeluk dirinya saat tidur.
"Aaaa...." teriak Hesti
Teriakan Hesti membuat Galih terbangun.
"Hes, kok teriak teriak sih?" tanya Galih
__ADS_1
"Mengapa Mas peluk Hesti?" tanya balik Hesti
"Lha wong kamu sendiri pas tidur tadi buang gulingnya terus narik narik tubuh Mas minta peluk," jawab Galih bohong
"Ah gak mungkin," bantah Hesti
"Lha beneran, buktinya kamu juga nglewatin batas," jawab Galih
"Hehe..maafin Mas ya bidadariku, Mas kepaksa bohong" batin Galih
"Eh, bisa jadi sih. tadi aku kan pas bangun meluk Mas Galih, tapi ini gak boleh terjadi, Mas Galih pasti ngisengin aku," batin Hesti
"Aku tidak percaya," ucap Hesti
"Di kamar ini ada cctv, mau lihat?" jawab Galih
Tentu saja Hesti sangat malu jika apa yang dikatakan Galih benar. Dengan berat hati saat itu Hesti menerima hukuman dari Galih
"Baiklah, aku kalah aku akan melaksanakan hukumanku, tapi Mas juga melanggar harus juga dapat hukuman," ucap Hesti
"Iya baik, sekarang berikan Mas ciuman selamat pagi. setelah ini kita shalat shubuh berjamaah," jawab Galih
Hesti tanpa ragu saat itu mecium pipi kanan Galih.
"Cup" (Hesti mencium pipi kanan Galih)
Galih yang merasakan ciuman lembut di pipi kananya sangat bahagia. Galih tersenyum saat itu lalu mengajak Hesti shalat shubuh berjamaah.
"Sekarang ayo kita shalat shubuh berjamaah," ucap Galih
"Iya Mas," jawab Hesti
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1