
2 hari kemudian, Galih berhasil mendapat informasi tentang sekolah Zeva. Zeva masih kelas 1 SD di sekolah unggulan jakarta. Galih yang senang mendapat informasi tentang Zeva langsung menyampaikanya pada Daniel.
"Nil, aku berhasil menemukan informasi tentang sekolah Zeva," ucap Galih
"Kita harus menyusun rencana agar bisa bertemu dan mendekati Zeva," jawab Daniel
"Aku akan hubungi Hesti dulu, sementara kamu coba hubungi Chintia," ucap Galih
"Sebaiknya kita tidak melibatkan Hesti dan Chintia pada masalah ini," jawab Daniel
"Baiklah, aku sudah memiliki rencana, besok kita akan memulainya," saut Galih
-----------
Esok hari demi agar bisa bertemu dengan Zeva, Daniel dan Galih harus rela menjadi badut donal bebek. Daniel saat itu merasa kesal dengan Galih yang mencarikan kostum badut yang tidak sesuai dengan dirinya.
"Lih, apa maksudmu aku harus memakai kostum ini? apakah kamu waras dengan kostum pilihanmu?" tanya Daniel
"Sudahlah pakai saja, jangan banyak bicara," jawab Galih
"Hei, kostum badut donal bebek ini perempuan, apakah kamu tidak menyadari itu?" saut Daniel
"Apa salahnya, pakai saja," jawab Galih
"Eh enteng banget dirimu ngomong gitu. Dasar komodo lapuk," ucap Daniel
"Hei kau, dasar kadal ceriwis," jawab Galih
__ADS_1
"Tidak. aku mau tukar kostum ini, ini tidak cocok dengan karakterku. rasanya aku terlalu lembek memakai kostum bernuasa merah muda," saut Daniel
"Haha...sudahlah demi Zeva menurutlah. sebantar lagi kita akan menemui Zeva. asal kamu tahu Eveline bilang kepadaku kalau Zeva suka donal bebek. makanya aku pesen kostum ini untuk kita pakai," jawab Galih
"Ok baiklah, aku akan pakai," saut Daniel
"Sial, demi gadis kecil imut itu aku harus memakai kostum badut perempuan. awas saja Galih, aku akan mengutukmu jika Chintia mengetahui ini," batin Daniel
1 jam kemudian, Zeva keluar dari halaman sekolahnya sangat senang melihat badut donal bebek di hadapanya.
"Aaaaa....ada donal dan desy..." teriak Zeva
Zeva saat itu berlari memeluk badut donal dan desy bersamaan. Zeva saat itu langsung meminta Donal memeluk Desi.
"Donal ayo peluk Desi," ucap Zeva
"Hah, apa ini? aku masih normal Zeva, aku tidak mau memeluk kadal ceriwis, ini sangat menjijikan," batin Galih
"Apakah komodo lapuk itu akan memeluku? aku mohon semoga hal itu tidak terjadi," batin Daniel
Zeva saat itu merasa kesal dengan Donal yang tidak segera memeluk Desy. Dengan jengkel, Zeva memarahi Donal yang tidak menurut perintahnya.
"Aku kesel sama Donal. mengapa Desi gak dipeluk, sekarang aku tidak mau tahu. gendong Desi atau aku akan menangis," ancam Zeva
Melihat Zeva beneran hendak menangis, Galih yang masih setia dengan kostum badut donal tanpa aba aba menggendong Daniel yang juga memaki kostum badut Desy.
"Woy turunin aku woy, dasar komodo lapuk," teriak Daniel
"Heh, Kadal ceriwis jaga bicaramu," jawab Galih
__ADS_1
"Cepat turunkan aku, atau ku cekik lehermu," saut Daniel
"Aku masih normal, siapa juga yang mau menggendong kadal ceriwis kaya dirimu." jawab Galih
Galih dengan sengaja menurunkan Daniel dari gendonganya hingga terjatuh. Daniel merasa kesal saat itu langsung membuka penutup kepalanya dan balik mendorong Galih. Penutup kepala Galih juga terlepas saat itu. Mereka bedua sekarang sudah menunjukan wajahnya masing masing. Mereka berdua saling cekcok dan tidak sadar kalau Zeva dari tadi melihatnya. Zeva yang melihat badut Donal dan Desi bertengakar hanya bisa menangis.
"Huah...." (Zeva menangis)
Daniel dan Galih menyadari Zeva menangis langsung menghentikan pertikaianya karena panik. Daniel dan Galih menghampiri Zeva yang menangis lalu berusaha menenangkanya.
"Adik kecil, jangan nangis ya? nanti paman belikan istana barbie," ucap Galih
"Aku bukan anak kecil dan sudah punya istana barbie huaah..."" jawab Zeva menangis
"Dasar bodoh, Keluarga Mahardika gak tergiur sama uangmu komodo lapuk, haha" batin Daniel
"Zeva manis, gimana kalau paman ajak Zeva makan gula kapas di pinggir danau?" bujuk Daniel
"Lain kali saja ya om, hari ini Zeva mau pulang. besok kita ketemu lagi ya? tapi syaratnya besok om harus mau pakai kostum badut Donal sama Desy, bye om...," jawab Zeva
"Hah??" saut Daniel dan Galih bersamaan
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1