Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
200. CURAHAN IHSAN


__ADS_3

Esok hari Galih dan Daniel kembali menjenguk Pak Hendro. Galih dan Daniel sengaja membatalkan semua agendanya karena alasan ingin mengenal dekat ayahnya yang menghilang. Sesampainya di rumah sakit, Galih dan Daniel terhenti di depan pintu melihat Ihsan yang setia menjaga ayahnya. Bahkan Ihsan saat itu mencurahkan isi hatinya dan tentunya terdengar oleh Daniel dan Galih.


"Pak, Ihsan pingin bapak sehat kaya dulu. sekarang keluarga kita ada orang baik Pak. Namanya Pak Daniel dan Pak Galih. aku akan mengenalkan sama bapak pada majikanku jika bapak sadar," ucap Ihsan


Ihsan terus mengelus tangan ayahnya yang terlihat dingin kemudian melanjutkan bicaranya.


"Pak, apa bapak ingat masa masa keluarga kita susah karena bapak di PHK? itu sangat menyakitkan bahkan Ihsan harus terpaksa gak bisa tamatin SMA. Tapi Tuhan maha adil Pak, sekarang alhamdulillah, atasan Ihsan mengangkatku jadi ahli bahasanya. Ihsan sekarang banyak uang, bapak harus lihat ihsan sukses," ucap Ihsan


Ihsan meneteskan air matanya lalu mengucap harapanya didepan ayahnya yang terbaring koma.


"Pak, bapak cepat sadar ya, Ihsan rindu sama bapak.Ihsan hanya pingin bapak sehat. bapak gak usah kerja lagi kalau sembuh. Ihsan pingin bapak dan ibu dirumah saja. kita berkumpul dan makan sama sama bertiga. Ihsan sayang sama bapak," ucap Ihsan


Galih dan Daniel yang melihat curahan hati Ihsan di bilik pintu ikut terharu. Daniel masih bisa menahan air matanya tidak ikut keluar. Berbeda dengan Galih yang tak kuasa menahan air matanya jatuh di pipinya. Galih saat itu hanya bisa mengucek matanta lalu menepuk pundak Daniel. Daniel yang merasa Galih memanggilnya langsung menoleh.


"Ada apa Kak? kakak tidak apa apa?" tanya Daniel


"Aku tidak apa apa," jawab Galih


"Menangislah kalau kakak memang mau menangis. aku mengerti perasaannu sekarang," saut Daniel


Apa yang dikatakan Daniel benar apa adanya. Ingatan kenangan masa kecil dan remaja Galih bersama ayahnya terus terlintas di pikiranya. Daniel tahu Galih adalah tipe orang yang tertutup dan malu jika terlihat lemah. Tanpa ragu, Daniel menenangkan Galih yang sedikit terisak saat itum


"Kak, apa kakak butuh waktu menenangkan diri?" tanya Daniel


"Aku tidak kuat. kenangan indah itu muncul di ingatanku, aku izin ke kamar mandi sebentar," jawab Galih

__ADS_1


Daniel hanya mengangguk


"Masuklah dulu kedalam, aku akan menyusul. dan ingat jangan beritahu kebenaranya. karena kita harus mencari waktu yang tepat untuk ini," ucap Galih


"Aku mengerti," jawab Daniel


"Aku mempercayaimu," saut Galih


Galih langsung bergegas ke kamar mandi. Sementara Daniel masuk kedalam menemui Ihsan yang menjaga Pak Hendro.


"Ihsan," ucap Daniel


"Eh, Pak Daniel. silahkan duduk Pak," jawab Ihsan


"Hmm..baiklah," saut Daniel


"Maaf Pak, apa ada hal yang penting menyangkut pekerjaan saya?" tanya Ihsan


"Aku hanya ingin bertemu denganmu saja," jawab Daniel


"Iya Pak, maaf saya masih kurang paham. mengapa Pak Daniel menemui saya? apakah terkait pekerjaan di kantor?" tanya Ihsan


"Sebenarnya Iya, tapi santai saja gak usah dipikirkan. kita fokus saja kesehatan ayah kamu," jawab Daniel bohong


"Aku harus tahan dulu, tidak mungkin aku bilang mau menjenguk ayahku. belum saatnya aku mengungkap semuanya," batin Daniel

__ADS_1


"Maaf Pak, tidak apa apa kalau Pak Daniel berkenan kita bisa membicarakanya," jawab Ihsan


"Baiklah, aku akan kirimkan di emailmu nanti," saut Daniel


"Baik Pak, disini ada buah pir sama jeruk. monggo dimakan," jawab Ihsan


"Iya terima kasih, nanti saja," saut Daniel


"Saya kupaskan ya Pak, nanti agar bapak makanya enak," ucap Ihsa


Daniel hanya mengangguk


Ihsan memperlakukan Daniel seperti majikanya. Daniel yang melihat perlakuan Ihsan mulai mengupaskan buah pir dan jeruk kepadanya merasa sedikit miris melihat kebenaran fakta yang sebenarnya.


"Andai kamu tahu kebenaranya, apa kamu akan marah? aku memperlakukanmu seperti pelayanku dan kamu selalu menurut kepadaku. aku hanya berharap hal hal baik menyertaimu," batin Daniel


Tak lama kemudian, Galih ikut masuk kedalam ruanganya dan tentunya Ihsan juga memperlakukan Galih seperti atasanya.


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


nb : maaf atas keterlambatanya, author sedang sibuk tugas akhir. terima kasih semuanya.


__ADS_2