
5 menit kemudian, sesuai prediksinya dugaan Maria benar. Niken dan Rosa bersama tamu undangan lainya melakukan aksi lanjutan mengerjai Chintia. Niken dan Rosa berjalan menghampiri Chintia dan Maria yang masih terduduk di kursi tangan. Tanpa ragu, Niken memulai aksinya dengan menyuruh seluruh tamu undangan berdiri untuk melakukan permainan.
"Hei kalian, di pesta ulang tahunku aku ingin kalian semua berdiri membentuk lingkaran besar. karena kita semua akan melakukan sebuah permainan." teriak Niken
Seluruh tamu undangan berdiri membentuk melingkar kecuali Maria dan Chintia. Niken yang mengetahui Maria tak kunjung ikut berdiri, memberi isyarat menatap tajam Maria agar ikut berdiri. Maria takut dan tidak berani melawan Niken, tanpa berpikir panjang Maria ikut berdiri dan bergabung kedalam barisan melingkar.
Maria terus menatap Chintia dengan rasa bersalahnya. Di dalam hati kecilnya Maria ingin sekali meminta maaf pada Chintia.
"Chintia, maafkan aku, aku tidak bisa menolongmu saat ini," batin Maria
Niken menyorot pandanganya kearah Chintia yang masih terduduk di kursi taman. Niken sangat puas melihat wajah panik Chintia yang terus menunduk. Tidak puas sampai disitu saja, tanpa ragu Niken menyuruh Chintia berdiri.
"Hei, kamu ikut berdiri dan bergabung," tegas Niken menatap Chintia
"Maaf, aku tidak bisa," jawab Chintia
"Kamu berani membantah perintahku?" tanya Niken
"Maaf, aku benar benar tidak bisa," jawab Chintia
"Hah? aku tidak mau tahu. berdirilah sekarang juga !" tegas Niken
Chintia masih teridiam tak bergeming dari posisi duduknya. Chintia merasa terpojokan dan dirinya merasa tidak aman. Tidak mungkin Chintia menuruti perintah Niken, jika dirinya berdiri robekan rok yang dipakainya akan terlihat jelas.
Niken sangat geram dengan Chintia yang tak kunjung berdiri. Tanpa ragu, Niken tidak ingin menyia nyiakan waktunya. Niken tiba tiba menarik tangan Chintia paksa menyuruhnya berdiri.
"Ayo berdiri !" tegas Niken
"Tidak, aku tidak mau," jawab Chintia
__ADS_1
"Jangan banyak bicara. ayo berdiri !" saut Niken
"Tidak, aku mohon jangan lakukan ini," ucap Chintia
"Aku tidak peduli. pokoknya kamu harus berdiri," saut Niken
Niken terus menarik tangan Chintia seperti tarik tambang. Chintia terus memberontak dan meringus tanganya kesakitan.
"Auh...aduh..." ucap Chintia
"Semakin kamu memberontak, kamu akan tahu akibatnya. ayo cepat berdiri !" saut Niken
"Aku mohon, aku tidak mau?" ucap Chintia
"Mengapa tidak mau? katakan saja," saut Niken
"Baiklah, kalau kamu diam saja. ayo cepat berdiri !" tegas Niken
Niken terus memaksa menarik tangan Chintia agar segera berdiri. Tetapi perlawanan yang diberikan Chintia cukup kuat membuatnya kewalahan. Karena kewalahan Niken meminta bantuan Rosa dan Maria untuk menarik tangan Chintia.
"Rosa, Maria, bantuin tarik tangan gadis ini agar mau berdiri," ucap Niken
Rosa menganggukan kepalanya menghampiri Niken. Sementara Maria dirinya merasa dan sudah tidak sanggup jika disuruh menyakiti Chintia. Tanpa berpikir panjang, Maria izin kebelet mau ke kamar mandi.
"Niken, maaf aku kebelet pipis. aku mau ke kamar mandi," ucap Maria
"Iya sudah sono pergi, masih sempet sempetnya aja kebelet," jawab Niken
"Maaf, udah di ujung nih, aku cabut dulu," saut Maria berlari
__ADS_1
Setelah kepergian Maria, Niken dan Rosa kembali menarik kasar tangan Chintia agar berdiri.
"Hei, ayo berdiri !" tegas Niken
"Tidak mau !" teriak Chintua
"Nurut aja kali Chin, cuma bediri doang," saut Rosa
Chintia masih tetap saja memberontak. Namun kali ini tenaganya Niken dan Rosa menarik tanganya lebih kuat. Hingga akhirnya Chintia berdiri dan berteriak.
"Aaaa...tidak..." teriak Chintia
Niken dan Rosa tertawa puas karena berhasil mempermalukan Chintia. Para tamu undangan tidak melihat bagian belakang Chintia bingung dengan apa yang terjadi pada Chintia yang tiba tiba berteriak. Niken dan Rosa menyadari para tamu undangan tidak meliha bagiam belakang Chintia. Tanpa ragu, Niken dan Rosa memaksa membalikan tubuh Chintia.
"Ayo berbalik !" tegas Niken
"Tidak !" teriak Chintia menangis
Chintia terus memberontak akhirnya dirinyaa hanya bisa pasrah. Saat Niken dan Rosa hampir berhasil membalikan tubuh Chintia. Tiba tiba terdengar suara seseorang yang menggelegar dari arah belakang mengejutkan Niken dan Rosa.
" HENTIKAN !!!" teriak seseorang dari belakang
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1