Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
148. SUDAH TERUNGKAP


__ADS_3

Daniel saat itu menitihkan air mata saat terbukti dirinya adalah Saputra Haidar Kusuma. Chintia yang melihat suaminya hendak menangis langsumg memeluk suaminya.


"Mas, semua sudah terungkap. Mas adalah adik dari Mas Galih. Mas harus tenang," ucap Chintia


"Iya aku bahagia, akhirnya aku menemukan kebenaranya," jawab Daniel


"Daniel, sekarang kamu keluargaku. kamu tinggalah bersama kami. nenek pasti senang," ucap Galih


Daniel saat itu menatap Sofia dan bertanya sesuatu.


"Mengapa namaku menjadi Daniel? apakah kamu tahu?" tanya Daniel


"Yazid yang memberikan nama itu kepadamu, awalnya Yazid ingin menamaimu Saputra saja menghilangkan nama marga mantan suami ibumu. tapi karena Yazid ingin kamu merasa aman dan tak dikejar ayah kandungmu. Yazid menambahkan nama Daniel dan Olivia sepakat saat itu," jawab Sofia


"Jadi ayah tiriku berusaha menjauhkan aku dari ayah kandungku," ucap Daniel


"Yazid sangat menyayangimu, nama Daniel itu diberi karena menurutnya agar dia semakin menyayangimu walaupun kamu bukan anak kandungnya. apalagi Olivia saat itu divonis tidak bisa hamil pasca kecelakaan dengan mantan suaminya." jawab Sofia


Mendegar kata kecelakanan Olivia, Galih saat itu teringat cerita dari neneknya kalau Olivia selingkuh dengan Yazid. Tanpa ragu, Galih menanyakanya pada Sofia.


"Maaf, bukanya aku lancang. kata nenek, ibuku selingkuh dengan pria yang bernama Yazid itu, tapi mendengar cerita paman Yasir ternyata hanya salah paham. apakah kamu tahu kebenaranya?" tanya Galih


"Apa maksudmu? kamu menuduh ibu selingkuh? jaga bicaramu !" jawab Daniel emosi


"Mas, kamu tenanglah." saut Chintia

__ADS_1


"Nil, aku minta maaf, karena kita harus tahu alasan ibu kita meninggalkan ayah kita dan memisahkan kita. kita harus tahu jika memang salah paham, kita harus mengetahui semuanya," jawab Galih


"Yazid itu temanku, bahkan karena dirinya aku menjadi pengacara kepercayaan Mahardika. Yazid saat itu dijebak wanita yang tidak dicintainya. wanita itu adalah Paula, dia wanita licik. dia menjebak Yazid" ucap Sofia


"Jebakan?" tanya Galih


"Paula itu memberitahu Olivia agar membawa uang dengan jumlah banyak di hotel setiap bulan. Paula mengancam Olivia kalau dirinya memiliki mata mata dirumah Kusuma untuk menculik anaknya. Kebetulan saat itu, dihotel Olivia bertemu dengan Yazid. Yazid membawa masuk Olivia di apartemenya untuk tahu apa yang terjadi. Olivia menceritakan semuanya, Namun tak lama kemudian, Purnama dan Bu Irah memergoki Olivia. Disitulah pertengkaran terjadi dan terjadilah kecelakaan hingga berakhir perceraian," jawab Sofia


Daniel dan Galih saat itu hanya bisa merenung setelah mendengar cerita dari Sofia. Daniel dan Galih kompak dalam hatinya sangat dendam sama wanita yang bernama Paula. Wanita yang bernama Paula telah menghacurkan keluarganya.


"Apakah kamu mengenal Paula?" tanya Galih


"Iya, tapi kami berdua tidak dekat. setahu aku dia juga pengacara. mungkin aku tidak tahu dia dimana. tapi aku ada fotonya," jawab Sofia


Sofia menunjukan foto Sofia kepada Galih. Galih saat itu sangat terkejut melihat foto Paula. Ternyata selama ini Galin mengenal Paula di masa lalunya.


Daniel yang melihat Galih terkejut penasaran dengan foto Paula juga. Ternyata Daniel juga membelakan matanya melihat foto Paula.


"Apakah dia..." ucap Daniel terpotong


"Kamu juga mengenalnya?" tanya Galih


"Iya aku sangat mengenalnya, dia adalah..." jawan Daniel terpotong


"Huwek..Hueekk," (Chintia mual)

__ADS_1


Chintia berlari ke kamar mandi mengeluarkan isi perutnya. Daniel panik langsung mengejar Chintia di kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, Daniel memijat tengkuk leher Chintia lalu mengatakan sesuatu.


"Apa kamu baik baik saja? aku kira kamu sudah sembuh," ucap Daniel khawatir


"Rasanya mual banget Mas, kepalaku pusing," jawab Chintia


"Apakah kamu benar benar melihat hasilnya memang negatif?" tanya Daniel


"Mas ngira aku hamil? aku sudah sangat jelas melihat garis satu di tespeck, mungkin aku masuk angin," jawab Chintia


"Soalnya kamu kaya orang hamil, atau kita periksa ke dokter saja agar kamu baikan?" saut Daniel


"Iya Mas," jawab Chintia


"Baiklah, kita pamit dulu sama Sofia sekarang. lalu kita pulang," saut Daniel


"Entah perasaanku sangat yakin kalau kamu hamil," batin Daniel


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


nb : Siapa Paula?? kok Daniel dan Galih bisa kenal??


__ADS_2