
Malam hari sesampainya di rumah, Daniel tidak bisa tidur. Daniel terus memikirkan dan menebak nebak tentang siapa sosok Daniel Bu Halimah. Sebenarnya Ingin sekali dirinya memberitahu Galih tentang cerita Bu Halimah, tapi siang tadi Galih terbang ke singapura karena urusan bisnis. Daniel memutuskan tidak ingin menganggu Galih saat itu.
"Mengapa aku sangat penasaran dengan sosok suami Bu Halimah? Cerita Bu Halimah mengingatkanku pada cerita Bu Jauza. Siapa sebenarnya suami Bu Halimah? jika berhubungan dengan cerita Bu Jauza apakah suami Bu Halimah yang mengalami leukimia adalah seseorang yang selama ini aku dan Kak Galih cari?" batin Daniel
Di sela sela memikirkan siapa sosok suami Bu Halimah, Erlan yang tertidur di box bayi menangis. Tangisan Erlan tentu membuyarkan lamunan Daniel dan juga membuat Daniel menghampiri Erlan lalu menggendongnya. Saat Daniel sedang menggendong Erland, tiba tiba Chintia menghampirinya dan mengatakan sesuatu.
"Mas, kamu gendongnya jangan melamun, nanti Erlan jatuh," ucap Chintia
"Eh iya maaf, Mas tadi ngantuk," jawab Daniel
"Erlan biar aku gendong saja Mas," ucap Chintia
"Iya," saut Daniel
Daniel memberikan Erlan kepada Chintia, dan sekarang Chintia yang menggendong Erlan. Daniel memang tadi menggendong Erlan dengan tatapan matanya lurus kedepan dan posisi yang kurang nyaman dilihat. Tak bisa dipungkiri, cerita Bu Halimah benar benar tergiang di pikiranya. Chintia saat itu mulai curiga dengan gerak gerik Daniel. Tanpa ragu, Chintia bertanya pada Daniel.
"Mas, kamu memikirkan sesuatu?" tanya Chintia
"Ah, Mas tidak memikirkan apa apa? hanya saja ada beberapa kerjaan kantor belum beres tadi," jawab Daniel gugup
"Mas, kamu jangan membohongi aku, ceritakan saja kepadaku," saut Chintia
"Tidak, Mas tidak memikirkan sesuatu. Mas tidur dulu ya, kalau butuh bantuan bangunkan Mas saja," jawab Daniel
"Iya Mas," saut Chintia
"Maafkan Mas, Mas tidak ingin kamu ikut berpikir dalam masalah yang Mas pikirkan. keluarga ini penuh dengan teka teki yang harus diselesaikan. Mas tidak mau produksi ASI mu untuk Erlan terhambat karena stress memikirkan masalah ini, aku akan menemui suami Bu Halimah besok untuk memastikanya," batin Daniel
--------------
__ADS_1
Esok hari setelah selesai sarapan, Daniel berangkat menuju rumah sakit ingin menemui suami Bu Halimah. Hanya memerlukan waktu 15 menit Daniel sudah sampai di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Daniel berjalan cepat menuju kamar suami Bu Halimah tiba tiba bertabrakan dengan seroang pria.
"Bruk" (Daniel bertabrakan dengan laki laki itu)
"Maaf Pak, saya tidak sengaja," ucap pria itu
"Tidak apa apa, saya juga minta maaf," jawab Daniel
Daniel saat itu melihat dahi sebelah kiri pria itu berdarah karena saat bertabrakan tadi pria itu terbental dahinya mengenai pot bunga.
"Dahimu berdarah, mari ikut saya," ucap Daniel
"Tidak apa apa Pak, hanya luka ringan saja nanti sembuh," jawab pria itu
"Saya tidak suka penolakan, ayo ikut saya," saut Daniel
Tak lama kemudian, pria itu sudah mendapat perawatan kepalanya di perban. Setelah mendapat perawatan pria itu berterima kasih pada Daniel.
"Pak, terima kasih atas semuanya," ucap pria itu
"Iya sama sama, kamu disini apakah ada keluargamu yang sakit?" tanya Daniel
"Bapak dan Ibuk saya keduanya dirawat disini. tapi beruntung ada seseorang yang membiayai pengobatan bapak dan ibuk saya," jawab pria itu
"Iya alhamdulillah, kalau boleh tahu siapa namamu?" tanya Daniel
"Nama saya Ihsan Pak," jawab pria itu
Degg
__ADS_1
Mendengar nama pria itu adalah Ihsan, Daniel merasa Ihsan yang dihadapanya adalah anak dari Bu Halimah. Karena merasa ragu apakah Ihsan dihadapanya adalah anak dari Bu Halimah, Daniel memainkan peranya ingin menjenguk ibu Ihsan.
"Ihsan, saya boleh lihat ibu sama bapak kamu disini?" tanya Daniel
"Boleh Pak," jawab Ihsan
"Kruyuk...Kruyuk.."(perut Ihsan berbunyi)
Ihsan saat itu merasa malu dengan Daniel langsung meminta maaf.
"Pak, saya minta maaf," ucap Ihsan
"Santai saja, itu sudah biasa. sekarang ayo kita ke kantin, kebetulan saya lapar juga," jawab Daniel bohong
"Iya Pak, saya sebenarnya tadi mau berjalan menuju kantin sebelum tertabrak," ucap Ihsan
"Baiklah, kebetulan aku juga tiba tibs lapar. ayo kita ke kantin saja sama sama," jawab Daniel
"Iya Pak," saut Ihsan
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
mampir juga ke novel author lainya🤗
__ADS_1