Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
174. MELAHIRKAN


__ADS_3

3 minggu kemudian, usia kandungan Chintia berusia 37 minggu.


Malam hari Chintia dan Daniel tidur bersama saling berpelukan. Namun saat jam menunjukan pukul 22.30 tiba tiba Chintia merasakan sakit diperutnya.


"Aauh.."teriak Chintia


Mendengar teriakan Chintia, Daniel langsung terbangun.


"Chintia, ada apa?" tanya Daniel


"Mas, perutku sakit Mas," jawab Chintia


"Jangan jangan kamu mau melahirkan, kamu yang tenang ya, kita akan ke rumah sakit," saut Daniel


Daniel menggendong Chintia lalu keluar dari kamar berteriak memanggil Galih.


"Kak Galih...Kak Galih..." teriak Daniel


Beruntung, Galih saat itu masih belum tidur karena berkutat di ruang kerja. Mendengar teriakan Daniel, Galih langsung keluar kamar menghampiri Daniel.


"Ada apa, Nil?" tanya Galih


"Istriku mau melahirkan Kak, tolong bantu aku ke rumah sakit," jawab Daniel


"Baiklah, aku akan segera bersiap dan menyuruh Hesti bawa perlengkapan, kamu tunggulah diluar," saut Galih


"Baik Kak," jawab Daniel


Galih langsung berlari ke kamarnya membangunkan Hesti dan menyuruhnya menyiapkan perlengkapan Chintia bersalin. Setelah itu, Galih berlari ke garasi mengambil mobilnya lalu dengam kecepatan sedang mengantar Daniel ke rumah sakit.


Sementara Hesti yang masih berada dirumah ikut panik. Hesti saat itu membangunkan Nenek Irah lalu menyiapkan perlengkapan bersalin dan berangkat ke rumah sakit bersama supir.


---------


45 menit kemudian, Chintia dan Daniel masuk kedalam ruang bersalin. Chintia terus menangis karena merasa kontraksi di rahimnya terus terjadi. Daniel yang melihat Chintia kesakitan berusaha menenangkanya.


"Chintia, kamu yang tenang ya , dokter akan segera kesini," ucap Daniel

__ADS_1


Tak lama kemudian, Dokter datang mulai melakukan tindakan. Daniel saat itu berasa di samping Chintia terus menenangkanya.


"Chintua, bismillah kamu pasti bisa," ucap Daniel


"Mas..." teriak Chintia


"Chintia, kamu kuat, kamu hebat, ayo terus ikuti yang dokter katakan," ucap Daniel


"Iya Mas..." jawan Chintia


Dokter saat itu sudah siap dengan tindakanya langsung menyuruh Chintia mengikuti intruksinya.


"Bu Chintia, dengaran intruski saya ya, ibu tarik nafas lalu dorong ya bu," ucap Dokter


"Aaaaaah...." teriak Chintia


Chintia terus berteriak kesakitan. Wajah dan tubuh Chintia juga dibanjiri keringat saat menjalankan proses bersalin. Sementara Daniel dirinya rela dijambak dan dicakar oleh Chintia yang tengah kesakitan. Daniel yang berada disamping Chintia mengucapkan kata kata penyemangat untuk istrinya.


"Sayang, kamu wanita hebat, ayo kamu pasti bisa, sebentar lagi anak kita keluar," ucap Daniel


"Bu Chintia, tinggal sedikit lagi, kepalanya sudah keluar," saut Dokter


Tak lama kemudian, bayi yang dikandung sembilan bulan oleh Chintia berhasil keluar dan terdengar suara tangisanya.


"Oek...Oek...Oek..."(teriak bayi)


"Selamat Bu Chintia dan Pak Daniel, anaknya laki laki, kami akan membersihkanya dahulu," ucap Dokter


Dokter meninggalkan Chintia sejenak untuk membersihan bayi laki laki Chintia dan Daniel yang baru lahir. Daniel yang berada di samping Chintia terharu senang sampai menangis melihat anaknya lahir didunia.


"Sayang, alhamdulillah anak kita sudah lahir, kamu hebat, perjuanganmu luar biasa, terima kasih," ucap Daniel menangis


Daniel mencium pipi dan kening istrinya saat itu. Sementara Chintia yang terlihat masih lemah menjawab lirih ucapan suaminya.


"Iya Mas, alhamdulillah bayi kita sudah lahir dengan selamat," jawab Chintia


"Iya, kamu ingin memberi nama anak kita siapa?" tanya Daniel

__ADS_1


"Mas aja yang kasih nama, "jawab Chintia


"Sebenarnya jika anak kita laki laki sebelumnya Mas sudah siapkan nama. nama anak kita Erlangga Pramudya Haidar Kusuma," ucap Daniel


"Aku setuju Mas, artinya sepertinya bagus," jawab Chintia


"Erlangga artinya anak yang baik dan setia, sementara Pramudya artinya kepintaran, sementara Haidar Kusuma adalah marga dari kakek yang memiliki arti Haidar itu pemberani, Kusuma adalah Bunga. Mas ingin anak kita kelak menjadi pribadi yang baik, setia, pintar dan pemberani yang disenangi banyak orang," ucap Daniel


"Iya Mas, panggilaya Erlan ya Mas?" tanya Chintia


"Iya," jawab Daniel


10 menir kemudian, Dokter sudah membersihkan Erlan lalu menaruh Erlan digendongan Daniel.


"Selamat Pak Daniel, Bu Chintia, apakah kalian sudah memberikan nama?" tanya Dokter


"Sudah Dok, nama anak kami Erlangga Pramudya Haidar Kusuma," jawab Daniel


"Baik Pak, ini sudah kami timbang beratnya 3000 gram dan tingginya 51 cm," ucap Dokter


"Iya Dok," jawab Daniel dan Chintia


"Kalau gitu setelah ini langsung ke ruang admisnistrasi ya Pak,"ucap Dokter


"Iya, saya akan mengadzani anak saya dulu baru kesana," jawab Daniel


"Baik Pak, kalau gitu saya kembali ke ruangan, masalah ASI nanti ada suster yang datang kesini, dan juga insyaalah jika Bu Chintia pulih, besok sore bisa pulang," ucap Dokter


"Baik Dok," saut Daniel


Daniel saat itu kemudian mengadzani putranya. Setelah itu Daniel meletakan bayinya ke dada Chintia dengan dibantu oleh suster memberi ASI pada anaknya.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2