
---- Di Kampus -----
Esok hari Hesti dan Fiona sedang makan bersama di kampus pada jam istirahat. Hesti dan Fiona sekarang sudah mulai akrab dan sering terlihat bersama semenjak menjadi tim penyidikan kasus Jauza. Saat makan bersama, Hesti menceritakan keponakanya Erlan yang menggemaskan.
"Fi, anaknya Chintia sama Mas Daniel ganteng banget sumpah," ucap Hesti
"Bener Hes, matanya mirip Mas Daniel lalu bibirya kaya Chintia, pokok manisnya ucul deh," jawab Fiona
"Gimana, Fi? kapan kamu ke rumahku? kamu belum lihat keponakanku yang ganteng secara live kan?" tanya Hesti
"Iya nih, aku pingin nyubit pipinya Erlan, dari story instagramu kemarin aku ikut gemas sendiri melihatnya," jawan Fiona
"Ya makanya kapan kamu mau jenguk Erlan di rumah?" tanya Hesti
"Nanti aku kuliah selesai jam tiga sore, mungkin pulang kuliah aku bisa," jawab Fiona
"Eh sama aku juga selesai jam 3, kalau gitu aku bareng mobil kamu ya? aku akan telepon supirku agar tidak menjemputku," ucap Hesti
"Ok, nanti kabar kabar saja ya kalau udah bubar, jarak gedung kita jauh soalnya," jawab Fiona
"Siap Fi," saut Hesti
3 jam kemudian, jam sudah menunjukan pukul 15.00. Hesti yang sudah bubar dari kelasnya memberi pesan pada Fiona.
📩 "Fi, kelasku udah bubar. aku tunggu di gerbang utama," pesan Hesti
📩 "Iya Hes, bentar lagi kelasku juga bubar. tunggu ya. ini masih doa," balas Fiona
📩 "Siap," jawab Hesti
15 menit kemudian, Fiona menjemput Hesti di gerbang utama lalu berangkat bersama sama ke rumah Galih.
------------
Dalam perjalananya, Hesti dan Fiona saling berbincang dan bercanda bersama. Fiona yang menyetir saat itu jadi kurang konsentrasi memperhatikan jalan. Hingga akhirnya mobil Fiona menabrak seorang pedagang ikan hias yang mengayuh sepeda onthel.
"Bruak.."( mobil Fiona tertabrak sepeda onthel)
Fiona saat itu terkejut dirinya menabrak seseorang. Tanpa berpikir panjang Fiona turun dari mobil melihat kondisi seseorang yang ditabraknya.
"Mas, maaf mas saya tidak sengaja. mari Mas saya antar ke rumah sakit," ucap Fiona
"Nggak apa apa Mbak, cuma lecet sedikit. saya permis Mbak mau kejar setoran," jawab pria itu
__ADS_1
"Mas, saya ganti ya daganganya. total berapa Mas untuk ikan yang mati," saut Fiona
"Gak usah Mbak, saya tidak apa apa. saya pamit Mbak," ucap pria itu
"Iya, terima kasih ya Mas, ini kartu nama saya kalau bos nya Mas marah, nanti hubungi saya, biaya kerugian akan saya ganti," jawab Fiona
"Iya Mbak, gak apa apa santai saja. saya permisi Mbak," ucap pria itu
"Iya," jawab Fiona
Fiona kembali masuk kedalam mobil dengan perasaan tegang dan panik habis menabrak pedagang ikan hias. Hesti yang berada disamping Fiona mencoba menenangkanya.
"Fi, kamu minum dulu deh, tenangkan dirimu," ucap Hesti
Fiona mengambil air mineral di tasnya lalu meminumnya sedikit untuk menetralisir rasa was wasnya.
"Udah. kamu duduk sebelah sini saja Fi. biar aku aja yang nyetir," ucap Hesti
"Iya Hes, untung Mas nya tadi baik. gak nuntut macam macam sama aku. aku sudah bersikukuh ingin ganti kerugian daganganya tapi Mas nya menolak," jawab Fiona
"Ya sudah, ayo kita pindahan tempat duduk. kita bentar lagi akan ketemu si bayi gemes Erlan, semangat..." ucap Hesti
"Iya Hes, ayo aku sudah gak sabar," jawab Fiona
------ Di Rumah Halimah -----
Sore hari, Ihsan baru sampai dari rumah disambut oleh Pak Karman yang menjaga ayahnya.
"Assalamualaikum, Pak" ucap Ihsan
"Waalaikumsalam," jawab Pak Karman
Pak Karman melihat siku sebelah kanan dan dengkul kiri Ihsan lecet langsung menanyainya.
"Ihsan, kenapa itu siku sama dengkul kamu? kamu habis kecelakaan?" tanya Pak Karman
"Kecelakaan kecil Pak, gak apa apa, nanti juga sembuh," jawab Ihsan
Ihsan kemudian membuka dompetnya mengambil uang hasil jualan ikan cupangnya.
"Pak, ini saya dapat 150 ribu hasil penjualan, alhamdulillah laris Pak, akuariumnya semua juga kebeli," ucap Pak Karman
"Alhamdulillah, ini 50 untuk kamu ya," jawab Ihsan
__ADS_1
"Pak, tapi tadi ada 5 bungkus ikan hias tadi jatuh dan mati pas kecelakaan, karena satu bungkus 5000 saya ambil 25 ribu saja Pak, ini 25 ribu untuk ganti rugi," ucap Ihsan
"Gak usah, bapak ikhlas. sekarang kamu persiapan dulu sana ke TPQ. bapak pamit pulang. dan bapak mau kasih tahu kamu bapak kamu siang tadi sudah dibawa ke rumah sakit sama suruhan majikan ibumu," jawab Pak Karman
"Iya Pak, terima kasih atas kebaikan bapak sama keluarga saya," ucap Ihsan
"Iya sama sama," jawab Pak Karman
Tak lama setelah kepergian Pak Karman, Bu Halimah sudah pulang kerja dan masuk ke rumah.
"Assalamualaikum," ucap Bu Halimah
"Waalaikumsalam Buk," jawab Ihsan
Bu Halimah saat itu melihat siku Ihsan lecet berdarah langsung terkejut.
"Nak, siku kamu kenapa itu?" tanya Bu Halimah
"Gak apa apa kok Bu, cuma kecelakaan kecil," jawab Ihsan
"Udah diobati? kamu sudah makan? maaf ya ibu telat pulang karena anak majikan ibu gak mau ibu tinggal tadi," tanya Bu Halimah
"Gak apa apa bu, aku sudah makan tadi sama kerupuk dan kecap, dan ini uang untuk ibuk," ucap Ihsan
Ihsan memberikan uang 50 ribu hasil jualan ikan cupangnya pada Bu Halimah
"Ya Allah Nak, mengapa kamu makan kerupuk? kamu bisa beli lauk di warung," jawab Bu Halimah
"Gak apa apa buk, sekarang aku mau pamit berangkat ke TPQ, dan nanti habis ngajar di TPQ, aku langsung bareng teman ke pom bensin buk," ucap Ihsan
"Iya, ini uang kamu bawa saja, buat jajan," saut Bu Halimah
"Buat ibuk saja, ibuk baru kerja dua hari belum gajian. jadi itu untuk ibuk saja. aku berangkat dulu buk asaalamualaikum," ucap Ihsan
"Waalaikumsalam," jawab Bu Halimah
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1
nb : Yang masih penasaran siapa Bu Halimah sekeluarga ikutin terus ya, tunggu kejutanya.