Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
134. CERITA NENEK IRAH


__ADS_3

Di kamar, Nenek Irah hanya bisa menangis mengingat Daniel yang masih tidak mempercayai kalau dirinya adalah Putra. Nenek Irah bingung harus bagaimana cara membuktikan ucapanya kalau Daniel adalah Putra. Sementara Hesti yang ada disamping Nenek Irah saat itu berusaha menenangkan Nenek Irah.


"Nek, nenek harus tenang. nenek harus percaya sama Mas Galih. Mas Galih pasti akan menemukan Putra," ucap Hesti


"Hanya ada satu cara Hes, nenek harus bertemu dengan Olivia. dia menantuku yang kejam yang memisahkan Putra dari keluarga ini," jawab Nenek Irah


"Tapi Nek, kita tidak bisa langsung menyimpulkan kalau Olivia ibunya Mas Daniel adalah menantu nenek. kita butuh bukti, nek? lagian belum tentu juga Olivia ibunya Mas Daniel itu adalah menantunya nenek," ucap Hesti


"Hes, nenek sangat yakin Olivia ibunya Daniel itu menantuku. kamu dengar juga kan? Putra bilang kue cubit buatan nenek mirip dengan buatan ibunya? Olivia dulu belajar sama nenek buat kue cubit," jawab Nenek Irah


"Iya Nek, tapi kita tetap memerlukan bukti untuk mengetahui kebenaranya, nenek yang tenang. aku yakin kebenaran akan terungkap" ucap Hesti


"Sekarang sudah terungkap, apa yang perlu diungkapkan lagi? nenek yakin Putra adalah cucu Nenek. Daniel itu Putra," jawab Nenek Irah


"Nek, aku dan Mas Galih bersama nenek, nenek yang tenang. sekarang nenek harus istirahat," saut Hesti


"Jadi maksudmu kamu menganggap nenek sekarang sedang halu? nenek sedang mengkhayal? nenek sedang berimajinasi? atau, atau apa? katakan !!!" jawan Nenek Irah emosi


"Nenek..." ucap Galih tiba tiba


Nenek Irah dan Hesti terdiam saat mengetahui kedatangan Galih. Galih berjalan menuju ranjang tempat neneknya terduduk bersama Hesti.

__ADS_1


"Nek, aku janji akan menyelidiki semua ini. nenek memang benar, nenek tidak salah beranggapan Daniel itu Putra. aku sendiri pun juga berpikiran sama seperti nenek. tapi tidak dengan cara seperti tadi Nek mengungkapkanya, nenek harus tenang," ucap Galih


"Lalu nenek harus bagaimana? salah satu cara untuk membuktikanya kita harus mencari tahu tentang Olivia," jawab Nenek Irah


Hesti yang mendengar ucapan neneknya teringat dirinya lupa menanyakan pada Chintia tentang cincin kawin dari Daniel.


"Oh iya aku lupa, aku belum sempet bandingin cincin maskawinya Chintia dari Mas Daniel dengan punyanya Mas Galih," saut Hesti


"Nah, itu bisa jadi bukti, kalau cincinya sama otomatis Daniel itu Putra," jawab Nenek Irah


"Iya, nenek benar. tapi anggapan nenek yang menganggap Olivia ibunya Daniel kejam sungguh bertolak belakang dengan apa yang dikatakan Daniel. justru Daniel sangat meyanyangi Olivia ibunya yang sudah meninggal," ucap Galih


"Baiklah Nenek akan menceritakan tentang Olivia kepada kalian," jawab Nenek


Nenek Irah akhirnya duduk dengan tenang menceritakan tentang Olivia.


"Olivia Maretha, dulu dia adalah gadis desa yang nenek kenal sangat ramah dan lemah lembut. nenek dulu sangat dekat dengan Olivia. Olivia berjualan kue keliling untuk menghidupi dirinya sendiri yang sebatang kara. Setiap kali nenek bertemu Olivia, nenek selalu membeli kue dari Olivia, bahkan nenek mengajarinya membuat kue cubit di rumah ini," ucap Nenek Irah


"Jadi, ibuku adalah seorang gadis desa? bagaimana ayah bisa menikah dengan ibu?" tanya Galih


"Awalnya nenek memperkerjakan Olivia sebagai pembantu di rumah ini. tapi seiring berjalanya waktu, nenek dan kakek sangat kesal dengan ayahmu Purnama yang masih saja betah membujang di usianya yang hampir menginjak 30 tahun. nenek sudah memaksanya mencari wanita, tapi selalu saja Purnama sibuk dengan pekerjaanya. hingga akhirnya nenek dan kakekmu sepakat untuk menjodohkan Olivia dan Purnama," jawab Nenek Irah

__ADS_1


"Jadi ayah dan ibu tidak saling mencintai dulu?" tanya Galih


"Iya benar, Purnama menolak awalnya. tapi kakekmu berhasil membujuk Purnama dengan mengancam tidak mengangkat Purnama menjadi direktur perusahaan. Purnama dan Olivia akhirnya menikah. awalnya mereka tidak saling mencintai. tapi seiring berjalanya waktu mereka saling mencintai hingga lahirlah seorang Galih Haidar Kusuma dan selang tiga tahun lahirlah juga Saputra Haidar Kusuma," jawab Nenek Irah


"Aku jadi merasa jadi the next generation nikah paksa di keluarga ini, haha.." batin Hesti


author : Widih keren bahasa lo Hes, Emang jadi The next generation nikah paksa season berapa, Hes? 😅


"Aku ingat Nek, masa kecilku sangatlah indah. saat itu aku sering main bola sama ayah, dan juga aku selalu ikut mandi saat ibu cuci baju.aku berendam di bak cucian lalu saat itu nenek marah marah," saut Galih


"Hahaha...ternyata kamu masih ingat saat masa masa kamu suka nyemplung mau mandi di air cucian," jawab Nenek Irah


"Iya Nek, tapi kebahagiaan itu hanya berlangsung sementara. saat aku usia 4 atau 5 tahun, aku sering melihat ayah dan ibu bertengkar. Apa ya Nek, yang menyebabkan ayah dan ibu berpisah? dan mengapa nenek sangat membenci ibuku?" tanya Galih


"Baiklah, sepertinya kamu harus tahu kebusukan dari Olivia yang berhasil menghancurkan keluarga ini," jawab Nenek Irah


Degg...


---------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2