Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
54. STOK HABIS


__ADS_3

Malam hari, jam sudah menunjukan pukul 20.00 Chintia membubarkan kelasnya dan bergegas pulang ke kontrakan. Namun sebelum pulang, Chintia pergi ke kamar mandi untuk mengganti pembalutnya. Di kamar mandi saat hendak mengganti pembalutnya, Chintia lupa kalau stok pembalutnya di tas sudah habis dan dirinya juga ingat kalau stok pembalut di lemari kamarnya juga sudah habis. Chintia merasa tidak mungkin dirinya pulang dengan membiarkan darah datang bulanya terus menembus di rok nya. Apalagi sialnya hari ini Chintia memakai rok berwarna kuning cerah.


Chintia terus berpikir bagaimana cara dirinya pulang ke kontrakan. Tanpa berpikir panjang, Chintia menghubungi Daniel yang saat ini bekerja di pos satpam.


Tut...Tut...


📞"Hallo, assalamualaikum Mas," ucap Chintia


📞"Waalaikumsalam, ada apa Chin? kamu kok belum sampai ke pos jam segini?" tanya Daniel


📞 "Mas, aku ada masalah," ucap Chintia


📞"Iya, kamu dimana sekarang?" tanya Daniel


📞"Aku di toilet tempatku bekerja Mas," jawab Chintia


📞 "Iya iya, Mas segera kesana. tunggu ya? jangan panik," saut Daniel


Tut...Tut...(Daniel menutup teleponya)


Karena panik dan khawatir dengan kondisi Chintia, Daniel menutup teleponya kemudian bergegas pergi ke lokasi Chintia. Sementara Chintia di kamar mandi terkejut saat Daniel mematikan teleponya. Chintia belum sempat menceritakan masalahnya, hingga terpaksa mau tidak mau dirinya hanya bersiap menunggu kedatangan Daniel.


"Eh, kok di matiin. aku kan belum bilang masalahku apa, aku juga belum sempat minta tolong Mas Daniel beliin pembalut. ya udah deh aku tunggu aja," ucap Chintia


15 menit kemudian, Daniel sampai di tempat Chintia bekerja. Daniel dengan jalanya yang cepat mencari Chintia di kamar mandi.


"Chintia, kamu di mana?" teriak Daniel


Didalam kamar mandi Chintia mendengar teriakan Daniel sontak membuka pintu kamar mandinya kemudian memanggilnya.


"Mas, aku disini," teriak Chintia


Daniel yang melihat keberadaan Chintian langsung berlari menghampiri Chintia lalu memeluknya.

__ADS_1


"Chintia, kamu tidak apa apa?" tanya Daniel


"Mas, aku tidak apa apa cuma..." jawab Chintia terpotong


"Cuma apa?" potong Daniel memegang kedua bahu Chintia


"Maaf Mas, aku hari ini datang bulan. stok pembalut di tas dan di lemari kamar sudah habis. aku lupa beli," ucap Chintia


Mendengarkan penjelasan Chintia, Daniel melihat rok bagian belakang Chintia terdapat noda darah. Tanpa berpikir panjang Daniel melepaskan jaketnya kemudian mengikatkanya di pinggang Chintia. Chintia yang merasa jaket Daniel akan kotor jika dipakainya sontak langsung mencegahnya.


"Mas, jangan lakukan ini Mas, nanti jaket Mas najis kena darah," ucap Chintia


"Tidak apa apa, bisa di cuci. sekarang kita cari toko terdekat membeli pembalut untukmu," jawab Daniel


"Mas, nanti apa nggak kedinginan pas berjaga nggak pakai jaket?" tanya Chintia


"Mas tidak apa apa. yang penting kamu aman dulu. Mas nggak mau kamu malu karena noda darah di rok mu dilihatin orang orang di jalanan," jawab Daniel


"Mas, sebenarnya aku juga malu sama kamu. aku ceroboh melupakan suatu masalah penting dalam hal kewanitaan ini," saut Chintia


"Iya Mas, aku mengerti," jawab Chintia


"Sekarang kita mampir ke toko terdekat beli pembalut untuk kamu," ucap Daniel


"Iya, Mas," jawab Chintia


Daniel dan Chintia berjalan bergandengan mencari toko terdekat yang masih buka. Dan benar saja, masih ada toko yang buka di sekitar area bimbel Angkasa Jaya. Chintia awalnya ingin mendampingi Daniel memilih pembalut yang cocok. Namun Daniel mencegah Chintia masuk kedalam toko. Sebelum masuk kedalam toko, Chintia memberi petunjuk pembalut yang akan dibeli kepada Daniel. Tanpa berpikir panjang, Daniel rela memasuki toko dengan rasa tidak malu membeli pembalut.


Beberapa menit kemudian, setelah memilih pembalut yang cocok, Daniel menghampiri kasir bertepatan dibelakangnya ada Ibu Ibu yang mengantri. Ibu Ibu itu tertawa kecil melihat Daniel tapi reaksi Daniel hanya cuek. Ibu yang mengantri dibelakang Daniel itu tiba tiba tanpa permisi mengajak bicara Daniel.


"Pak, buat siapa belanjaanya?" tanya Ibu itu


"Buat istri saya," jawab Daniel datar

__ADS_1


"Bapak tipe suami suami suami takut istri ya?" tanya Ibu itu


"Saya tidak peduli," jawab Daniel datar


"Bapak kok tidak malu beli barang itu?" tanya Ibu itu


"Mengapa saya malu? saya tidak peduli Ibu ngomong apa terhadap saya. sekarang Istri saya sedang membutuhkan saya, saya permisi," jawab Daniel


Daniel membayar belanjaanya ke kasir lalu bergegas meninggalkan toko. Setelah selesai membeli pembalut, Daniel mengajak Chintia mencari tempat yang aman untuk memakai pembalut. Baru saja beberapa langkah berjalan, Daniel melihat pohon beringin besarma. Karena jarak kontrakan sudah jauh dan nanggung jika kembali berjalan agak jauh menuju tempat bimbel angkasa jaya, Daniel menyuruh Chintia memakai pembalut di belakang pohon beringin besar


"Chintia, disana ada pohon beringin besar. kamu bisa pakai pembalutmu dulu di belakang pohon sana," ucap Daniel


"Mas, aku takut. aku pakainya di kontrakan saja," jawab Chintia


"Jangan takut nanti Mas temani. ayo Mas antar kamu. jarak ke kontrakan masih jauh. darahmu juga terus mengalir. kamu harus segera pakai pembalutmu biar nggak infeksi," saut Daniel


Chintia menuruti perintah suaminya kemudian dirinya memakai pembalut yang baru dibelinya dibalik pohon. Saat hendak mengganti dirinya melihat Daniel ada di sampingnya membelakanginya sambil menyalakan senter di ponsel. Chintia merasa malu dan takut Daniel melihatnya langsung menegurnya.


"Mas, jangan ngintip aku malu," ucap Chintia


"Iya, Mas gak lihat," jawab Daniel


"Mas, beneran jangan noleh ke arahku. aku mau pakai," ucap Chintia


"Iya cepetan, jangan takut. Mas gak macam macam kok," jawab Daniel


Setelah selesai memakai pembalutnya, Chintia dan Daniel bergegas pulang menuju kontrakan. Sesampainya di kontrakan Daniel pamit pada Chintia kembali ke pos perumahan untuk kembali bekerja.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2