
Dalam perjalanan pulang, Fiona terus memikirkan reaksi Ihsan yang mengkhawatirkan dirinya. Entah mengapa mendapat perlakuan dari Ihsan tadi, Fiona merasa senang sekali.
"Mas Ihsan mengkhawatirkanku? aku kok merasa bahagia banget ya?" batin Fiona
Fiona terus mengemudikan mobilnya dengan perasaan bahagia.
Namun disela sela perjalanan pulang tiba tiba ada mobil yang mencegat mobil Fiona dari depan. Fiona saat itu langsung menghentikan mobilnya karena merasa takut.
"Siapa dalam mobil itu? mengapa mobil itu tiba tiba berhenti? aku merasa takut," batin Fiona
Seseorang didalam mobil itu keluar dengan memakai topeng menghampiri Fiona. Fiona sangat panik saat orang itu mendekat langsung berteriak.
"Pergilah !!! Mau apa kamu !!!" teriak Fiona
"Buka pintunya dan ikutlah denganku," jawab pria itu
"Tidak !!! aku tidak akan keluar. aku mohon pergilah dari sini !!!" teriak Fiona
Pria bertopeng itu menepukan tanganya tiga kali.
"Prok...Prok...Prok..." (tepuk pria bertopeng)
Setelah menepukan tanganya tiba tiba keluarlah dua orang suruhan pria bertopeng. Dua orang suruhan pria bertopeng itu mencokel pintu mobil Fiona hingga terbuka.
"Nona, ayo ikut kami," ucap suruhan pria bertopeng
"Tidak !!! Pergilah !!!" teriak Fiona
"Tuan kami sudah menunggu anda, jangan membuat Tuan kami marah," ucap suruhan pria bertopeng
"Aku mohon pergilah !!! mau uang berapa kalian dariku aku akan transfer," teriak Fiona
"Maaf Nona, kami harus membawa anda," jawab suruhan pria bertopeng
"Tolong !!! Tolong !!!" teriak Fiona
Dua suruhan pria bertopeng itu membekap mulut Fiona dengan kain hingga pingsan. Setelah Fiona pingsan, dua suruhan pria bertopeng itu membawa Fiona ke mobil pria bertopeng.
Saat mobil pria bertopeng akan melajukan mobilnya tiba tiba seorang pria menggunakan sepeda motor menghentikan langkahnya. Pria itu adalah Ihsan yang sejak dari tadi membuntuti Fiona.
"Lepaskan dia !!!" teriak Ihsan
__ADS_1
Pria bertopeng itu keluar dari mobil menghampiri Ihsan.
"Sebaiknya kamu jangan ikut campur urusanku," jawab pria bertopeng
"Aku akan menolong apa yang seharusnya aku tolong. lepaskan dia sekarang juga," saut Ihsan
Pria bertopeng itu menyuruh suruhanya untuk menyerang Ihsan. Tetapi Ihsan yang ahli dalam bela diri mampu menghindar dan menyerang balik dua suruhan pria bertopeng itu.
Melihat dua suruhanya sudah tak berdaya, pria bertopeng itu masuk kedalam mobil memaksa untuk segera membawa kabur Fiona. Namun belum sampai pria bertopeng itu masuk mobil, Ihsan menyerang pria bertopeng itu.
"Buk," (Ihsan memukul pria bertopeng itu)
Setelah memukul pria bertopeng itu, Ihsan membuka topeng pria itu dan saat dibukanya ternyata pria itu adalah Aldi.
"Aldi," batin Ihsan
Ihsan saat itu ingin memotret bukti kejahatan Aldi. Tapi ponselya yang masih nokia jadul karena malam hari gambar yang didapatkanya tidak jelas. Ihsan akhirnya langsung menghubungi Pak Karman agar segera menuju lokasinya saat ini.
15 menit kemudian, Pak Karman dan anaknya sudah sampai lokasi. Pak Karman terlihat khawatir dengan Ihsan langsung menanyakan keadaanya.
"Ihsan, kamu tidak apa apa? apakah kamu habis kecelakaan?" tanya Pak Karman
"Saya tidak apa apa Pak, saya menyelematkan teman saya tadi karena diculik," jawab Ihsan
Mendengar ucapan Pak Karman, Ihsan merasa tidak perlu repor repot mencari bukti gambar kejahatan Aldi. Dengan bukti Pak Karman akan melaporkan kejahatan Aldi ke polisi menurutnya sudah cukup.
"Iya Pak, terima kasih," ucap Ihsan
"Iya, sekarang kamu cepat antar pulang temanmu itu ke rumahnya, nanti sms kalau mau pulang biar dijemput," jawab Pak Karman
"Iya Pak, nanti kabari saya juga kalau pria itu sudah bapak bawa ke polisi, saya pamit dulu assalamualaikum," ucap Ihsan
"Waalaikumsalam," jawab Pak Karman
Ihsan membopong Fiona dari mobil Aldi menuju mobil Fiona lalu langsung mengemudikanya.
30 menit kemudian, Ihsan sampai di rumah Fiona. Ihsan membawa masuk Fiona kedalam rumah lalu dirimya bertemu dengan Pak Hasan di ruang tamu.
"Loh Nak, apa yang terjadi pada Fiona?" tanya Pak Hasan
"Nanti saya ceritakan Pak,ini kamar Fiona dimana ya, Pak?" tanya balik Ihsan
__ADS_1
"Disana Nak," jawab Pak Hasan
Setelah membawa Fiona di kamar, Pak Hasan dan Ihsan saling berbincag di ruang tamu.
"Ceritakan apa yang terjadi pada Fiona," ucap Pak Hasa
"Fiona tadi dicegat orang dijalanan Pak," jawab Ihsan
"Ya Allah, tapi bukanya tadi dia bersamamu?" tanya Pak Hasan
"Iya Pak, kejadianya setelah Fiona habis mengantarkan saya ke rumah. Fiona perjalanan pulang kesini ditengah jalan dicegat sama tiga pria," jawab Ihsan
"Jadi tadi kamu membuntuti putri saya pulang karena mengkhawatirkanya?" tanya Pak Hasan
"Iya Pak," jawab Ihsan gugup
"Lalu gimana pria yang menyegat Fiona itu?" tanya Pak Hasan
"Tadi saya menghubungi tetangga saya, insyallah sudah dibawan ke kantor polisi," jawab Ihsan
"Bapak senang kamu selalu ada buat Fiona, saya harap kamu segera cepat cepat melamar anak saya," ucap Pak Hasan
Degg.
Ihsan terkejut dengan ucapan Pak Hasan yang kembali mengungkit pernikahan. Ihsan juga ingat kesepakatanya dengan Fiona jika bukti kejahatan Aldi terungkap hubunganya sandiwaranya berakhir. Tidak ingin Pak Hasan terlalu berharap kepadanya, Ihsan hanya bilang fokus bekerja
"Kalau masalah itu, saya masih fokus bekerja dan Fiona masih fokus kuliah" ucap Ihsan
"Iya Nak, bapak mengerti," jawab Pak Hasan
"Baik Pak, saya pamit pulang dulu, tetangga saya sudah menunggu diluar," ucap Ihsan
"Iya, hati hati di jalan," jawab Pak Hasan
"Assalamualaikum," ucap Ihsan
"Waalaikumsalam," jawab Pak Hasan
--------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga