Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
165. MENJADI BUAS


__ADS_3

Degg


Daniel menatap Galih yang sedang menggendong Chintia. Daniel melihat Chintia sudah tak sadarkan diri. Daniel kemudian menatap dua preman itu lalu mengintrogasinya.


"Apa yang kalian lakukan pada istriku?" tanya Daniel


"Kami menyekapnya," jawab Preman itu takut


"Kau lihat, istriku yang sedang hamil sekarang pingsan. aku tidak akan mengampuni kalian jika hal yang buruk terjadi pada istriku. aku tak peduli, aku bisa menjadi buas jika kalian menyakiti keluargaku," ucap Daniel


Sesuai dengan ucapanya Daniel menjadi buas hingga memukuli preman itu sampai babak belur. Galih melihat Daniel sudah lepas kendali langsung menghentikanya.


"Nil, hentikan !!! Bawa istri kamu dirumah sakit," teriak Galih


Daniel kemudian berlari ke arah Galih kemudaian mengambil alih Chintia dari gendongan Galih. Daniel sangat panik saat itu, dirinya menciumi kening Chintia lalu mengatakan sesuatu.


"Chintia bertahanlah, mas mohon. mas akan segera membawamu ke rumah sakit," ucap Daniel


Daniel kemudian menatap Galih.


"Kak Galih, aku akan membawa Chintia ke rumah sakit. tolong jaga kedua preman ini jangan sampai lepas. mereka harus mendapatkan ganjaran dari perbuatanya," ucap Daniel


"Baiklah. Sebaiknya Hesti ikut denganmu. aku akan mengurus preman ini," jawab Galih


"Baiklah, ayo Hes kamu Ikut aku ke rumah sakit," saut Daniel


"Iya," jawab Hesti


---------


Sesampainya di rumah sakit, Dokter memeriksa kondisi Chintia dan janinnya. Daniel dan Hesti menunggu dokter melakukan pemeriksaan. Di ruang tunggu, Daniel saat itu merasa takut kehilangan Chintia dan calon anaknya. Hesti yang duduk disamping Daniel juga merasa takut terjadi apa apa pada Chintia.


15 menit kemudian, dokter yang memeriksa Chintia keluar dari ruanganya. Daniel dan Hesti yang terduduk langsung berdiri mendekati dokter.


"Dengan keluarga pasien?" tanya dokter


"Iya Dok, saya suaminya," jawab Daniel

__ADS_1


"Saya mau menyampaikan kalau ibu Chintia sedang mengalami dehidrasi. Dehidrasi itu yang menyebabkan pingsan dan kandunganya lemah. Ibu Chintia harus dirawat 3 hari disini. Bapak jangan membiarkan istri bapak kecapekan," saut Dokter


"Baik dok," jawan Daniel


Daniel kemudian mengambil ponselnya ingin menghubungi Galih. Daniel penasaran dengan siapa dalang dibalik penyekapan istrinya.


Tut...Tut..


📞 "Halo Kak," ucap Daniel


📞 "Hallo Nil, apakah Hesti dan Chintia baik baik saja?" tanya Galih


📞"Hesti menemaniku menjaga Chintia sekarang, alhamdulillah Chintia dan bayinya baik baik saja, cuma Chinitia harus dirawat di rumah sakit," jawab Daniel


📞 "Baiklah, aku akan segera kesana. aku sudah tahu siapa dalang dibalik ini semua, preman ini akhirnya mengakuinya, nanti aku cerita sama kamu," ucap Galih


📞 "Baiklah, bagaimana keadaan preman itu? dia harus mendapat ganjaran yang setimpal," jawab Daniel


📞"Tenanglah, kami fokuslah merawat istrimu, aku akan kesana menjemput Hesti pulang," saut Galih


📞"Hmm..baiklah aku tutup teleponya," ucap Danie


Tut...Tut..


---- Flashback On -----


"Kalian tahu apa yang terjadi jika berani macam macam terhadap keuarga kami?" tanya Galih


"Baik Baik, aku akan memberitahumu, tapi jangan sakiti keluargaku," jawab Preman botak


"Katakan siapa dalangnya," ucap Galih


"Ibu Nindi, kami hanya disuruh.tapi tidak tahu alasan yang sebenarnya," jawab Preman botam


Galih saat itu berpikir tidak ada seseorang yang bernama Nindi yang dikenalnya. Galih saat itu mencecar Preman itu mencari tahu siapa itu Nindi.


"Siapa Nindi?" tanya Galih

__ADS_1


"Kami tidak tahu Tuan," jawab Preman


"Katakan dengan jujur," saut Galih


"Kami hanya disuruh, kami tidak tahu," jawab Preman


Preman itu entah mencari aman atau mengelabuhi Galih saja, Galih tidak tahu itu. Tapi Galih sungguh cerdik, dirinya merampas ponsel Preman itu lalu mencoba melihat riwayat panggilanya. Walaupun tidak ada indikasi petunjuk wajah siapa itu Nindi, Galih menyuruh ahli teknisi informatika di perusahaanya untuk melacak seseorang yang bernama Nindi.


"Kau lacak seseorang pemilik nomer ini," ucap Galih


"Baik Tuan," jawab Ahli Informatika


----- Flashback Off ------


"Siapa lagi itu Nindi?" tanya Daniel


"Itu dia kita setelah ini harus menyelidikinya," saut Galih


Galih menatap Hesti lalu bertanya.


"Kamu memiliki teman bernama Nindi?" tanya Galih


"Tidak Mas, aku tidak punya teman namanya Nindi,"jawab Hesti


"Mungkin Chintia punya teman namanya Windi?" saut Daniel


"Aku tidak tahu, setahuku dia punya taman namanya Maria, kita tunggu Chintia sadar, lalu bertanya," jawab Hesti


"Baiklah, aku akan menjaga Chintia sebaiknya kalian pulang," saut Daniel


Hesti dan Galih saat itu langsung berpamitan pualang kemudian meninggalkan rumah sakit.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2