Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
102. DAG DIG DUG


__ADS_3

30 menit kemudian, jam sudah menunjukan pukul 19.00. Sesuai susunan acara yang diagemdakan tepat pukul 19.00 adalah prosesi pemasangan cincin pada jari manis kedua calon pengantin. Prosesi pemasangan cincin menjadi acara inti dalam pesta pertunangan ini. Karena dengan menyematkan cincin pada jaris manis kedua calon pengantin akan menjadi bukti sah kedua calon pengantin telah resmi bertunangan.


Saat ini Zaka masih menunggu kedatangan tamu pentingnya. Zaka terlihat kebingungan antara memilih menunggu Galih lebih lama lagi atau melangsungkan acara inti pestanya. Leo, Ihsan, dan Kevin yang melihat Zaka kebingungan mulai mendesak untuk memulai acara inti pesta pertunangan.


"Zak, ini sudah jam tujuh malam, sebaiknya kamu mulai saja," ucap Leo


"Iya Zak, lagipula sampai kapan kamu menunggu Galih," saut Kevin


"Apakah sebaiknya aku menghubungi Galih?" tanya Zaka


"Sekitar 15 menit yang lalu, aku sudah menghubungi Galih. tapi ponselnya tidak aktif," jawab Ihsan


"Sepertinya Galih sibuk Zak, sebaiknya kamu langsung mulai saja acaranya," ucap Leo


"Firasatku, Galih tidak datang. kita kan tahu sendiri kalau Galih adalah raja bisnis yang sering memenangkan tender," saut Kevin


"Kita tunggu saja 15 menit," ucap Zaka


15 menit berlalu, Galih masih belum datang. Bu Hartatik saat itu menghampiri Zaka langsung menyuruhnya melakukan prosesi pemasangan cincin tunangan.


"Zaka, sudah telat 15 menit. ayo kita mulai acaranya. Chintia sudah didalam," ucap Bu Hartatik


"Tapi Bu, masih ada satu tamu penting perusahaan yang belum datang," jawab Zaka


"Apakah kamu sudah menghubungi tamu penting itu?" tanya Bu Hartatik


"Aku tidak punya nomornya, Bu. jadi Ihsan yang menghubunginya. tapi ponsel tamu penting itu tidak aktif," jawab Zaka


"Tamu undangan sudah lama menunggu. nanti keburu pulang sebaiknya kamu lakukan saja prosesei pemasangan cincin itu," ucap Bu Hartatik


Zaka menganggukan kepalanya lalu beranjak dari tempat duduknya. Namun baru saja hendak berjalan tiba tiba Ihsan menghentikanya.

__ADS_1


"Zaka, tunggu sebentar," ucap Ihsan


"Ada apa, San?" tanya Zaka


"Aku barusan mendapatkan informasi dari sekretaris Galih. seketaris Garis mengatakan kalau Galih dari sejak pagi tadi sudah berangkat. sekretarisnya mengonfirmasi kalau Galih akan menghadiri pesta pertunanganmu," jawab Ihsan


"Menurutmu apakah Galih akan datang? Ini sudah mulai malam. dengan terpaksa aku akan memulai prosesi pemasangan cincin bersama calon tunanganku tanpa kehadiranya," ucap Zaka


"Baik Zak, aku hanya menyampaikan informasi saja. semoga sukses," saut Ihsan


"Semoga lancar acaramu Zak," ucap Leo


"Ayo Zak, jangan membuat kami dan para tamu undangan lain menunggunu," saut Kevin


"Terima kasih, aku dengan siap akan melakukanya," jawab Zaka


Zaka berjalan menghampiri Chintia yang sudah dari tadi menunggunya. Zaka melihat Chintia terus menunduk karena gugup. Saat Zaka dihadapan Chintia, Zaka membisikan sesuatu pada Chintia.


Dag...Dig...Dug....


Chintia sangat merasa gugup dengan Zaka. Zaka memaksanya tersenyum tapi Chintia malah memejamkan matanya karena ketakutan. Zaka yang melihat ekpresi gugup dan tertekan pada diri Chintia merasa kesal. Lagi lagi Zaka harus menegurnya dan mengancamnya.


"Apa kamu tidak dengar apa yang aku katakan? kamu ingin keluargamu menderita? aku tegaskan sekali lagi teruslah tersenyum," ucap Zaka


Chintia langsung memaksakan senyumnya didapan semua orang. Beberapa menit kemudian, pembawa acara menuntun Keluarga Zaka dan Keluarga Chintia untuk melakukan prosesi lamaran. Acara lamaran bernuansa adat jawa dimana ada empat tahapan yaitu :


1. Congkong


Congkong adalah proses dimana keluarga pria yang hendak melamar seorang wanita mengirim utusan untuk menanyakan keadaan wanita yang akan dilamar.


2.Salar

__ADS_1


Prosesi salar dijalani jika pada tahapan congkong pelamar pria belum mendapat jawaban dari pihak keluarga wanita. Salar juga dilakukan dengan mengirim seorang utusan. Salar bertujuan untuk mendapatkan kepastian apakah proses lamaran ini diterima atau tidak oleh pihak keluarga wanita. Jika kedua keluarga sepakat menjodohkan putra putri mereka akan bisa berlanjut ke tahap selanjutnya.


3.Nontoni


Proses nontoni adalah proses pertemuan pertama antar calon mempelai pria dengan calon mempelai wanita. Tahapan nontoni ini menjadi yang pertama kalinya tatap muka. Dan sinilah letak acara pemasangan cincin tunangan pada kedua calon mempelai. Calon mempelai pria akan melamar calon mempelai wanita secara terang terangan. Jika calon mempelai wanita menyetujui. Maka terjadilah pemasangan cincin di kedua jari calon mempelai.


4.Nglamar


Setelah pemasangan cincin terdalat prosesi nglamar.Prosesi nglamar pihak dari calon menpelai pria mengutus seseorang (dari kerabat) untuk menentukan tanggal hari baik untuk melaksanakan pernikahan. Pada penentuan tanggal baik ini, masyarakat Jawa percaya adanya perhitungan weton dari kedua calon mempelai supaya dihitung dengan sistem tertentu untuk menemukan hitungan hari atau tanggal yang baik untuk melaksanakan hajatan.


Tahap cangkong dan salar sudah dilakukan oleh keluarga mempelai pria dan keluarga mempelai wanita dengan lancar. Kedua keluarga sudah sama sama siap mempertemukan Zaka dan Chintia.


Selanjutnya, acara yang di tunggu tunggu adalah tahap nontoni. Zaka dan Chintia dipertemukan saat itu. Zaka bersipuh dihadapan Chintia dan secara terang terangan melamar Chintia dengan kata kata mutiaranya.


Dag...Dig...Dug....


Chintia saat itu terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Zaka. Ingin sekali Chintia berteriak tidak sekencang kencangnya. Namun Para tamu undangan mendesak Chintia menerima lamaran Zaka. Chintia sebenarnya masing ingin menunggu Daniel datang. Namun situasinya tidak mendikung hingga akhirnya Chintia pasrah. Akhirnya Chintia dengan ucapanya tebata bata mengatakan sesuatu.


"Sa...sa..saya ber..." ucap Chintia terpotong


"Hentikan !!!" teriak seserang yang tiba tiba datang.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


nb : adat lamaran di setiap daerah beda beda. mohon maaf jika terlalu bertel tele. author cuma ingin memberi pesan pada teman2 semua agar cinta dan tidak malu dengan adat dan budaya daerahnya.

__ADS_1


Teruntuk di jawa timuran biasanya yang variasi ada di tahapan nontoni. makanya author kasih bold tulisanya. karena khususnya daerah saya memang prosesnya seperti itu. author pernah lihat secara langsung lamaran keluarga author soalnya. Jika ada ketidaksesuaian harap maklum🤗


__ADS_2