Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
186. KEBINGUNGAN FIONA


__ADS_3

3 hari kemudian, Fiona mendapat kabar dari Hesti kalau Bu Halimah sudah pulang dari rumah sakit. Entah mengapa Fiona sangat senang dan bersemangat. Fiona merasa sudah tak sabar ingin bertemu Bu Halimah dan Ihsan. Dua hari tak bertemu Ihsan karena kesibukanya membuatnya tiba tiba merindukanya.


"Mengapa aku tiba tiba merindukan Mas Ihsan ya? ada apa dengan diriku?" batin Fiona


Tanpa berpikir panjang, Fiona bergegas menuju mobilnya ingin ke rumah kelaurga Kusuma. Namun baru saja berjalan beberapa langkah, Pak Hasan menghentikan langkah Fiona.


"Fi, kamu mau kemana?" tanya Pak Hasan


"Mau ke rumah keluarga Kusuma Pa, aku kangen sama Erlan," jawab Fiona


"Sebaiknya besok saja kamu kesana, malam ini Papa ada tamu dari Pak Rusdi," saut Pak Hasan


"Hmm...iya Pa, aku gak jadi pergi saja kalau gitu," jawab Fiona


-----------


Malam hari, Pak Rusdi dan keluarganya datang bertamu di rumah Pak Hasan. Fiona saat itu terkejut melihat teman kuliahnya Aldi yang juga ikut makan. Aldi adalah teman kuliah Fiona yang terkenal playboy di kampus. Jujur saja, beberapa bulan yang lalu Aldi pernah mengajak Fiona menjadi pacarnya tapi ditolak mentah mentah oleh Fiona.


"Mengapa ada Aldi disini? Semoga Papa dan Pak Rusdi hanya urusan bisnis saja dan gak bahas aneh aneh," batin Fiona


Awalnya perbincangan nampak membahas tentang bisnis. Namun Pak Rudi tiba tiba membahas hal diluar bisnis bersama Pak Hasan.


"Pak Hasan, mumpung keluarga kita kumpul kebetulan istri dan anak saya disini. saya mau ngomong sesuatu sama bapak, ini diluar permbahasan kita tadi," ucap Pak Rusdi


"Iya Pak, silahkan," jawab Pak Hasan


"Jadi begini Pak, mungkin ini akan menguntungkan karena berdampak pada eratnya hubungan antara Gunadharma Group dan Dirgantara Group," ucap Pak Rusdi


"Maksud Bapak?" tanya Pak Hasan


"Jadi saya ingin bilang kepada bapak bahwa putra saya Aldi Faiz Dirgantara mencintai putri bapak Fiona Alicya Putri Gunadharma. Sehingga saya ingin berencana menjodohkan putra saya dan putri bapak," jawab Pak Rusdi


Degg


Pak Hasan terkejut dengan ucapan Pak Rusdi. Apalagi Fiona, dirinya sangat syok mendengar ucapan Pak Rusdi. Dengan tegas saat itu Fiona mengatakan tidak mau dijodohkan dengan Aldi.

__ADS_1


"Maaf, saya tidak menerima perjodohan ini," ucap Fiona


"Kamu bilang tidak mau pacaran kan? baiklah aku langsung melamarmu sekarang juga, tapi mengapa kamu masih menolaku?" saut Aldi


"Aku tidak mau, jangan paksa aku," jawab Fiona


"Aku melamarmu baik baik bersama orang tuaku dihadapan orangtuamu, tapi kamu dengan entengnya menolak," saut Aldi


Fiona hanya terdiam tidak ingin mempermalukan Aldi dengan membuka aib Aldi dihadapan semua orang. Sementara Pak Hasan yang menatap Fiona saat itu paham kalau anaknya tidak ingin dijodohkan. Dengan sopan Pak Hasan langsung meminta maaf kepada Pak Rusdi.


"Pak Rusdi, mohon maaf saya tidak bisa menerimanya jika keputusan anak saya seperti itu. bagi saya yang akan menjalankan rumah tangga adalah anak kita. jadi saya tidak bisa memaksanya," jawab Pak Hasan


"Tapi Pak Hasan, Aldi mencintai Fiona. saya yakin cinta akan tumbuh seiring berjalanya waktu jika sering bersama," saut Pak Rusdi


"Sekali lagi saya minta maaf karena penolakan dari keluarga kami," ucap Pak Hasan


"Baiklah Pak, tidak masalah. saya juga minta maaf. karena mungkin juga saya bilang hal ini mendadak dan lancang," jawab Pak Rusdi


"Iya Pak, tidak apa apa," saut Pak Hasan


"Waalaikumsalam," jawab Pak Hasan dan Fiona


Setelah kepergian Pak Rusdi sekeluarga, Pak Hasan sebenarnya malu anaknya lancang menolak lamaran dari Pak Rusdi. Mumpung ada Fiona di meja makan, Pak Hasan langsung menanyainya.


"Fi, katakan pada Papa, mengapa kamu menolak lamaran Pak Rusdi tadi? dan jujur saja caramu menolak tadi terlalu lancang" tanya Pak Hasan


"Pa, dia terkena playboy, aku tidak mau," jawab Fiona


"Jika Aldi berubah apa kamu menerimanya? Papa sebenarnya ingin Aldi jadi menantu Papa. insyallah dengan mengajak orangtuanya menemui Papa, Papa merasa yakin kalau Aldi serius menjalin ikatan cinta dengan dirimu," ucap Pak Hasan


"Aku tidam tahu, aku tidak mencintainya," jawab Fiona


Pak Hasan tidak puas dengan jawaban Fiona saat itu langsung memberanikan diri bertanya sesuatu pada Fiona


"Apa kamu sudah punya pacar?" tanya Pak Hasan.

__ADS_1


Bagi Fiona pertanyaan Pak Hasan adalah kesempatan emas. Dalam pikiran Fiona jika dirinya mengaku sudah punya pacar, Pak Hasan akan tidak membicarakan kasus perjodohan tadi malam.


'Iya Pa," jawab Fiona berbohong


"Wah, kapan pacar Fiona dikenalkan sama Papa?" tanya Pak Hasan


"Aduh, mengapa jadi gini sih? aku bingung harus jawab apa ini? ptacar aku siapa coba, ih..." batin Fiona


Melihat putrinya tak menjawab, Pak Hasan kembali bertanya.


"Fiona, ditanya kok malah ngelamun. kapan kamu mengenalkan pacar kamu kepada Papa," ucap Pak Hasan


"Eh...itu Pa, pacarku orang sering sibuk," jawab Fiona bohong


"Gimana kalau ketemuanya hari minggu? ajak pacarmu itu ke rumah. bilang saja Papa ingin kenalan," ucap Pak Hasan


"Baik Pa," jawab Fiona


"Ok, Papa ke kamar dulu ya, papa sudah ngatuk," ucap Pak Hasan


"Iya Pa," saut Fiona


Setelah kepergian Pak Hasan menuju kamarnya. Fiona nenggerutu kesal memikirkan bagaimana cara menunjukan pacarnya kepada Pak Hasan.


"Ih, mengapa jadi bingungin gini sih. aku harus bagaimana coba? siapa pria yang harus aku bawa besok minggu? Aaach...nyesel banget deh aku bohongin Papa," batin Fiona


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


Baca juga karya author lainya ya.....

__ADS_1


__ADS_2