Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
105. BUKTI DAN KEBENARAN 2


__ADS_3

"Baiklah, jika ibu tetap bersihkeras hari ini juga dihadapan Ibu dan mertua saya. saya akan membuktikan semuanya. dan saya berharap dengan bukti dan kebenaran yang saya ucapan menjadi jalan saya mendapat restu dari mertua saya," ucap Daniel


Bu Hartatik yang saat itu juga masih percaya diri. Menantang Daniel untuk mengatakan hal yang sebenarnya.


"Silahkan buktikan, saya yakin semua ucapanmu omong kosong," jawab Bu Hartatik


"Baiklah, sekarang saya mau bertanya pada Ibu apakah Ibu tahu siapa seseorang dibalik perencanaan peristiwa penyekapan Chintia?" tanya Daniel


"Mengapa kamu tanya saya? kamu yang saat itu jelas jelas menyekap Chintia dan terciduk warga hendak melecehkanya. dan saat itu kalian menikah dan Chintia menangis dipelukan saya. apakah kamu sudah tidak waras?" tanya balik Bu Hartatik


"Saya sangat waras, asal Ibu tahu saya tidak pernah berniat buruk pada Chintia saat itu. Memang pertemuan awal kita berdua buruk. saat itu aku mencuri dompet Chintia, tapi disaat itu juga saya langsung mengembalikan dompetnya karena saya sudah jatuh cinta pada Chintia...." jawab Daniel terpotong


"Dan pasti kamu mengembalikan dompet Chintia karena sudah merampas uangnya?benarkan?" potong Bu Hartatik


"Mas Daniel sama sekali tidak mengambil uang di dompetku saat itu. mungkin saat itu susah dipercaya tapi memang itu kenyataanya. bahkan awalnya aku mengira kalau ada seseorang yang menyelamatkanku." saut Chintia


Bu Hartatik merasa kecewa dengan pembelaan Chintia yang ditujukan pada Daniel. Rasa kecewanya pada Chintia membuat Bu Hartatik semakin lepas kontrol terus mempermalukan Chintua dan Daniel.


"Apakah ucapanmu bisa dipercaya? sungguh mustahil.di hari pernikahan dadakanmu saja kamu menelponku malam malam hanya demi menjadi perwakilan keluargamu yang hadir. Dan kamu sendiri yang bilang saat itu tidak mau ayah dan Ibumu mengetahui pernikahanamu," ucap Bu Hartatik


"Cukup Bu !!! karena saat itu saya syok karena dipaksa menikah. Apakah Ibu tidak tahu dalang yang menyebabkan kehancuran saya waktu itu?" jawab Chintia


"Tentu saja preman brandalan kesayanganmu itu," ucap Bu Hartatik


"Ibu salah besar karena anak perempuan kesayangan Ibu lah yang menjadi dalang terjadinya penyekapan Chintia. sekarang saya membawa hadiah untuk Ibu," saut Daniel


Daniel saat itu memberi kode kepada Galih agar memanggil sepupunya yang sekarang ada di mobil bersama Niken. Tak butuh waktu lama sepupu Galih membawa Niken dihadapan Bu Hartatik. Bu Hartatik sangat syok melihat Niken tanganya di borgol.


"Apa ini? Mengapa kalian memborgol anak saya? anak saya bukan penjahat. kalian para polisi sudah tertipu oleh preman brandalan itu," ucap Bu Hartatik

__ADS_1


"Maaf Bu, bukti saudara Niken merencanakan penyekapan cukup kuat. saudara Daniel sudah melaporkan kejahatan saudara Niken kepada saya," jawab sepupu Galih


"Tidak...Tidak...anak saya bukan brandalan," teriak Bu Hartatik


Bu Hartatik melongo tidak percaya putrinya bisa sekejam itu pada Chintia. Bu Hartatik menatap Niken mencoba menanyainya.


"Niken, katakan pada Ibu. apakah kamu dalang dibalik penyekapan Chintia ?" tanya Bu Hartatik


"Tidak !!! aku bukan penjahat. mereka menjebaku," jawab Niken


"Benarkah? kamu bukan penjahat? kami menjebakmu? apakah bukti transaksi, pesan suara, saksi preman, dan gelang ukiran namamu tidak cukup untuk menjeratmu?" saut Daniel


"Aku bukan penjahat," teriak Niken


"Ya benar kamu adalah penjahat yang mempertemukanku dengan istriku.sebenarnya aku tidak akan memperpanjang masalah ini jika keluargamu tidak menganggu kehidupan rumah tanggaku," jawab Daniel


Bu Hartatik hanya terdiam mendengar kenyataan bahwa Niken adalah dalang dibalik kejahatan yang menimpa Chintia beberapa bulan yang lalu. Bu Hartatik tidak bisa berbuat apa apa untuk membantu Niken. Zaka saat itu juga terkejut mengetahui fakta tentang Niken. Mengetahui Niken tertangkap polisi, Zaka takut kejahatanya juga akan terbongkar. Zaka mencoba mengalihkan perhatianya dengan izin ke kamar mandi.


Bu Hartatik menganggukan kepalanya lalu Zaka bergegas pergi ke kamar mandi. Zaka sangar cerdik, dirinya tahu kamar mandi rumah Chintia memiliki jendela yang bisa membantunya kabur. Zaka saat itu mulai menyalakan keran air agar gerak geriknya tidak dicurigai. Setelah itu Zaka keluar dari jendela kamar mandi. Namun setelah keluar dari jendela kamar mandi ada.seseorang yang memukulnya dari belakang.


"Bukk" (seseorang memukul Zaka)


"Kau..." ucap Zaka


"Kau pikir aku bodoh? membiarkanmu kabur?" tanya orang itu


Zaka hanya terdiam mendengar ocehan orang yang barusan memukulnya. Orang itu memakai kaca mata hitam. Saat kaca mata hitamnya dibuka, ternyata orang itu adalah Daniel. Daniel dari tadi sebenarnya curiga alasan Zaka tiba tiba ke kamar mandi. Tanpa ragu karena penasaran Daniel mengikutinya.


Daniel saat itu sangat geram Zaka berusaha kabur. Dengan emosi yang tak terkontrol Daniel meluapkan emosnya.

__ADS_1


"Apakah kamu pria pengecut yang lari dari masalah. Selain adikmu kamu harus juga mendekam di penjara," ucap Daniel


"Aku tidak sudi," jawab Zaka menedang paha Daniel


"Auh..." teriak Daniel


Zaka langsung kabur setelah menendang paha Daniel. Daniel saat itu sedikir meringis kesakitan berusaha mengejar Zaka. Daniel terus berlari mengejar Zaka hingga akhirnya berhasil menangkap Zaka. Kecepatan lari Daniel lebih cepat dari Zaka mungkin karena faktor Daniel sering latihan kekuatan fisik semasa dulu jelang mendaftar seleksi TNI.


Daniel yang berhasil menangkap Zaka langsung memberinya pelajaran.


"Beraninya kau berusaha kabur? kau mau lagi pukulanku? rasakan ini jangan mencari masalah denganku dan istriku" saut Daniel


"Bukk"(Daniel memukul Zaka)


Zaka lansung terlunglai lemas kemudian terkema sambaran pukulan keras dari Daniel. Melihat Zaka yang terlunglai lemas, Daniel menuntun Zaka kembali ke dalam ruang acara persta lamaran. Bu Hartatik yang melihat Zaka terlunglai lemas memarahi orang yang memukul Zaka.


"Beraninya kau? apa yang kamu lakukan pada anaku?" tanya Bu Hartatik


"Dia berusaha kabur, aku tidak akan membiarkan orang orang yang menyelakai istriku bisa bebas berkeliaran." jawab Daniel


"Apa lagi ini !!!" teriak Bu Hartatik


"Anak Ibu melakukan tindakan pelecehan terhadap istriku beberapa minggu yang lalu. Untunguy saya tepat waktu menyelamatkan istri saya. Dulu memang kami diam saja karena kasihan dengan Ibu. Tapi sekarang ini sudah cukup, saya tidak akan diam saja jika keluarga Ibu mengusik terus kehidupan saya dan istri saya," jawab Daniel


Degg...


--------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2