
Malam hari, Daniel berkunjung ke rumah sakit ingin bertemu dengan Bu Halimah. Sebelumnya Nenek Irah sudah pulang dari rumah sakit sejak maghrib. Sehingga, yang menjaga Bu Halimah adalah suruhan Daniel.
Sesampainya di kamar Bu Halimah, Daniel menyuruh suruhanya meninggalkanya sendiri bersama Bu Halimah.
"Kalian boleh pergi," ucap Daniel
Suruhan Daniel hanya bisa menurut saja dengan perintah Daniel. Di dalam kamar sekarang hanya tersisa Daniel dan Bu Halimah. Daniel saat itu melihat Bu Halimah terduduk dengan melamun. Dalam pikiran Daniel mungkin Bu Halimah memikirkan sesuatu. Tanpa ragu Daniel bucara kepada Bu Halimah.
"Bu Halimah," ucap Daniel
"Eh, iya Pak Daniel," jawab Bu Halimah
"Bu Halimah seperti sedang memikirkan sesuatu, boleh diceritakan," ucap Daniel
"Saya kepikiran anak saya, anak saya gak bisa masak, kalau saya di rumah sakit, anak saya makan apa saya sedih," jawab Bu Halimah
"Maksud Ibu apakah itu Ihsan?" tanya Daniel
"Ihsan itu anak sholeh pinter ngaji, nurut dan berbakti sama saya dan suami saya. dia gak pernah nyusahin, dia bahkan selalu menyerahkan semua uang hasil kerjanya sama ibu. dia gak mau ambil sepesen pun," jawab Bu Halimah menangis
Daniel saat itu hanya bisa diam tak bertanya lagi tentang Ihsan. Namun saat itu Daniel teringat kalau suami Bu Halimah juga dirawat di rumah sakit. Tiba tiba terlintas dipikiran Daniel ingin mengenal suami Bu Halimah.
"Kalau suami ibu, bagaimana keadaanya?" tanya Daniel
__ADS_1
"Alhamdulillah, lebih baik walau masih sering demam," jawab Bu Halimah
"Sebelumnya apa ibu atau suami ibu punya keluarga?" tanya Daniel
"Saya udah sebatang kara Pak sejak usia remaja. saya sama suami saya bertemu karena saya dulu menyelamatkan suami saya kecelakaan tunggal di kampung saya," jawab Bu Halimah
"Kecelakaan tunggal?" tanya Daniel
"Iya, kecelakaan tunggal itu sama seorang wanita. mungkin wanita itu istrinya suami saya dulu. tapi saat itu istrinya kabur dari rumah saya. saya nggak tahu dimana. lalu pas suami saya mulau sadar. sekitar selama seminggu saya merawatnya," jawab Bu Halimah
"Lalu ibu dan suami ibu menikah saat itu?" tanya Daniel
"iya, suami saya menikah dengan saya karena satu bulan saya merawatnya ,suami saya melamar saya dan menikahi saya. saat itu saya masih 24 tahun. dan dua tahun menikah saya dikaruniai anak Ihsan," jawab Bu Halimah
Terlintas dipikiran Daniel saat itu penasaran dengan keluarga suamu Bu Halimah. Tanpa ragu, Daniel bertanya lagi pada Bu Halimah.
"Bu, suami ibu masih punya keluarga?" tanya Daniel
"Saya tidak tahu Pak, tapi dulu suami saya pernah mengatakan pada saya kalau suatu saat nanti saya akan dipertemukan oleh keluarganya yang katanya kaya raya dan memiliki perusahaan," jawab Bu Halimah
"Kaya dan memilki perusahaan?" tanya Daniel
"Iya, suami saya sengaga tidak memberitahu keluarganya pada saya karena demi kebaikan saya dan anak saya. suami saya takut kekuarganya menolak saya karena saya adalah gadis miskin sebatang kara," jawab Bu Halimah
__ADS_1
"Yang sabar ya Bu, saya ikut sedih dengarnya," saut Daniel
"Tidak apa apa Pak," jawab Bu Halimah
"Oh iya, pas perkenalan ibu bilang suami ibu dipecat tiba tiba tanpa sebab," ucap Daniel
"Iya benar, tapi saya lupa dimana. semenjak dipecat suami saya jualan ikan hias. tapi karena suami saya sakit, sekarang anaknya Ihsan yang menggantikan ayahnya," jawab Bu Halimah
"Oh gitu bu, semoga suami ibu cepat sembuh," ucap Daniel
"Iya amin...." jawab Bu Halimah
Setelah berbincang karena hari sudah malam, Daniel pamit pulang kepada Bu Halimah karena Erlan menangis mencarinya.
10 menit kemudian, Dalam perjalanan Daniel merasa penasaran dengan suami Bu Halima.
"Siapa sebenarnya suami Bu Halimah? ah, aku lupa gak tanya namanya. dari cerita Bu Halimah, aku mengingat isi rekaman Bu Jauza sama Ratih. aku tidak bisa diam saja, aku akan mengawasinya," batin Daniel
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga