
Malam hari, seperti biasa Chintia mengujungi pos perumahan dalam perjalananya pulang bekerja. Memang, semenjak Daniel bekerja sebagai satpam, Chintia selalu rutin mampir ke pos perumahan karena perintah dari Daniel. Daniel menyuruh Chintia mampir ke pos perumahan karena Daniel ingin memastikan keadaan Chintia baik baik saja. Selain itu, Daniel juga ingin menghindari hal hal buruk yang akan menimpa Chintia. Daniel adalah mantan preman, jadi Daniel jelas tahu betul gerak gerik teman premanya yang suka mengincar gadis cantik.
Namun hari ini Chintia merasa ada yang berbeda dari sikap Daniel. Daniel tidak menyapa dan hanya terdiam saat dirinya datang ke pos perumahan. Chintia memiliki firasat Daniel memiliki beban pikiran yang berat. Tanpa berpikir panjag, Chintia mencoba bertanya pada Daniel.
"Mas, dari tadi kok diam aja? apa kamu baik baik saja?" tanya Chintia
"Aku baik," jawab Daniel datar
"Mas, aku mau pulang ke kontrakan, aku mengantuk," ucap Chintia
"Pulanglah, Mas sibuk," jawab Daniel datar
Mendengar respon jawaban darI Daniel, semakin membuat Chintia keheranan dengan sikap Daniel kepadanya. Tidak seperti biasanya, malam ini Daniel menolak mengantakanya pulang ke kontrakan. Chintia tidak mau berpikir aneh aneh, dirinya berpikir positif tentang sikap Daniel yang cuek kepadanya.
"Mas Daniel mengapa ya? tumben banget gak mau antarin aku. hmm...mungkin memang Mas Daniel banyak pekerjaan, aku akan pulang sendiri saja," batin Chintia
Tanpa berpikir panjang, Chintia berpamitan pada Daniel ingun pulang ke kontrakan sendirian.
"Mas, sepertinya kamu sibuk banyak pekerjaan. aku pamit dulu Mas, assalamualaikum," ucap Chintia
__ADS_1
"Waalaikumsalam," jawab Daniel datar
10 menit kemudian, Chintia sampai ke kontrakan bergegas masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar Chintia merebahkan tubuhnya dan langsung tertidur.
--------
Esok hari, Chintia terbangun dari tidurmya dan dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 05.00. Chintia bergegas menunaikan shalat shubuh dan menyiapkan sarapan di pagi hari.
Saat di dapur, Chintia teringat tidak menjumpai suaminya di kamar. Chintia yang merasa khawatir meninggalkan sejenak pekerjaanya memotong wortel dan memutuskan mencari suaminya. Chintia mengecek di setiap sudut kontrakan akhirnya Chintia menemukan suaminya yang tertidur meringkup di teras kontrakan. Tanpa berpikir panjang Chintia bergegas membangunkan Daniel.
"Mas...Mas...bangun Mas sudah pagi," ucap Chiintia
Chintia merasakan kejanggalan dalam sifat Daniel yang sejak kemarin malam mengacuhkanya. Bahkan pagi ini tidak ada satu kata pun yang terucap di mulut Daniel.
"Sebenarnya ada apa yang dengan Mas Daniel. apakah Mas Daniel ada masalah? atau apakah aku yang habis berbuat salah?, aku merasakan kejanggalan dari sifat Mas Daniel kepadaku, nanti aku akan menanyakanya," gumam Chintia lirih
Chintia kembali menuju dapur memasak sayut sop dan perkedel kentang. Setelah masakanya sudah jadi dan disiapkanya di meja makan, Chintia bergegas pergi menuju kamar untuk mengajak Daniel sarapan pagi.
"Mas...bangun ayo sarapan," ucap Chnitia menepuk pelan lengan Daniel
__ADS_1
Daniel terbangun dari tidurnya kemudian mencuci muka di kamar mandi. Setelah cuci muka, Daniel bukanya ikut sarapan dengan Chintia di meja makan, malahan Daniel izin pergi pada Chintia mau keluar dengan alasan ada urusan penting.
"Mas ada urusan penting. Mas pamit, assalamulaikum," ucap Daniel
"Tunggu Mas, aku bawain bekal ya?" bujuk Chintia
"Tidak perlu, Mas pamit sekarang, assalamualikum," ucap Daniel
"Waalaikumsalam," jawab Chintia
Setelah menatap pergi suaminya keluar, Chintia menjadi merasa panik dan khawatir dengan sikap Daniel. Chintia merasa tidak nyaman, dirinya bertekad ingin menyelidiki alasan dibalik perilaku suaminya yang sepertinya terlihat marah namun diam.
"aku harus tahu mengapa Mas Daniel bersikap acuh kepadaku, Mas Daniel sepertinya ada masalah. dia seperti marah kepadaku tapi dirinya hanya diam, aku akan menyelidikinya," batin Chintia
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga