Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
51. DI PERMALUKAN


__ADS_3

---- Di kampus ----


Esok hari di kampus, Chintia mengikuti pembelajaran mata kuliah kimia anorganik di kelasnya. Kebetulan Niken satu kelas dengan Chintia. Namun walaupun Chintia dan Niken satu kelas, mereka berdua seperti orang asing yang tidak saling mengenal. Posisi bangku mereka juga tidak berdekatan, Chintia lebih suka duduk di bangku paling depan sementara Niken selalu duduk dibangku paling belakang.


1 jam kemudian, pembelajaran mata kuliah kimia anorganik sudah selesai. Jam sudah menunjukan pukul 12.00 menandakan waktu istirahat. Berbeda dengan teman lainya yang berbondong bondong ke kantin. Chintia lebih memilih tetap didalam kelas memakan bekal yang dirinya siapkan di rumah.


Chintia menyantap bekal makananya dengan lahap. Namun di sela sela saat Chintia makan tiba tiba ada Niken bersama Rosa dan Maria menghampiri Chintia.


"Hai, Chintia," sapa Niken


"Hai," jawab Chintia


"Chin, aku tanya sesuatu boleh nggak?" tanya Niken


"Iya boleh saja," jawan Chintia


"Kamu jawab jujur ya? bener nggak sih kamu itu sudah nikah?" tanya Niken


Degg...


Chintia sangat terkejut dengan lontaran pertanyaan dari Niken. Suara Niken yang menggelegar membuat seluruh mahasiswa satu kelas berbondong bondong menghampiri Chintia. Chintia merasa terpojok, dirinya tidak ingin dipermalukan. Tanpa berpikir panjang, Chintia berusaha mengaihkan perhatian Niken dan mahasiswa lain.


"Maksudmu apa sih, Ken? Kok kamu tanya gitu?" saut Chintia


"Niken bilang, bener nggak kamu udah nikah?" jawab Rosa


"Iya Chin, kami semua penasaran loh, sejak kapan kamu menikah?" saut Maria


"Alah, jawab aja Chin, kita semua penasaran," ucap Niken


Niken tersenyum sinis berhasil mempermalukan Chintia. Niken sudah membayangkan Chintia akan depresi dan terteka hingga memutuskan keluar dsri kampus. Sementara Chintia terpaksa mengakui dirinya sudah menikah. Karena percuma juga berhadapan dengan Niken. Niken jelas akan lebih mempermalukanya jika dirinya menutupi pernikahanya.

__ADS_1


"Iya, aku sudah menikah," jawab Chintia


"Hah?" saut mahasiswa dalam kelas


"Sejak kapan kamu nikah? kok gak undang undang? jangan jangan..." tanya Rosa


"Aaauhhh..." teriak Niken, Rosa dan Maria


Seluruh mahasiswa lain juga ikut panik berteriak mendengar Niken dan temam temanamya bertieriak. Teman teman satu kelas Chintia menganggap dirinya hamil duluan. Beruntung Chintia mendapatkan tamu bulanan sehingga dirinya bisa menyangga anggapan buruk dari temanya.


"Itu tidak benar, sekarang aku dapat tamu bulanan. mana mungkin aku hamil?" saut Chintia


Mengetahui hari ini Chintia datang bulan, Niken bergidik kesal karena merasa dipermalukan. Teman teman mahasiswa satu kelas yang berhasil dirinya provokasi juga beranjak meninggalkan Chintua kembali ke bangkunya masing masing.


Niken tidak mau kalah dengan Chintia sontak dirinya bersama Rosa dan Maria kembali megintrogasi Chintia.


"Maaf ya Chin, kami sempat berpikiran buruk," ucap Niken


"Eh, aku tanya tanya lagi boleh nggak?" tanya Niken


"Boleh, tanyakan saja," jawan Chintia


"Suamimu kerja apa, Chin?" tanta Niken


"Satpam," jawab Chintia


Degg


Niken terkejut saat Chintia mengakui suaminya adalah satpam. Niken yang tidak tahu suami Niken bekeja sebagaI satpam merasa mendapay celah kalau Chintia berbohong. Tanpa ragu Niken mengatakan kalau suami Chintia adalah preman.


"Apa? Satpam? tapi aku dengar dengar suamimu adalah preman. kamu terpaksa menikah denganya karena habis keciduk mesum kan? Haha..." sindir Niken

__ADS_1


"Wah, kamu yang bener, Ken? Chintia beneran keciduk mesum sama preman?" tanya Rosa


"Tanya aja sendiri, dia itu mahasiswa yang ngontrak di kontrakan Ibu aku. jelaslah, aku tahu beritanya. kalian semua harus percaya sama ucapanku," saut Niken


"Wah, aku nggak nyangka banget lo Chin, kamu bisa nekat kaya gitu," ucap Maria


"Haha...makanya kalian semua disini jangan ketipu sama muka sok polosnya." saut Niken


Lagi lagi suara Niken yang menggelegar membuat para mahasiswa yang didalam kelas menghampiri Niken dan saling berbisik. Chintia yang melihat kondisi sekitarnya merasa Niken telah mempermalukanya. Air mata Chintia menetes membasahi pipinya. Chintia terdiam menangis saat Niken mempermalukanya. Berbagai kenangan dan ingatan kejadian pahit itu seketika kembali terngiang dipikiranya.


Visual Tokoh


1. Niken



2. Rosa



3. Maria



-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2