Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
26. TIDAK BERHAK UNTUK CEMBURU


__ADS_3

1 minggu kemudian, Chintia sudah bisa berjalan walau masih tertatih tatih. Chintia memutuskan ingin pergi belanja ke pasar karena persediaan kebutuhan di dapur sudah habis. Chintia berjalan menuju keluar kontrakan, tiba tiba ada seorang pria yang menyapanya.


"Chintia," sapa pria itu


"Eh, Mas Zaka," jawab Chintia sembari berjalan


Zaka melihat Chintia berjalan tertatih-tatih nampak khawatir dengan keadaan Chintua. Zaka menebak telah terjadi sesuatu pada Chintia. Tanpa ragu panjang Zaka bertanya Chintia.


"Chintia, ada apa dengan kakimu? jalanmu tertatih tatih?" tanya Zaka


"Seminggu kemarin pas malam lampu mati, aku kepleset di kamar mandi. tapi alhamdulillah udah bisa berjalan sekarang," jawab Chinitia


Zaka mengenyitkan dahimya dirinya tidak percaya dengan ucapan Chintia. Zaka menebak bahwa preman yang menikah dengan Chintia telah menyelakai Chintia. Zaka sontak memegang bahu Chintia dengan kedua tanganya seketika membuat Chintia terkejut.


"Eh, Mas Zaka," ucap Chintia


"Chintia, kamu jujur sama aku. apa preman itu yang membuat kamu seperti ini?" tanya Zaka


"Dia tidak menyakitiku Mas, tolong lepaskan tanganmu dari tanganku Mas," jawab Chintia

__ADS_1


"Chintia, kamu jangan bohong sama aku. kalau kamu tidak bahagia dengan preman itu aku akan membahagiakanmu." saut Zaka


Chintia terkejut saat ucapan Zaka ingin membahagiaka dirinya. Chintia hanya terdiam dan tidak mau menggubris ucapam Zaka. Chintia lalu beranjak pergi meninggalkan Zaka, tapi tiba tiba Bu Hartatik dari halaman rumahnya memanggil Chintia.


"Chintia, " sapa Bu Hartatik


"Iya bu, ada apa?" jawab Chintia


"Kakimu kenapa Chin ? jalanya tertatih tatih gitu?" saut Bu Hartati


"Saya habis jatuh di kamar mandi seminggu kemarin," jawab Chintia


"Saya mau pergi kepasar Bu, saya mau beli kebutuhan dapur," jawab Chintia


"Zaka kamu antar Chintia ke pasar ya? Ibu sekalian titip belikan kerang dan udang," saut Bu Hartatik


Zaka menyunggingkan senyumanya saat ibu


nya ingin menyuruhnya pergi ke pasar bersama Chintia. Zaka menerima dengan senang hati permintaan ibunya.

__ADS_1


"Iya Ibu, aku akan pergi ke pasar bareng Chintia," ucap Zaka


"Bu, maaf saya bisa naik angkot saja," tolak Chintia


"Ibu khawatir kakimu masih sakit. bareng Zaka saja, jangan pikirkan suamimu. suamimu pasti lagi kerja ngerampok lagi kan? udah sama Zaka aja, Ibu lebih tenang," ucap Bu Hartatik


Chintia sebenarnya ingin membantah dan mengatakan bahwa Daniel sudah mulai berubah. Tapi dirinya memilih untuk diam dan tidak mau berdebat. Karena menurutnya juga Daniel belum membuktikan kalau dirinya sudah berubah. Chintia mau tidak mau akhirnya dengan terpaksa menuruti perintah Bu Hartatik pergi ke pasar bareng Zaka.


Disisi lain ternyata Daniel mengintip Chintia dan Zaka bersama sama dalam mobil. Sebenarnya Daniel juga mendengarkan ucapan Zaka yang ingin membahagikan Chintia serta ucapan Bu Hartatik yang menganggap dirinya sekarang sedang merampok.


Daniel sebenarnya marah dan cemburu melihat kedekatan Zaka dan Chintia. Tapi dirinya tidak bisa berbuat apa apa. Daniel merasa tidak berhak untuk cemburu karena memang dirinya menyadari Chintia belum mencintainya. Selain itu Daniel juga menyadari kalau Zakan lebih mapan darinya. Semenjak memutuskan tidak menjadi preman, dirinya masih pengangguran. Daniel hanya bisa berharap dirinya bisa membahagiakan istrinya layaknya pasangan suami istri, dimana seorang suami berkewajiban menafkahi istrinya.


"Chintia, melihatmu bersama pria lain hatiku sangat sakit. tapi aku tidak berhak cemburu padamu karena aku menyadari kalau kamu belum mencintaiku. pernikahan ini juga bukan keinginanmu bukan? walaupun sekarang kamu tidak bahagia bersamaku. aku akan berusaha membahagiakanmu dan bertanggung jawab menafkahimu." batin Daniel.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2