Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
34. INGIN BAHAGIA


__ADS_3

Chintia terkejut ketika Daniel memberi pilihan yang sulit kepadanya. Chintia terdiam tak menjawab pertanyaan Daniel. Entah siapa yang harus dipercaya Chintia bingung kebenaranya. Chintia menganggap Daniel dan Bu Hartatik adalah orang baik. Hingga akhirnya memilih untuk diam dan menangis.


Daniel yang menatap Chintia menangis langsung memeluk dan menenangkan Chintia.


"Chintia, jangan menangis. aku minta maaf jika aku memang belum bisa membahagiakanmu," ucap Daniel


"Mas, maafkan aku, aku memang belum tahu harus mempercayaimu atau Bu Hartatik. tapi aku mohon jangan tinggalkan aku Mas," jawab Chintia


"Jika kamu tidak percaya dengan suamimu, mengapa kamu masih ingin hidup dengan suamimu ini yang dulunya preman?" tanya Daniel


Daniel memalingkan wajahnya menatap jendela karena dirinya tak ingin Chintia melihat air matanya menetes. Chintia kemudian memeluk erat perut Daniel dari belakang sontak membuat Daniel terkekut.


"Chintia," ucap Daniel


"Mas, aku ingin hidup bahagia bersamamu. jujur perlahan aku tidak tahu mengapa aku merasakan jantungku berdebar setiap ada didekatmu Mas," jawab Chintia


Degg


Daniel yang terkejut dengan ucapan Chintia sontak membalikan tubuhnya lalu menatap mata Chintia. Daniel memegang pipi Chintia dengan kedua tanganya lalu bertanya maksud dari ucapan Chintia barusan.


"Apakah itu sekarang yang kamu rasakan ketika didekatku?" tanya Daniel

__ADS_1


"Iya Mas, itu yang sekarang aku rasakan," jawab Chintia


"Berarti apa kamu sudah mencintaiku?" tanya Daniel


"Iya Mas, sepertinya aku sudah mulai mencintaimu," jawab Chintia


Daniel memengang tangan Chintia lalu menempelkanya di dadanya. Chintia merasakan jantung Daniel yang berdetak kencang. Danel semakin mengeratkan tangan Chintia di dadanya lalu mengatakan sesuatu.


"Chintia, apa kamu merasakan detak jantungku?" tanya Daniel


"Iya Mas, apa mas sakit jantung? apa perlu kita ke rumah sakit?" tanya balik Chintia


"Inilah yang aku sudah rasakan saat aku jatuh cinta padamu. aku mencintaimu. aku senang akhirnya kamu juga mencintaiku," jawab Daniel


"Katakan saja, kita harus saling terbuka," jawab Daniel


"Mas, sebenarnya aku tahu kalau Mas Zaka mencintaiku. dia kemarin sudah menyatakan cintanya padaku. tapi aku mengacuhkanya Mas, dan sekarang aku jadi ingin mendengar cerita pertemuanmu dengan Mas Zaka," saut Chintia


Daniel memegang bahu Chintia dengan kedua tanganya lalu menceritakan kejadian pertemuanya dengan Zaka setelah pulang kerja.


Mendengar cerita dari Daniel, Chintia sungguh tak percaya dengan apa yang Zaka perbuat pada Daniel. Chintia mengenal Zaka adalah orang baik, dirinya sudah menganggap Zaka seperti kakaknya. Untuk memastikan kebenaran ucapan Daniel, Chintia menyuruh Dainiel berjanji di hadapanya

__ADS_1


"Mas, apakah benar seperti itu kejadianya? aku mengenal Mas Zaka dia orangnya baik," ucap Chintia


"Iya benar, aku tidak berbohong. Zaka menyerangku duluan. apakah kamu tidak lihat pipiku ini? jujur saja jika aku pria lemah aku akan habis dihajar olehnya," jawab Daniel


"Lalu Mas Zaka katanya juga babak belur. apakah mas memukulnya? keadaanya gimana Mas?" tanya Chintia


"Kamu khawatir sama Zaka?" tanya balik Zaka


"Aku takut masalah ini akan menjadi panjang, udah gitu aja," jawab Chintia


"Aku memukulnya karena melindungi diriku. dan aku juga memberinya peringatan agar tidak merebutmu dariku," jawab Daniel


"Apa Mas menuduhnya selingkuh denganku?" tanya Chintia


"Tidak, justru Zaka yang menuduhku menyakitimu, menyiksamu, dan menyekapmu, dan Zaka menyuruhku untuk melepaskanmu," jawab Daniel


"Mas Zaka kamu sangat kejam.kamu menyakiti suamiku." batin Chintia


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2