
---- Di Rumah Galih ----
Malam hari jam sudah menunjukan pukul 19.00. Hesti, Galih, dam Nenek bersama sama menyantap makan malamnya. Setelah makan malam, seperti biasa Galih membawa neneknya kembali ke kamar. Sesampainya di kamar, Nenek Irah sepertinya masih ingin mengenal Daniel lebih dekat. Tanpa ragu, Nenek Irah ingin Galih mengantarkanya ke rumah Daniel.
"Galih, Nenek ingin berkunjung ke rumah Daniel," ucap Nenek Irah
"Nek, untuk apa Nenek ke rumah Daniel. apa hanya gara gara firasat nenek tadi, kalau Daniel adalah Putra?" tanya Galih
"Nenek merasa tidak tenang Galih. Nenek kangen Putra. Saputra cucu Nenek, nama indah yang Nenek berikan dulu kepadanya," jawab Nenek Irah
Galih merasa tidak tega dengan neneknya yang terus memohon kepadanya. Melihat neneknya yang sangat yakin kalau Daniel adalah Putra sontak membuat Galih penasaran. Akhirnya Galih menuruti perintah neneknya untuk menyelidiki Daniel.
"Baiklah Nek, Nenek tenang saja. Galih akan membantu nenek menyelidiki Daniel. Nenek tidak perlu ikut ke rumah Daniel, biar Galih yang akan menyelidikanya sendiri secara langsung," jawab Galih
"Iya nenek akan tunggu kabar darimu," ucap Nenek Irah
"Baik Nek, sekarang Galih ke kamar dulu. Hesti sudah menunggu di kamar," jawab Galih
"Iya sana pergi, kamu harus segera memberikan nenek cicit. nenek gak sabar menanti hari dimana nenek akan menjadi nenek buyut," saut Nenek Irah
Galih saat itu hanya bisa tersenyum mendengar ucapan neneknya. Dengan santai, Galih menjawab permintaan neneknya itu.
"Iya Nek, doain Galih ya nek," ucap Galih
"Iya, nenek akan selalu mendoakan yang terbaik untuk cucu nenek. nenek yakin kali ini pilihanmu tidak salah. Hesti adalah pendamping yang tepat untuk hidupmu," jawab Nenek Irah
__ADS_1
Nenek Irah saat itu air matanya lolos keluar dari matanya membasahi pipinya. Galih yang melihat neneknya menangis langsung mengusap air mata neneknya lalu bertanya penyeban neneknya menangis.
"Nek, kok nenek nangis? nenek kangen Putra? Galih janji akan terus berusaha menemukan Putra Nek," tanya Galih
"Nenek memang kangen sama Putra. tapi sekarang nenek merasa telah banyak merepotkanmu dan menjadi beban hidupmu. nenek ingat dulu kamu terpuruk karena nenek. kamu menikah dengan Ratih karena nenek. itu adalah kesalahan terbesar nenek," ucap Nenek Irah menangis
Nenek Irah menangisi nasib cucunya yang memiliki masa lalu yang suram. Mulai dari melihat pahitnya perceraian orang tuanya, terpisah dari ibu dan adiknya, ditinggal oleh ayahnya serta ditipu oleh wanita. Nenek Irah sebenarnya takut jika Hesti mengetahui masa lalu Galih Hesti akan pergi meninggalkan Galih.
Galih yang melihat neneknya terus menangis langsung memeluknya dan menenangkanya.
"Nek, nenek tidak salah apa apa sama Galih, itu memang sudah jalan hidupnya Galih. Galih sayang sama nenek. Nenek sudah menjadi sosok Ibu untuk Galih. Galih hanya punya nenek didunia ini," jawab Galih
Galih lalu melepas pelukanya karena dirasa neneknya sudah berkurang isak tangisnya. Nenek Irah saat itu juga langsung bertanya sesuatu pada Galih.
"Ada apa, Nek?" tanya balik Galih
"Nenek takut Hesti meninggalkanmu setelah mengetahui masa lalumu," jawab Nenek Irah
"Nenek tenang saja, Hesti sudah tahu masa lalu Galih kok, jadi nenek gak usah khawatir," saut Galih
"Apakah dia marah? apakah dia meminta pergi darimu?" tanya Nenek Irah
"Insyallah, Hesti bisa menerima masa lalu Galih. Hesti gadis yang baik, Galih akan selalu menjaga Hesti. Galih nggak mau Nek, ada yang ditutup tutupin kepada Hesti," jawab Galih
"Apakah dia juga mencintaimu? kamu jangan menutupi apapun kepada nenek," tanya Nenek Irah
__ADS_1
"Insyallah Hesti bisa mencintai Galih, kalau seandainya Hesti tidak mencintai Galih itu udah jalan hidupnya Galih, Galih ikhlas jika Hesti mau meninggalkan Galih," jawab Galih
"Semoga cucu kesayangan nenek bahagia selalu," ucap Nenek Irah
"Iya Nek, sekarang aku ke kamar dulu," jawab Galih
Saat Galih keluar dari kamar nenek, tidak sengaja Galih melihat Hesti di dapur. Kebetulan kamar nenek dekat dengan dapur. Sehingga Galih curiga kalau Hesti mendengarkan obrolanya dengan neneknya.
"Sudah lama, Hes?" tanya Galih
"Baru sebentar, aku haus tadi," jawab Hesti
"Oh baiklah, aku pergi tidur dulu. kamu langsung masuk saja. aku tidur di sofa kok," ucap Galih
Galih meninggalkan Hesti sendirian di dapur. Setelah kepergian Galih dari dapur, Hesti saat itu tiba tiba menangis. Sebenarnya Hesti mendengar obrolan Galih dengan Nenek.Hesti merasa kasihan dengan Galih. Dan juga Hesti merasa dirinya serba salah kepada Galih. Dibandingkan perasaanya saat ini, Galih jelasnya lebih merasa tertekan darinya.
"Mas, aku minta maaf karena terlalu egois. kamu pasti banyak beban dan merasa tertekan. kamu orang baik Mas, aku tidak tega melihatmu kembali terpuruk jika aku meninggalkanmu. aku memang belum mencintaimu hatiku masih ada Joshua. Tapi aku tidak akan pergi darimu Mas, aku akan berusaha melupakan Joshua. aku akan mulai belajar mencintaimu," batin Hesti
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1