Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
164. KEMARAHAN DANIEL


__ADS_3

Malam hari, Chintia yang belum makan perutnya merasa sakit dan juga keram. Chintia mengerang kesakitan dan tentunya Hesti panik.


"Hes..aahh...perutku sakit Hes, rasanya kram," keluh Chintia


"Chin, bertahanlah. suami kita pasti menyelamatkan kita," jawab Hesti


"Aku gak tahu Hes, sampai kapan aku bisa menahanya," ucap Chintia


"Berdoalah, yakinlah kalau suami kita akan menyelamatkan kita. kamu harus bertahan," jawab Hesti


Chintia menganggukan kepalasnya berusaha menenangkan dirinya dan bertahan menunggu suaminya datang menyelamatkanya.


---------


Di sisi lain, Setelah melacak keberadaan Hesti dan Chintia, Galih dan Daniel langsung menuju tempat lokasi Chintia dan Hesti diculik. Hanya membutuhkam waktu 40 menit, Galih dan sudah sampai lokasi Daniel langsung berteriak mencari Hesti dan Chintia.


"Chintia !!! Chintia !!! kamu didalam?." teriak Daniel


"Hesti !!! Hesti !!! kamu dimana?" teriak Galih


Didalam ruangan dirinya disekap, Hesti mendengar suara Daniel dan Galih langsung berteriak.


"Mas Galih...aku disini sama Chintia, tolong kami Mas, Chintia sepertinya mulai pingsan tak sadarkan diri," teriak Hesti


Daniel dan Galih mendengar suara Hesti. Tanpa berpikir panjang, Daniel dan Galih berlari ke arah sumber suara. Namun, saat menuju ke arah sumber suara ada dua preman yang menghalangi Daniel dan Galih.


"Menyingkirlah, atau kalian akan mati ditanganku," ucap Daniel


"Kamu pasti keluarga dua wanita itu kan?" jawab preman itu

__ADS_1


"Kalau iya mau apa kalian? mau menghabisiku? ayo," tanya Daniel


Sontak kedua preman itu langsung maju menyerang Daniel. Daniel seperti sudah berpengalaman dalam berkelahi. Tanpa ragu, Daniel memegang tangan kedua preman itu lalu menghempaskan kedua preman itu dengan tanganya hingga terlempar


"Bruak" (kedua preman itu terlempar mengenai meja)


Daniel merasa mampu mengatasinya sendiri melawan kedua prema itu dengan tanganyam Tanpa berpikir panjang, Daniel memyuruh Galih berlari mencari Hesti dan Chintia.


"Kak Galih, cepat selamatkan Hesti dan istriku, aku bisa mengatasi preman ini," teriak Daniel


Galih berlari menuruti perintah Daniel. Daniel kemudian mendekati preman itu lalu mencekik preman itu dengan kedua tanganya.


"Siapa yang menyuruh dan membayar kalian," ucap Daniel


"Kami tidak akan memberitahumu," jawab Preman itu


"Lebih baik kita mati daripada memberitahumu," jawab Preman itu


"Aku sudah mengenal trikmu itu karena aku mantan seorang preman. kau pikir aku bodoh? dengan kau akan bebas mati lalu aku akan dipenjara? Oh tidak akan. aku akan membuatmu menderita," ucap Daniel


"Haha, dan kau sampai mati tidak akan tahu kebenaranya," jawab Preman itu


"Aku tahu kalian menjadi preman karena suatu alasan. aku juga pernah merasakanya. Dan kau preman yang berambut botak aku pernah melihatmu," ucap Daniel menatap Preman itu


Kedua preman itu bernama satu berambut coklat pendek, satu lagi botak. Preman berambut botak saat itu tidak merasa pernah bertemu Daniel.


"Kau hanya mengada ngada, kau pikir aku takut?" tanya Preman botak


"Bukankah kamu Jefri yang dulu menjual mobil curianmu kepadaku dan teman temanku? hanya demi keluargamu? jika kau mengenal Martin otomatis aku mengenalmu," jawab Daniel

__ADS_1


Melihat wajah preman botak, Daniel sudah merasa tidak asing. Daniel meyakini mobil yang dimilikinya bersama Martin dan Gerry dulu didapatkan oleh Jefri alias preman botak. Preman botak itu terkejut saat tahu Daniel mengenal Martin.


"Kau, teman Martin dan Gerry?" tanya Preman botak


"Tepat sekali ,tapi sayang mereka sekarang mendekam di penjara. apakah kamu mau menyusulnya?" tanya Daniel


"Lebih baik kami dipenjara daripada memberitahumu," jawab Preman botak


"Lalu bersiaplah keluarga kalian akan menjadi sasaranku saat ini. jangan memancingku. aku tidak segan segan menyakiti siapapun yang mengusik keluargaku," saut Daniel


Preman botak itu takut dengan acaman Daniel. Preman itu akhirnya menyerah langsung mengatakan hal yang sebenarnya pada Daniel.


"Tolong jangan sakiti keluargaku, aku akan mengatakanya," ucap Preman botak


"Katakan," jawan Daniel


Preman itu hendak mengatakan hal yang sebenarnya tapi teriakan Galih membuyarkan fokus Daniel.


"Nil, bawa Chintia ke rumah sakit, dia tak sadarkan diri," teriak Galih dari jauh


Degg


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2