Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
92. KONGLOMERAT TURUN TANGAN


__ADS_3

Esok hari, Galih dan Daniel menjalankan rencananya untuk menganggalkan acara pesta pertunangan Zaka dan Chintia. Hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari cctv perlakuan bej*t Zaka terhadap Chintia di hotel.


Sesampainya di hotel Daniel merasa heran dengan semua pegawai yang tunduk dan hormat kepada Galih. Di hotel, Galih dengan mudahnya langsung masuk tanpa permisi dan tanpa izin resepsionis memasuki ruang sistem cctv hotel. Daniel mengikuti Galih dibelakangnya memasuki ruang sistem cctv.


Di ruang sistem cctv, Galih bertanya pada Daniel tentang tanggal, hari dan jam diculiknya Chintia oleh Zaka di hotel waktu itu.


"Nil, apa kamu ingat tanggal, hari dan jam penculikan Chintia di hotel ini?" tanya Galih


"Aku lupa, tapi aku masih menyimpan pesan nomer orang tidak dikenal itu," jawab Daniel


"Serahkan padaku, biar pegawai yang duduk disana aku perintahkan mengurusinya," saut Galih


"Baiklah," jawan Daniel menyerahkan ponselnya


Galih menerima ponsel dari Daniel dan memberikanya kapada pegawai hotel.


"Tolong cepat kamu periksa rekaman cctv sesuai tanggal dan jam di pesan nomer ini. lalu copy rekamanya di flashdisk," ucap Galih


"Baik Tuan," jawab Pegawai


"Hah Tuan?" saut Daniel


"Ada apa, Nil?" tanya.Galih


"Aku mau bertanya sesuatu padamu. Mengapa pegawai hotel disini tunduk kepadamu? dan juga mengapa pegawai itu memanggilmu Tuan?" tanya balik Daniel


"Aku adalah pemilik hotel ini. maaf jika aku membuatmu terkejut. hotel ini adalah salah satu dari 5 hotel di jakarta yang aku kelolah," jawab Galih


Degg


Daniel terkejut saat mengetahui identitas Galih. Daniel tidak menyangka kalau seseorang yang menolongnya adalah orang konglomerat yang memilki perusahaan dan hotel. Entah apa lagi kekuasaan dan kekayaan yang akan ditunjukan Galih kepadanya. Daniel merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Galih yang sedang menolongnya.

__ADS_1


"Pak Galih, saya sangat berterima kasih pada anda karena telah menolong saya," ucap Daniel


Galih megenyitkan dahinya merasa tidak nyaman dan risih karena Daniel mendadak bicara formal kepadanya. Galih yang tidak ingin Daniel menyeganinya langsung menegurnya.


"Aku ingin kamu bicara seperti biasanya Nil, jangan bicara formal seperti tadi," ucap Galih


"Maaf Pak, sepertinya saya merasa terlalu lancang nanti saat bicara seperti biasanya," jawab Daniel


"Aku tidak peduli, kamu temanku. aku tidak mau kamu bicara formal seperti itu seakan akan seperti atasanmu yang suka menyuruh nyuruh. aku tidak menyukai itu," saut Galih


"Baiklah, aku tadi hanya terkejut saja Pak Galih. Eh, maksudku Galih gak pakai Pak. Hehe..."jawab Daniel


"Pokoknya panggil aku dan bicara kepadaku seperti biasanya saja," saut Galih


"Iya Galih, sejujurnya aku tidak menyangka bisa bertemu dengan orang konglomerat yang mau turun tangan membantuku," jawab Daniel


"Sudahlah biasa saja. aku memang memiliki banyak kekayaan dan kekuasaan. tapi aku tidak seberuntung dirimu dalam urusan kebahagiaan dan cinta," saut Galih


"Haha...ternyata kamu masih ingat. kamu masih punya hutang kepadaku setelah ini. tanpa aku ceritakan jelasnya kamu tahu dan ingat hutangmu itu," ucap Galih


"Baiklah, aku mengingatnya," jawab Daniel


10 menit kemudian, Galih dan Daniel mendapatkan rekaman cctv kejahatan Zaka.


Pegawai cctv itu menyerahkan hasil rekamanya pada Zaka.


"Ini Tuan, saya berhasil menemukan cadangan copyan rekaman cctv ruang kamar itu. jujur saja Tuan, disaat kejadian itu ada dua pria yang menyuap dan mengacam saya agar menghapus rekaman cctv kamar itu. tapi beruntungya sistem operasi cctv ini sudah didesain otomatis akan mengopy rekaman cctv di komputer utama menuju komputer cadangan." ucap Pegawai


"Hmm...kerja yang bagus.berapa kemarin preman itu menyuapmu?" tanya Galih


"Seratus juta Tuan," jawab Pegawai

__ADS_1


"Baiklah, kamu mendapatkan bonus bulan ini 300 juta," ucap Galih


"Terima kasih Tuan," saut Pegawai


"Orang kaya mah bebas," batin Daniel


"Galih, pasti ini ulah preman yang membantu Zaka," ucap Daniel


"Kamu mengenalnya?" tanya Galih


"Iya mereka sahabatku dulu, meraka adalah Martin dan Gerry," jawab Daniel


"Baiklah, sekarang kita mendapat bukti," saut Galih


Setelah mendapatkan cctv, Daniel dan Zaka menjalani strategi dan rencana berikutnya dengan berbagi tugas.


"Galih, sekarang ayo kita lakukan strategi dan rencana kita selanjutnya," ucap Daniel


"Nil, sekarang kita berpencar dulu membagi tugas. kamu urusi teman preman dan adiknya si Zaka. sementara aku akan ke rumah sepupuku yang bertugas di kepolisian." jawab Galih


"Iya baik, aku setuju," saut Daniel


"Nanti jika tugasmu selesai hubungi aku.dan juga sebaliknya jika tugasku selesai aku akan menghubungimu. kita akan berangkat menggunakan mobilku," jawab Galih


"Ok, aku berangkat," saur Daniel


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2