Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
151. MOOD IBU HAMIL


__ADS_3

Setelah keluar dari klinik, Daniel dan Chintia langsung pergi ke supermarket. Hari ini Daniel dan Chintia membeli keperluan saat hamil muda. Daniel dan Chintia membeli susu hamil, pakaian hamil, sayuran, daging serta buah buahan.


Saat itu di supermarket kebetulan ada pentas peragaan busana. Daniel dan Chintia saat itu hanya sekedar ingin melihat. Namun, Chintia nampak murung tiba tiba. Daniel yang mengetahui istrinya murung tiba tiba mencoba bertanya.


"Chintia, kamu memikirkan sesuatu?" tanya Daniel


"Mas, menurut Mas gimana wanita wanita model itu?" tanya balik Chintia


Daniel saat itu paham kalau Chintia cemburu. Dengan jahil, Daniel ingin melihat wajah cantik istrinya saat cemburu.


"Mereka cantik dan terlihat anggun," jawab Daniel


"Oh gitu, mereka cantik ya," ucap Chintia


"Iya pastinya, mereka model pilihan jelasnya," jawab Daniel


Daniel berharap Chintia akan memukulinya karena cemburu suaminya memuji wanita lain. Karena hal itu membuktikan kalau istrinya sangat mencintainya. Namun, ekspresi yang diharapkan Daniel berbanding terbalik. Chintia hanya diam dengan tatapanya datar. Daniel mencoba merangkul pundak Chintia dan menanyainya saat itu.


"Ada apa? kok diam?" tanya Daniel


"Mas, aku mau ke toilet bentar ya," jawab Chintia


"Mas antar ya, terus kita langsung saja pulang," saut Daniel


Chintia pergi berlalu meninggalkan Daniel

__ADS_1


"Baiklah, Mas tunggu dari luar," saut Daniel


Chintia cuek tak menggubris ucapan Daniel. Sebenarnya Chintia tidak ingin buang air di toilet. Melainkan dirinya hanya merenung nasibnya kedepanya. Entah apa yang ada dipikiranya Chintia terbayang bayang FTV indosiar yang sering ditonton sama ibunya di kampung. Cerita filmnya kebanyakan laki laki yang awalnya setia berpaling karena istrinya tidak menarik.


Sementara Daniel ternyata diam diam mengikuti.Chintia. Daniel yang sedag berdiri di depan pintu toilet nampak khawatir. Daniel menyesali ide bodohnya tadi yang hanya berniat ingin melihat wajah lucu cemberut istrinya. Daniel lupa kalau mood wanita hamil berubah ubah karena pengaruh perubahan hormon.


Sudah 15 menit menunggu, Chintia masih belum keluar dari toilet. Daniel semakin panik dan sangat menyesali ide bodohnya. Daniel saat itu nekad berteriak memanggil istrinya dari luar.


"Chintia...Chintia...kamu ada didalam? apa terjadi sesuatu? Mas ada didepan pintu," teriak Daniel


Tak lama kemudian, Chintia keluar dari toilet dengan wajah masih murung. Daniel saat itu langsung memeluk Chintia dan meminta maaf.


"Chintia, Mas minta maaf, Mas tadi hanya bercanda, Mas mohon jangan seperti ini mendiamkan Mas tiba tiba," ucap Daniel


"Takut apa? coba katakan sama Mas," ucap Daniel


"Mas, banyak laki laki yang setia berpaling ke wanita lain karena merasa bosan dengan wanitanya," jawab Chintia cemas


Daniel mengelus rambut Chintia yang terurai langsung menanggapi kecemasan Chintia.


"Kamu pikir Mas adalah pria seperti itu?" tanya Daniel


"Bisa jadi kan Mas, Mas sudah pernah pacaran," jawab Chintia


"Itu masa lalu, masa depan Mas hanya hidup bahagia bersama dirimu. Mas sangat mencintaimu jadi jangan takut Mas akan berpaling darimu," ucap Daniel

__ADS_1


"Tapi aku gemukan Mas, aku sudah gak menarik, di FTV indosiar banyak Mas, laki laki setia yang ujungnya berpaling dari istrinya, bahkan istrinya dipoligami," jawab Chintia


"Baik kamu gemuk atau kurus bagi Mas kamu sangat cantik. apalagi kamu sedang mengandung anak Mas. Mas malah semakin jatuh cinta sama kamu. kamu jangan berpikir macam macam. Mas sampai kapanpun akan selalu menyanyangimu," ucap Daniel


Daniel mengelus perut Chinta yang masih datar. Bahkan Daniel mengajak bicara anaknya yang masih dalam kandungan usia 5 minggu.


"Anak ayah, sehat sehat ya dalam perut ibu. jangan buat ibu sakit, kasihan ibu. ayah janji akan menjaga kalian berdua. ayah menunggumu lahir di dunia 9 bulan lagi" ucap Daniel


"Mas, menurutmu anak kita laki laki atau perempuan?" tanya Chintia


"Mas tidak tahu, Mas gak milih. sedikasihnya aja laki laki atau perempuan bagi Mas sama saja. Mas akan tetap menyayanginya," jawab Daniel


"Iya Mas, aku juga walaupun aku pinginya perempuan, tapi aku kaya Mas aja deh, sedikasihnya aja. aku juga bakal menyanyangi anaku," saut Chintia


"Iya, sekarang kita pulang yuk kita kasih tahu kabar bahagia ini sama nenek," ucap Daniel


"Iya Mas," jawab Chintia


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2