
"Olivia," ucap Galih tiba tiba
"Lih, kamu mengenal ibuku?" tanya Daniel
"Ibumu?" tanya Galih
"Iya Olivia adalah ibuku, kamu mengenalnya?" jawab Daniel
Degg...
Galih saat itu bingung bagaimana menjawab pertanyaan Daniel. Galih menggaruk kepalanya yang tidak gatal memikirkan bagaimana cara untuk menjawab pertanyaan Daniel.Galih merasa dirinya tidak boleh langsung beranggapan kalau Olivia ibu Daniel adalah ibunya. Perlu penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan Olivia ibu Daniel adalah ibunya.
"Nama ibumu mirip dengan seseorang yang aku kenal, kalau tidak salah karyawan kantorku, lupakan saja," ucap Galih
"Benarkah seperti itu?" tanya Daniel
"Iya benar, nama Olivia adalah nama yang indah," jawab Galih
"Aku yakin ada sesuatu hal yang disembunyikan Galih. Sepertinya Olivia orang penting baginya. Apakah Olivia yang dimaksud adalah ibuku? kalau benar ibuku, lalu apa hubungan ibuku dan Galih? tapi kayaknya gak mungkin deh ibuku, paling orang masa lalunya atau keluarganya ada yang namanya Olivia mirip ibuku" batin Daniel
"Oh, memang nama orang di dunia banyak yang kembaran, karena setiap nama bagiku memiliki makna yang indah," jawab Daniel
"Iya kamu benar, kamu ingat neneku memanggilmu Putra? nama belakangmu mirip dengan nama adiku. nama adiku Saputra," ucap Galih
"Ibuku dulu juga memanggilku Putra, padahal ayahku, temanku, bahkan orang orang memanggilku Daniel. Nenekmu adalah orang kedua setelah ibuku yang memanggilku Putra," jawab Daniel
__ADS_1
"Ibumu memanggilmu Putra?" tanya Galih terkejut
"Iya, kata ibuku juga nama itu diberikan oleh neneku. tapi aku tidak pernah berjumpa dengan nenek. tidak pernah berjumpa nenek dari keluarga ibuku maksudku.tapi kalau nenek dari keluarga ayahku entahlah mereka tidak menginginkanku saat aku mengunjunginya " jawab Daniel
Tutur kata Daniel yang terdengar ditelinganya membuat Galih semakin penasaran dengan siapa sebenarnya ibu Daniel. Banyak pertanyaan dibenaknya saat ini
"Apakah nenek yang dimaksud dari keluarga ibunya adalah neneku? Apakah nama Saputra pada Daniel adalah dari neneku? Apakah Olivia ibu Daniel adalah juga ibuku? Jika dia ibuku berarti sekarang ibuku sudah meninggal. Ya Tuhan aku butuh jawaban. aku akan menyelidikinya," batin Galih
Daniel lagi lagi kembali melihat muka kejut dari Galih setelah dirinya bercerita. Daniel merasa ada sesuatu yang janggal dari sifat Galih hari ini. Tanpa berpikir panjang, Daniel langsung bertanya pada Galih.
"Lih, mengapa muka kamu kaya terkejut gitu?" tanya Daniel
"Eh, aku tidak apa apa kok, hanya kepikiran kerjaan kantor. kamu tahu sendiri kan aku orangnya super sibuk," jawab Galih
"Terus kalau kamu super sibuk, mengapa kamu ke kontrakanku? kamu kangen sama aku? kamu ke sini mau minta tidur dikelonin sama aku?" goda Daniel
"Besar dan normal tapi ujungnya main sendiri di kamar mandi dicuekin istri. terong kamu ngenes banget gak bisa ditanam di potnya haha..," saut Daniel
Galih sangat kesal dengan Daniel yang menertawainya. Galih memang belum melakukan penyatuan dengan Hesti. Sungguh, ucapan Daniel yang ada benarnya membuat Galih kesal.
"Eh Nil, kamu itu ya? kalau ngomong gak bisa di rem?" ucap Galih kesal
"Haha...emang bener kan? nggak kamu aja kok Lih, dulu awal awal aku sama Chintia juga gitu sering main sendiri pas lagi puncak puncaknya." jawab Daniel
"Lalu bagaimana akhirnya kamu bisa melakukanya?" tanya Galih
__ADS_1
"Aku juga menikah secara paksaan bersama Chintia. Aku berusaha membuat Chintia mencintaiku dengan caraku. Aku memiliki prinsip suatu hubungan penyatuan itu dapat dilakukan ketika kedua pasangan saling mencintai dan tentunya sudah saling siap melakukanya. jadi aku dulu melakukanya saat Chintia sudah mencintaiku dan tentunya juga sudah siap." jawab Daniel
Galih hanya terdiam merenung mendengar ucapan Daniel. Galih merasa ucapan Daniel ada benarnya juga. Sebagai laki laki dirinya tidak boleh egois memuaskan hasratnya semata. Walaupun sudah kewajibanya, tapi Galih sadar jika dirinya memiliki kasus yang sama menikah paksa seperti Daniel.
15 menit kemudian
Galih saat itu sudah merasa cukup mendapat sedikit petunjuk tentang asal usul Daniel. Dan tentunya selain mendapat petunjuk, dirinya juga mendapat wejangan dari Daniel. Tanpa berpikir panjang saat itu Galih ingin berpamitan bergegas pulang.
"Nil, terima kasih untuk waktunya hari ini. sekarang aku balik ke kantor dulu," ucap Galih
"Iya Lih, hati hati. masalah pekerjaan yang katamu aku hendak kamu rekomendasikan sebaiknya batalkan saja tidak usah.aku sadar kemampuanku. aku hanya tamat SMA," jawab Daniel
"Hei Nil, kamu jangan panik gitu. kamu kerja di kantorku bagian apa nanti biar aku yang urus. kamu itu sahabatku yang telah banyak menolongku. aku ingin kamu bekerja dikantorku. kamu pasti bisa belajar dengan cepat," saut Galih
"Baiklah Lih, terserah dirimu saja," jawab Daniel
"Ok, aku pamit assalamualaikum," ucap Galih
"Waalaikumsalam," jawab Daniel
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga