
---- Kontrakan Daniel dan Chintia ----
Pagi hari, seperti biasa Daniel dan Chintia menjalankan rutinitas makan pagi bersama. Namin saat makam malam, Daniel terlihat gelisah memikirkan tawaran berkerja di kantor Galih. Berbagai pikiran buruk andai dirinya berkerja di kantor Galih menghantui pikiranya.
"Aku hanya lulusan SMA, apa jadinya jika aku bekerja di kantor Galih. aku memang pernah belajar akutansi di sekolah. tapi apalah dayaku? orang yang berkerja disana pasti sudah sarjana semua. apa mungkin jika aku berkeja disana dalam sekejab bisa membuat perusahaanya bangkrut? hmmm, rasanya aku lebih baik menjadi satpam saja," batin Daniel
Chinta saat itu melihat suaminya melamun
Chintia merasa ada sesuatu yang menganggu pikiran Daniel. Tanpa berpikir panjang, Chintia langsung menegur suaminya.
"Mas, dari tadi kamu melamun?" tanya Chintia
"Eh Chin, Mas tidak melamun. Mas hanya kekenyangan masakanmu enak," jawab Daniel bohong
"Mas, jangan ada yang di tutup tutupin. aku tahu Mas pasti ada sesuatu yang dipikirin," ucap Chintia
"Ok baiklah, Mas akan cerita. sebenarnya kemarin Galih disini meminta riwayat hidupku guna mendaftar di perusahaanya," jawab Daniel
"Wah bagus Mas, Mas bagian apa disana?" tanya Chintia
"Emang menurutmu orang tamatan SMA di kantor itu dapat bagian apa kerja di kantor?" tanya balik Daniel
Mendengar Daniel yang merendah, Chintia saat itu salah persepsi. Chintia menganggap ucapanya tadi menyinggung suaminya. Chintia tidak bermaksud merendahkan pendidikan Daniel yang tamatan SMA bekerja di kantor. Dengan rasa bersalah, Chintia meminta maat pada Daniel.
"Mas, aku minta maaf. aku tidak bermaksud merendahkan pendidikanmu Mas, apapun bagian Mas nanti di kantor Mas Galih, baik satpam atau bahkan petugas kebersihan. aku tetap senang Mas," ucap Chintia
Chintia saat itu menduga Daniel malu meceritakan posisinya berkerja di kantor Galih. Chintia menduga Daniel akan lebih tenang jika dirinya memotivasinya. Namun diluar dugaanya Daniel malah kesenangan.
"Hah? apa? berarti bisa jadi Mas disana memiliki peluang menjadi satpam? Mas sangat senang sekali jika itu beneran terjadi," jawab Daniel
"Eh, kok Mas bahagia banget sih? kaya habis menang give away baim wong. aku pikir Mas akan lebih tenang setelah aku berucap," saut Chintia
"Kamu tahu sendiri Mas hanya lulusan SMA. ya walaupun pernah belajar ekonomi atau akutansi. tapi kantor bukan sekolah Chin. disana para sarjana semua isinya. Mas tidak berharap lebih. justru Mas takut jika jadi karyawan disana, Mas yang kurang pengalaman bisa jadi akan membuat kesalahan fatal," ucap Daniel
"Mas, kamu jangan ngomong gitu, yang sarjana saja belum tentu menjamin kesuksesan seseorang. bagiku skill atau kemampuan lebih utama. sarjana hanya jadi label doang Mas di ijazah. kalau gak punya skill ya gak berguna Mas di dunia kerja," jawab Chintia
__ADS_1
"Iya kamu benar, makanya kamu kuliah yang rajin ya istriku," ucap Daniel
"Iya Mas," jawab Chintia
---- 3 jam kemudian -------
Daniel yang sedang duduk di teras menikmati kopi tiba tiba mendapat telpon dari Galih.
Tut...Tut...
📞 "Hallo, assalamualaikum Lih," ucap Daniel
📞 "Waalakumsalam Nil," jawab Galih
📞 "Ada apa Lih, kamu meneleponku?" tanya Daniel
📞 "Aku mau memberi informasi kalau besok pagi kamu bisa bekerja. kamu sudah diterima di kantorku," jawab Galih
📞"Alhamdulillah, tapi maaf Lih sebelumnya, aku posisinya berkerja sebagai apa?" tanya Daniel
📞"Hah? Apa? sekretaris? apa gak sebaiknya aku jadi satpamu aja disana? aku hanya lulusan SMA," ucap Daniel
📞 "Sudahlah. kamu mulai besok adalah sekretarisku. tidak ada penolakan, rahasiamu terbongkar. kamu lulusan SMA tapi kamu jenius. kamu jangan mengelak sahabatku, sekarang aku tutup teleponya, wassalamualaikum " jawab Galih
📞"Waalaikumsalam," saut Daniel
Tut...Tut...
"Waduh...," batin Daniel
Daniel saat itu tersipu malu dengan ucapan Galih. Daniel merasa Galih pasti menyelidiki tempat sekolah asalnya. Dan tentunya Galih juga pasti mengetahui deretan prestasi Daniel di sekolah.
Daniel memang memiliki banyak prestasi di sekolahnya dulu dibidang akademik maupun non akademik. Tapi karena kuatnya tekad ingin menjadi TNI, Daniel memutuskan untuk tidak kuliah dan fokus mengikuti tahapan menjadi TNI. Tapi sayangnya nasi sudah menjadi bubur, deretan musibah menganggagalkan impian Daniel.
Prestasi Daniel pas SMA
__ADS_1
- Juara 1 Olimpiade Ekonomi Tingkat Nasional
- Juara 1 Olimpiade Akuntansi Tingkat Nasional
- Juara 1 Olimpiade Ekonomi Tingkat Provinsi
- Juara 1 Lomba Debat Ekonomi
- Juara 3 Olimpiade Statistika Nasional
- Medali Emas Cerdas Cermat Ekonomi
- Medali Perunggu Debat Ekonomi Kreatif
- Juara 2 LKTI bidang Ekonomi Tingkat Nasional
- Juara 1 Lomba Lari Estafet 100 meter Tingkat Nasional
- Juara 1 Renang Gaya Katak
- Juara 2 Renang Gaya Kupu Kupu
- Juara 1 Lomba Lari Maraton
- Juara 1 Taekwondo Tingkat Provinsi
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
nb : Daniel pinter ya waktu SMA wkwk,😅
__ADS_1