Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
110. MALAM SPESIAL


__ADS_3

Daniel dan Chintia saling menatap berhadapan diranjang. Daniel yang melihat raut wajah Chintia sedikit gugup mencoba memulai dengan mencium lembut kening, pipi dan bibir Chintia. Benar saja Chintia masih polos karena tidak mengerti berciuman. Bibirnya tertutup tak membalas ciuman Daniel.


Daniel yang tahu Chintia tak membalas ciumanya menyuruh Chintia membuka mulutnya.


"Buka mulutku sedikit," ucap Daniel


"Hah? maksudnya?" tanya Chintia


"Buka saja, kamu akan tahu nanti. Mas mau mengajarimu,"


Chintia menganggukan kepalanya lalu membuka mulutnya. Melihat Chintia membuka mulutnya, Daniel memperdalam ciumamya di bibir Chintia. Lidah dan saliva Daniel sudah bersatu dan bercamput denga Lidah dan saliva Chintia. Daniel me***** bibir Chintia hingga Chintia kehabisan nafas. Daniel kemudian menghentikan sejenak aktivitasnya karena Chintia kehabisan nafas.


Daniel merasa bahagia melihat kepolosan dari gadis kecilnya. Hanya berciuman saja Chintia tidak membalas apalagi hal yang melebihi ciuman. Hal ini membuktikan kalau Daniel benar benar laki laki pertama yang mempekenalkan Chintia tentang arti hubungan cinta.


Tidak puas, hanya berciuman saja. Daniel menghisap leher tirus Chintia hingga membekas tanda merah. Chintia merasa geli Daniel memainkam bibir dan lidahnya di lehernya sontak tertawa dan berteriak geli.


"Mas...hentikan. rasanya aneh. apakah memang harus seperti ini, perlakuan Mas padaku sangat membuatku geli." teriak Chintia


"Ini masih pemanasan, sekarang Mas buka ya," jawab Daniel


"Tapi aku malu Mas," ucap Chintia


"Mengapa malu? kita suami istri. Mas sudah pernah melihatnya. kita dulu pernah mandi bersama, bahkan Mas pernah mengganti pakaianmu dulu," jawab Daniel


Chintia akhirnya menurut saja dengan Daniel. Daniel melepas baju Chintia lalu membuka bajunya. Saat ini keduanya sudah setengah telanjang dibagian atas. Tanpa ragu, Daniel memainkan gunung kembar Chintia. Daniel juga membuat tanda merah di dada dan perut Chintia. Perlakuan Daniel yang sedari tadi membuatnya geli geli nikmat menimbulkan suara desahan dalam mulut Chintia.


"Ah...Mas..." desah Chintia


"Suaramu indah, suaramu itu Mas suka sekali," jawab Daniel masih menciumi tubuh Chintia


"Apa maksudmu Mas? aku nggak bisa nyanyi, apanya yang indah?" tanya Chintia polos


"Mas, suka semuanya," jawab Daniel


Daniel semakin gemas dengan Chintia yang ternyata tidak paham dengan rayuanya. Yang dimaksud Daniel adalah menyukai suara desahan Chintia. Daniel saat itu menghujani wajah dan tubuh Chintia dengan ciumanya.Setelah puas menciumi Chintia. akhirnya Daniel izin pada Chintia melepas pakaian bagian bawah Chintia.


"Mas buka sekarang ya?" tanya Daniel


Chintia mengangguk pasrah membuat Daniel tersenyum. Daniel membuka pakaian bagian bawah Chintia hingga terlihatlah pemandangan indah terekspose dihadapanya. Daniel merasa bangga akan menjadi yang pertama menembakan pistolnya ke benteng Chintia.

__ADS_1


"Kamu adalah miliku, Kamu adalah segalanya bagiku. Aku mencintaimu Chintia, Aku sangat beruntung menjadi laki laki pertama yang akan menjadi milikmu seutuhnya," batin Daniel


Daniel saat itu juga membuka celananya hingga akhirnya dirinya juga tereskpose tubuhnya tanpa sehelai benang. Chintia merasa sangat terkejut melihat sesuatu milik Daniel yang besar dan berdiri tegak. Chintia berpikir apakah milik Daniel yang besar dan berdiri tegak itu akan masuk lalu menghancurkan milknya.


Perasaan gugup meyelimuti pikiran Chintia. Chintia dulu sebenarnya pernah melihat sekilas saat dulu mandi bersama. Tapi saat itu Chintia kaget langsung menutup matanya.


Daniel yang melihat raut gugup di wajah Chintia kembali mendekatkan wajahnya lalu membisikan sesuatu pada Chintia.


"Kamu gugup?" tanya Daniel


"Apakah aku sanggup menerima milikmu itu masuk di miliku? apakah terasa sakit? aku benar benar tidak pernah melakukanya" jawab Chintia jujur


Kepolosan ucapan Chintia membuat Daniel berdehem tertawa. Daniel mengelus kepala Chintia berusaha menenangkanya.


"Kamu jangan takut. awalnya memang sakit karena ini yang pertama kali untukmu. tapi Mas akan pelan pelan melakukanya," ucap Daniel


"Kok Mas tahu? apakah sebelumnya Mas pernah melakukanya?" tanya Chintia


"Ini yang pertama juga untuk Mas, Mas tahu karena membaca itu, oh iya itu Mas membaca artikel," jawab Daniel


"Artikel?" tanya Chintia


Sebenarnya Daniel tahu hal itu bukan karena gara gara membaca artikel. Tetapi Daniel pernah melihat video adegan panas dulu bersama Martin dan Gerry. Daniel terpaksa berbohong pada Chintia karena tidak mungkin Daniel membiarkan istrinya nanti bertanya dan melihat video itu. Daniel tidak rela gadis yang dinikahinya melihat sesuatu milik pria lain selain dirinya. Cukup dirinya saja yang mengajari istrinya dan mempertunjukan miliknya di hadapan istrinya begitu juga sebaliknya.


Chintia yang menjelas tutur kata dari Daniel sontak menganggukan kepalanya. Melihat anggukan Chintia, Daniel tanpa gencar memasukan juniornya ke sarang Chintia. Awalnya junior Daniel susah masuk karena rapatnya sarang Chintia. Namun Daniel memaksakan masuk dan akhirnya berhasil memasukanya hingga keluar bercak darah keperawanan Chintia. Karena yang pertama kali benar saja, Chintia merasa kesakitan dan menangis.


"Aaaa...sakit Mas," rengek Chintia


"Mas minta maaf ya, Mas janji akan pelan pelan," jawab Daniel


Daniel memang awalnya memaju mundurkan tubuhnya dengan pelan. Namun semakin lama Daniel merasa sangat nikmat juniornya masuk ke sarang milik Chintia. Hingga akhitnya gerakan hentakan tubuh maju mundur yang dilakukan Daniei semakin cepat. Chintia saat itu merasa sakit dan nafasnya tak beraturan meladeni permainan Daniel.


"Mas...sakit Mas," teriak Chintia


Daniel mendengar rengekan Chintia menghentikan sejenak hentakan maju mundur tubuhnya memainkan juniornya yang masuk kedalam sarang Chintia. Daniel mencium bibir dan mer**** dada Chintia kemudian kembali menenangakanya.


"Sabar ya, sebentar habis ini selesai. Mas sangat mencintaimu," ucap Daniel


Daniel kembali melanjutkan aktifitasnya itu hingga akhirnya Daniel sampai mencapai titik klimaksnya menyemburkan benihnya berupa cairan warna putih dari miliknya ke dalam rahim Chintia. Daniel merasa puas saat itu langsung mencium kening Chintia dan mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menyenangkan Mas hari ini, Mas mencintaimu." ucap Daniel


"Aku juga mencintaimu Mas," jawab Chintia


"Mas, sangat bahagia hari ini," saut Daniel


"Aku juga Mas,"jawab Chintia


Karena pemainan Daniel sekarang Chintia merasa dirinya tiba tiba merasakan hangat di sarangnya. Chintia saat itu bingung dengan apa yang membuat sarangnya terasa hangat.


"Mas, mengapa miliku tiba tiba terasa hangat," ucap Chintia


"Mas mengeluarkanya didalam. benih benih cinta Mas sekarang ada di rahimu, sebentar lagi akan tumbuh," jawab Daniel mengelus perut Chintia


Chintia mencerna dengan baik ucapan Daniel. Walaupun Chintia polos tapi setidaknya dulu dirinya dikenalkan tentang materi sistem reproduksi di mata pelajaran biologi waktu SMA. Chintia saat itu langsung menduga kalau dirinya sebentar lagi akan hamil.


"Mas, maksudmu aku sebentar lagi akan hamil?" tanya Chintia


"Iya semoga saja terkabul, kita hanya bisa berusaha dan berdoa. dan juga yang paling penting Mas harus berusaha menginvestasikan benih benih Mas di rahimu," jawab Daniel


"Mas, aku lelah kalau kamu melakukanya lagi," ucap Chintia


"Baiklah, sekarang kita mandi wajib dulu. tidak terasa malam spesial kita hari ini menghabiskan waktu hampir 2 jam bermain," jawab Daniel


"Dan yang bikin aku heran Mas tidak sekalipun merasa kesakitan bahkan lelah seperti diriku," saut Chintia


"Tapi nikmatkan? kalau kamu mau lagi Mas bersedia kok, junior dibawah Mas masih belum loyo, malah kembali berdiri tegak gara gara melihatmu, " goda Daniel


"Ah...Mas kamu jangan mesum," saut Chintia


Melihat istrinya yang cemberut, Daniel merasa istrinya sangat imut. Hasrat Daniel saat itu tiba tiba kembali muncul. Tanpa ragu Daniel kembali melakukan permainan panasnya beberapa ronde lagi bersama Chintia.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2