
"HENTIKAN !!! " teriak seseorang dari belakang
Niken dan Rosa langsung tersentak ketakutan melepaskan tanganya dari Chintia. Niken dan Rosa tidak tahu siapa seseorang yang berteriak itu. Sementara Chintia sangat senang akhirnya sesorang yang di tunggunya telah datang.
"Mas..." teriak Chintia
Daniel berlari kecil menghampiri Chintia kemudian memeluknya. Chintia menangis di pelukan Daniel karena kejadian yang menimpanya. Daniel yang merasakan isakan tangis Chintia dipelukanya berusaha menenangkanya.
"Sudah jangan takut, sekarang tenanglah, Mas ada disini untuk melindungimu," ucap Daniel
Chintia yang merasakan kenyamanan di pelukan Daniel akhirnya perlahan tangisnya berhenti. Saat memeluk Chintia, Daniel terkejut melihat robekan rok Chintia yang memperlihatkan pakaian dalamnya.Tidak ingin semua orang melihat istrinya menjadi tontonan. Tanpa ragu, Daniel langsung mendudukan Chintia di kursi taman.
Setelah mendudukan Chintia, emosi Daniel mulai tak terkontrol pada dua wanita yang ada di dekatnya. Daniel menghampiri dua wanita itu kemudian menatapnya tajam. Dua wanita itu adalah Niken dan Rosa. Saat melihat wajah Niken, Daniel teringat kalau Niken adalah bos yang menyuruhnya menculik dan menyekap Chintia.
"Jadi selama ini Niken anak Bu Hartatik itu adalah bos Niken yang menyuruhku dan teman temanku menculik dan menyekap Chintia. Sungguh benar benar biadab ! harusnya aku sudah menduganya dan menyelidikinya dari dulu," batin Daniel
Semetara Niken terlihat raut wajahnya ketakutan melihat seorang pria di hadapanya. Niken mengingat dengan jelas, pria itu adalah preman suruhanya dulu untuk menculik dan menyekap Chintia. Niken tidak menyangka kalau ternyata preman yang menikahi Chintia adalah preman suruhanya dulu.
"Aku tidak menyangka ternyata preman yang menikahi Chintia adalah salah satu preman suruhanku dulu. Apakah dia mengingatku? Oh tidak, ini bisa gawat jika preman itu mengingatku," batin Niken
__ADS_1
Daniel tahu sekarang Niken ketakutan menatapnya. Daniel memanfaatkan kesempatan ini untuk balik mempermalukan Niken dan menuntut Niken meminta maaf pada istrinya. Daniel tidak ingin Chintia terus terpuruk di hadapan Niken. Daniel merasa dirinya harus membela istrinya dan melindungi istrinya yang dipermalukan.
"Apakah kalian berdua yang mengerjai istriku hari ini?" tanya Daniel
"Saya cuma ikutan. saya minta maaf Pak," jawab Rosa
"Minta maaflah pada istriku kemudian pergilah, aku masih berurusan dengan bos Niken." saut Daniel
Rosa yang ketakutan langsung menuruti perintah Daniel dengan meminta maaf kepada Chintia lalu pergi. Sementara Niken masih diam tak bergeming dengan raut wajahnya yang ketakutan. Apalagi saat Daniel menyebutnya bos Niken, seketika Niken semakin panik dan menduga preman yang ada dihadapanya sekarang mengingatnya.
Daniel sangat puas melihat wajah panik dan ketakutan dari Niken. Tanpa ragu, Daniel menyindir Niken dengan bahasanya yang halus
"Bos Niken, apa anda mengenal saya?" tanya Daniel
"Oh, mungkin anda tidak mengenal saya, tapi apakah anda pernah bertemu dengan saya?" tanya Daniel
"Tidak, aku tidak pernah bertemu dan mengenalmu. pergilah dan bawalah istrimu pergi dari pestaku !" jawab Niken
"Baiklah, sebelum aku pergi dan melampiaskan kemarahanku kepadamu. minta maaf dan akui perbuatanmu hari ini dihadapan istriku !" tegas Daniel
__ADS_1
Niken merasa terganggu dengan kehadiran suami Chintia di pestanya. Niken juga tidak sudi meminta maaf dan mengakui perbuatanya pada Chintia. Namun bukanya malah minta maaf, Niken justru menghina Daniel dan Chintia.
"Pak, sebaiknya Bapak ajak istrinya pergi dari pesta ini. karena takutnya ada pencurian disini. istri Bapak bisa saja kan? jadi pencuri disini. ya maaf nih, karena yang aku tahu suami Chintia adalah seorang preman. dan kita tahu sendiri dimana mana preman itu sukanya mencuri dan merampok." sindir Niken
Daniel merasa Niken menyindirnya dan istrinya. Mungkin Daniel bisa menerima hujatan ini karena memang dirinya dulu preman. Namun dirinya tidak terima jika Chintia ikut menjadi sasaran hinaan yang tidak pantas. Sekilas Daniel menatap Chintia dilihatnya Chintia mengusap air matanya menahan tangisnya.
Daniel merasa sindiran Niken tidak bisa didiamkan saja. Daniel harus membela dan melindungi istrinya. Tanpa berpikir panjang, Daniel menanggapi sindiran Niken dengan santai.
"Iya anda benar, sekarang saya bekerja sebagai satpam. dan saya tegaskan istri saya bukan wanita seperti itu. saya bangga dengan istri saya yang baik, cantik, pintar, mandiri, berhati mulia dan tentunya menerima saya apa adanya." jawab Daniel
"Oh iya? benarkah? bukanya istri anda itu terpaksa menikahi anda seorang preman? kejadianya kalau nggak salah malam malam, iya kan? anda akui saja kalau anda nyatanya dari dulu seorang preman," saut Niken
"Darimana anda tahu saya preman? apakah anda pernah tahu kejadian malam itu? apakah anda pernah tahu tentang saya? sebaiknya anda minta maaf pada istri saya sekarang, sebelum semuanya akan terkupas habis." sindir Daniel
Degg...
-----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga