
Semenjak mendengar cerita dari Bu Halimah, pikiran Daniel selalu terfokus memikirkan identitas suami Bu Halimah. Jika ada Galih mungkim pekerjaanya bisa dilaluinya degan mudah. Namun sekarang tidak ada Galih, tentunya kesibukanya di kantor membuatnya keteteran karena harus menggantikan setiap meeting yang ada.
Kebetulan hari ini Daniel baru bisa mendapatkan waktu luang. Jam sudah menunjukan pukul 18.00. Daniel segera bergegas menunaikan shalat maghrib lalu berangkat ke rumah sakit menjenguk suami Bu Halimah
--------------
Dalam perjalananya ke rumah sakit. Daniel mampir di pom bensin karena spedometer di mobilnya menunjukan garis warna merah. Kerika Daniel mampir di pom bensin, Daniel terkejut melihat Ihsan yang mejadi petugas pom bensin melayani pengendara yang mau mengisi bensin. Saat tiba giliran Daniel mengisi bensin, Daniel langsung menyapa Ihssn.
"Ihsan," ucap Daniel
"Eh, bapak disini?"tanya Ihsan
"Iya, kamu kerja disini sudah lama?" tanya Daniel
"Sekitar 2 tahun Pak, ini bensinya mau isi berapa Pak?" tanya Ihsan
"Isi penuh saja," jawab Daniel
Ihsan mengisikan bensin di mobil Daniel hingga penuh. Setelah bensin di mobil Daniel terisi, Daniel tiba tiba menyuruh Ihsan ikut di mobilnya.
"Pak, totalnya 100.000," ucap Ihsan
"Ini uangnya, sekarang ayo ikut saya sebentar," jawab Daniel
"Maaf Pak, saya tidak bisa izin hari ini. Karena saya besok sudah izin," saut Ihsan
"Sudah izin? apa ada acara keluarga?" tanya Daniel
"Maaf Pak, ini privasi saya," jawab Ihsan
"Baiklah, lain kali saya mengajakmu kamu harus mau. saya tidak suka penolakan tapi ini adalah terkahir kamu memolak ajakan saya. karena saya ada urusan, saya pamit," saut Daniel
"Iya Pak," jawab Ihsan
Daniel meninggalkan pom bensin lalu melanjutkan ke rumah sakit. Dalam perjalananya, Daniel memikirkan apa yang diucapkam Ihsan kepadanya.
__ADS_1
"Besok dia izin apa ada acara? acara apa ya? apakah acara keluarga? tapi Bu Halimah sebatang kara. sementara suaminya belum memperkenalkan Bu Halimah kepada keluarganya, lalu apa alasan Ihsan besok izin?" batin Daniel
30 menit kemudian, Daniel sudah sampai di rumah sakit lalu segera berjalan menuju kamar suami Bu Halimah. Sesampainya di kamar Bu Halimah, Daniel melihat Bu Halimah sedang menyuapi suaminya makan.
"Bu Halimah," ucap Daniel
Bu Halimah langsung menatap Daniel menghentikan suapan sendoknya kepada suaminya
"Iya Pak, ada apa?" tanya Bu Halimah
"Gak apa apa bu, lanjutkan saja menyuapi bapak," jawab Daniel
Daniel saat itu melihat sosok wajah suami Bu Halimah. Daniel merasa dekat dengan pria itu padahal dirinya tidak pernah mengenal dan bertemu dengan pria itu. Sementara pria itu juga terus memandang Daniel juga merasakan hal yang sama. Suasana sedikit canggung saat itu Bu Halimah memperkenalkan mereka berdua
"Pak, perkenalkan dia Pak Daniel majikan ibu yang bawa bapak ke rumah sakit. Dan Pak Daniel ini Hendro suami saya," ucap Bu Halimah
Entah mengapa Daniel merasa kecewa saat nama yang disebutkan Bu Halimah tidak sesuai kata hatinya. Begitu juga dengan suami Bu Halimah yang juga merasa kecewa mengetahui nama pria yang menjenguknya sekarang.
"Pak, bagaimana kabarnya?" tanya Daniel
"Sama sama Pak," suat Daniel
10 menit kemudian, Pak Hendro ingin pergi ke kamar mandi. Bu Halimah langsung panik karena biasaya hanya Ihsan yang bisa membawa suaminya ke kamar mandi. Bu Halimah tidak kuat jika harus mengangkat suaminya ke kamar mandi hanya bisa pasrah.
"Pak, tapi Ihsan masih kerja, ibu tidak kuat," ucap Bu Halimah
Entah apa yang ada dalam pikiran Daniel, Daniel saat itu tidak memandang dan tidak memperdulikan statusnya sebagai majikan. Tanpa ragu, dirinya menawarkan bantuanya kepada Bu Halimah
"Gak apa apa Bu, biar saya saja," saut Daniel
"Eh jangan, biar saya panggilkan suster," jawab Bu Halimah
"Gak apa apa bu, kasihan bapak kalau harus menunggu lama nanti," saut Daniel
Daniel saat itu langsung menggendong Pak Hendro ke kamar mandi. Sementara Bu Halimah menangis haru karena bersyukur melihat majikanya memperlakukan suaminya seperti ayahnya.
__ADS_1
5 menit kemdian, Daniel membaringkan Pak Hendro di ranjang. Pak Hendro dan Bu Halimah saat itu berterima kasih kepada Daniel.
"Terima kasih Pak, telah membantu saya," ucap Pak Hendro
"Iya Pak, terima kasih telah membantu suami saya. karena biasanya Ihsan yang melakukan ini semua," saut Bu Halimah
"Iya Pak, Bu, sama sama," jawab Daniel
Mendengar nama Ihsan, Daniel teringat ucapan Ihsan. Daniel saat itu mencoba memastikan apakah besok keluarga Bu Halimah ada acara atau tidak.
"Bu, saya mau bertanya, besok ibu sekeluarga apa ada acara?" tanya Daniel
"Tidak ada Pak, ada apa ya?" tanya balik Bu Halimah
"Pasti Ihsan, tidak memberitahu ayah dan ibunya kalau besok izin," batin Daniel
"Gak apa apa Bu, saya hanya menebak nebak saja," jawab Daniel bohong
Daniel dan Bu Halimah terus berbincang tentang kehidupan pribadinya. Sementara Pak Hendro sudah tertidur pulas. Setelah lama berbincang, Daniel pamit pulang kepada Bu Halimah.
---------
Di perjalanan pulang, Daniel memikirkan dua teka teki yang ada di pikiranya. Teka teki pertama, Daniel penasaran maksud Ihsan izin tidak bekerja besok. Dan teka teki yang kedua, Daniel merasa dekat dengan Pak Hendro padahal baru saja bertemu dan mengenal. Daniel saat itu memutuskan ingin menyelidiki hal hal yang ada dipikiranya..
"Aku harus menyelidikinya, aku ingin tahu apa yang dilakukan Ihsan besok, dan menyelidiki siapa keluarga Pak Hendro," batin Daniel
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
Baca juga karya author lainya ya.....
__ADS_1