
"Kau..." ucap Martin ketakutan
"Iya kau benar, ini aku." jawab pria itu
Martin ketakutan saat melihat wajah penyerang Gerry adalah Daniel. Martin tahu jika dirinya meladeni Daniel bertengkar dirinya jelas kalah. Terpaksa mau tidak mau Martin memutuskan langsung masuk kedalam mobil berniat untuk kabur. Namun baru saja Martin duduk di kursi kemudi dengan cepat Daniel menarik baju Martin dan memukulinya.
"Buk...Buk...Buk" (Daniel memukuli Martin)
"Dimana istriku !!!" teriak Daniel
Martin seketika mengetahui kelemahan Daniel ada pada istrinya. Martin kali ini tidak mau kalah dirinya malah menantang Daniel. Martin tidak peduli Daniel terus terusan menghajarnya karena yang ada dipikiranya sekarang adalah uang 1 Milyar.
"Istrimu? aku tidak akan memberitahumu," jawab Martin
"Katakan atau kau akan habis malam ini !" tegas Daniel
"Hei, apa untungnya aku memberitahumu, uang 1 Miliyarku sudah ditanganku, Haha..." ucap Martin
"Biadab kau !!!" teriak Daniel
"Buk...Buk...Buk" (Daniel memukuli Martin)
Martin sudah babak belur dihajar oleh Daniel. tapi Martin masih bisa senyum karena kemenangan sudah ada di pihaknya.
"Aku memang dulu tak berhasil menikmati gadis itu karena kebodohanmu. sekarang aku yakin Tuan Muda akan melampiaskan hasratnya malam ini menikmari gadis itu, Haha..." ucap Martin
"Katakan padaku dimana bosmu itu atau kau akan habis !" tegas Daniel
"Kau panik? benarkan kan kau panik? aku tidak menyangka kalau dirimu seorang preman menjadi lemah karena gadis polos itu. sekarang tunggu gadis polosmu itu sedang bercinta di dalam hotel, Haha..." saut Martin
"Dasar biadab !!!" teriak Daniel
Daniel sangat marah dengan ucapan Martin yang terngiang dipikiranya. Tanpa berpikir panjang Daniel menendang perut Martin hingga terkapar tak berdaya hingga pingsan.
Setelah menyerang Martin, Daniel berlari masuk kedalam hotel untuk mencari Chintia. Saat masuk dalam hotel langkah Daniel langsung terhenti ketika resepsionis menyapanya.
__ADS_1
"Mohon maaf Pak, Bapak mau mencari siapa?" tanya Resepsionis
"Saya mau mencari istri saya, istri saya dalam bahaya," jawab Daniel panik
"Mohon maaf Pak, siapa nama istri Bapak? dan berada di kamar nomer berapa istri Bapak?" tanya Resepsionis
"Mbak, istri saya bernama Chintia. istri saya di culik disini. saya tidak tahu di kamar nomer berapa," jawab Daniel
"Mohon maaf Pak, saya tidak bisa melayani ketidakjelasan keterangan Bapak. Bapak bisa meninggalkan hotel ini," saut resepsionis
"Bruak"(Daniel mendobrak meja resepsionis)
"Saya ingin menyelamatkan istri saya !" tegas Daniel
"Security !!!" teriak Resepsionis
Dua security datang menyeret Daniel keluar dari hotel. Daniel terus membrontak melepaskan diri dari cengkraman security. Tenaga Daniel yang kuat berhasil membrontak dan lepas dari cengkraman security.
Setelah lepas dari cengkraman security Daniel bergegas masuk kembali kedalam hotel untuk mencari keberadaan Chintia. Daniel berteriak sekencang mungkin mencari keberadaan Chintia.
Suara Daniel sungguh menggelegar menganggu seluruh penghuni hotel. Terdapat salah satu penghuni hotel yang sangat risih mendengar teriakan Daniel. Tanpa berpikir panjang penghuni hotel itu merasa risih langsung menegur Daniel.
"Woy, berisik !" teriak Penghuni Hotel
"Saya mau mencari istri saya," jawab Daniel
"Hei, ada resepsionis. bisa tanya baik baik sama resesionis isrtri Bapak ada di kamar nomer berapa? suara Bapak itu mengganggu semua orang yang disini tau nggak?" saut Penghuni Hotel
"Istri saya diculik. saya harus menyelamatkanya. istri saya dibawa kesini," jawab Daniel
"Hei, mikir dong, mana bukti kalau istri Bapak diculik disini?" saut Penghuni Hotel
"Saya mengikutinya," jawab Daniel
Penghuni hotel itu sangat geram dengan tingkah Daniel yang menurutnya konyol. Sementara Daniel dirinya mondar mandir memikirkan nasib Chintia.
__ADS_1
"apakah pria itu menyakiti Chintia? apakah pria itu menyetubuhi Chintia? apakah Chintia baik baik saja?" batin Daniel
Beberapa menit kemudian, Daniel mendapat notifikasi pesan masuk di ponselnya. Saat Daniel membuka pesanya terdapat nomer tak dikenal mengirimkan foto Chintia dalam keadaan pingsan bersama seorang pria. Kondisi Chintia masih memakai pakaian lengkap sementara pria dalam foto itu bertelanjang dada dengan wajahnya ditutup stiker sedang memeluk Chintia. Dalam kiriman foto tersebut terdapat caption "Sebentar lagi gadis ini jadi miliku seutuhnya" .
"Sial..." umpat Daniel
Daniel terduduk lemas menangis meratapi istrinya yang akan menjadi milik orang lain. Penghuni hotel yang sempat ribut dengan Daniel merasa ibah mencoba menanyai Daniel.
"Mohon maaf, apakah barusan terjadi sesuatu pada istri Bapak?" tanya Penghuni Hotel
"Istri saya diculik. saya suami bodoh," jawab Daniel
"Apa penculik itu mengirimkan sesuatu?" tanya Penghuni Hotel
Daniel hanya menganggukan kepalanya.
"Baiklah, coba saya lihat ponselmu Pak," saut Penghuni Hotel
Penghuni hotel mencoba menyaut ponsel Daniel ingin melihat permasalahan yang terjadi. Saat melihat pesan di ponsel Daniel, penghuni hotel tersebut terkejut melihat foto wanita pingsan dengan laki laki telanjang dada.
"Pak, kita harus selamatkan istri Bapak. saya tahu ini kamar penculik ini sepertinya ada di lantai lima karena ada hiasan bunga warna hijau yang artinya lantai lima," ucap Penghuni Hotel
"Baiklah, ayo kita kesana," saut Daniel
"Tunggu Pak, kita belum berkenalan. perkenalkan nama saya Galih," ucap Penghuni Hotel
"Saya Daniel, sekarang saya harus menyelamatkan istri saya." jawab Daniel
Galih menganggukan kepalanya isyarat setuju membantu Daniel menyelamatkan Chintia. Galih dan Daniel langsung masuk kedalam lift dan menekan tombol lift menuju lantai 5.
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga