
Esok hari, kondisi Chintia sudah mulai membaik. Chintia sudah mengecek hasil tespecknya tapi hasilnya negatif. Daniel tidak marah pada Chintia justru malah menyemengatinya. Pagi hari saat ini sudah menunjukan pukul 07.00. Satu jam lagi, Chintia harus masuk kuliah karena ada jadwal ujian Kimia Anorganik. Namun, saat hendak keluar dari pintu kontrakan, Daniel mencegahnya.
"Sudah aku bilang, kamu harus istirahat," ucap Daniel
"Mas, aku ada ujian. dan dosen aku killer Mas," jawab Chintia
"Sudahlah, jangan pedulikan itu, biar Mas yang berhadapan sama dosen killermu itu jika kamu dimarahi," ucap Daniel
"Mas, sungguh aku baik baik saja," jawab Chintia
"Mas khawatir terjadi apa apa sama kamu. kamu baru saja sembuh dari demam," ucap Daniel
"Mas, aku janji bisa jaga diriku sendiri," jawab Chintia
"Baiklah, Mas izinkan kamu berangkat kuliah. hati hati ya? kalau ada apa apa hubungi Mas," ucap Daniel
"Iya Mas," jawab Chintia
Seperti biasa, Daniel memberi uang saku kepada Chintia. Namun karena sekarang Daniel bekerja sebagai sekretaris perusahaan. Uang saku yang dulunya puluhan ribu ketika menjadi satpam, kini uang saku Chintia menjadi ratusan ribuan per hari.
"Mas, ini banyak banget loh 400 ribu hanya sehari," ucap Chintia
"Kamu bisa simpan uang itu jika sisa. itu sudah menjadi milikmu. dan Mas mau bilang sama kamu kalau mulai besok kamu gak akan jalan kaki naik angkot atau ojek lagi," ucap Daniel
"Maksudnya gimana, Mas?" tanya Chintia
"Mas, udah beli motor untuk kamu kuliah nanti. tapi datangnya nanti sore. jadi mulai besok bisa kamu gunakan," jawab Daniel
__ADS_1
Chintia terkejut dengan ucapan Daniel. Tentu saja sudah menjadi impian Chintia sejak kecil berangkat ke sekolah menaiki motor. Semasa sekolah, Chintia hanya bisa nebeng bareng motor Hesti dan Melati. Tapi sekarang suaminya membelikan dirinya motor. Chintia sangat bahagia saat itu.
"Mas, terima kasih." ucap Chintia menangis
Chintia memeluk Daniel karena merasa terharu bahagia. Daniel membalas pelukan Chintia lalu mengatakan sesuatu.
"Sekarang, alhamdulillah Mas banyak rezeki.Mas bersyukur bisa membahagiakan kamu. semua ini juga tak luput dari doa istriku yang mendoakan Mas dalam shalatnya," ucap Daniel
Daniel melepaskan pelukanya kemudia mengajak Chintia berangkat bareng dengan mobil perusahaan.
"Hari ini, Mas anter kamu ke kampus mumpung kamu ada jadwal pagi," ucap Daniel
"Iya Mas," jawab Chintia
"Nanti sekitar pukul 15.00 motormu akan datang diantar kurir. kamu tunggu saja di teras," ucap Daniel
"Iya Mas," jawab Chintia
"Kata Mas Daniel datang nanti sore, tapi sekarang masih belum datang, ini sudah jam 15.15 aku tunggu aja deh, mungkin kurirnya dalam perjalanan kearah rumah," batin Chintia
Chintia menunggu diluar menunggu kurir datang tapi masih belum datang datang juga. Jam sudah menunjukan pukul 15.30. Chintia masih saja sangat sabar menungg walaupun agak sedikit kesal.
Saat menunggu, Chintia yang merasa haus langsung masuk kedalam kontrakanya. Saat masuk kedalam kontrakanya ternyata motor yang dirinya tunggu sudah ada di dalam. Chintia merasa Daniel mengerjainya namun sangat senang saat itu.
"Ya ampun, ternyata sudah datang." ucap Chintia
__ADS_1
Chintia melihat lihat motor barunya dirinya terkejut melihat lembaran kertas terlipat dalam dasbor motor. Di dalam surat itu terdapat tulisan.
*Kepada Istriku tercinta
Selamat ulang tahun istriku, ini hadiah ulang tahunmu ke-20, Maaf hanya secarik kertas ini Mas mengucapkanya. Karena Mas hari ini ada meeting dengan klien penting yang tak bisa Mas tinggal .Mas nanti habis maghrib pulang.
Semoga kamu menyukai hadiah dari Mas, Harapan Mas, semoga kamu panjang umur, sehat selalu, semakin dewasa dan tentunya masih selalu cinta sama Mas seperti Mas mencintainu Sekarang Mas ingin kamu buka jok motor....
Dari suamimu tercinta*.
Chintia langsung membuka jok motornya dirinya dikejutkan dengan cincin berlian yang indah.
"Ya Allah Mas, aku sungguh tidak menduga kalau Mas akan memberikan aku hadiah ini. bahkan aku sebenarnya lupa ulang tahunku," ucap Chintia
Chintia yang merasa senang kali ini, ingin membuatkan menu makanan enak untuk Daniel. Chintia sangat bersemangat hari ini. Hanya membutuhkan waktu 1 jam, Chintia mampu membuat menu makanan yang enak.
"Semoga Mas Daniel nanti suka makananku," ucap Chintia
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1